Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 9 Desember 2019 14:24
Tiga Perwira Mabes Polri Temui Sekdaprov, Ada Apa?

Senin, 9 Desember 2019 13:25
Hadir di Pekanbaru, The Harvest Manjakan Lidah Cake Lovers

Senin, 9 Desember 2019 13:17
Diduga Kerap Mangkir, Oknum ASN Kesbangpol Inhu Hanya Disanksi Teguran

Senin, 9 Desember 2019 12:59
Gandeng 43 Bank Umum, BI Riau Gelar Layanan Penukaran Uang

Senin, 9 Desember 2019 10:18
Derita Kebocoran Jantung, Ketua DPRD Bengkalis Syaiful Ardi Antar Warganya Berobat ke Jakarta

Senin, 9 Desember 2019 09:55
Sungai Kuantan Meluap, Ketua DPRD Kuansing Himbau Warga Waspada

Senin, 9 Desember 2019 08:30
12 Kandidat Balon Bupati Wabup Bengkalis Daftar Penjaringan ke PKB

Ahad, 8 Desember 2019 21:53
Bangun Tol Pekdum, HKI Kedepankan Prinsip Aturan dan Prosedur

Ahad, 8 Desember 2019 21:35
Wagubri Borong Tiga Lagu Saat Ditutup Festival Ruang Kita II

Ahad, 8 Desember 2019 21:25
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Ruang Kita Festival II di Bandar Serai MTQ


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Nopember 2019 15:30
Ditemukan, Gajah Sumatera Mati di HTI PT Arara Abadi

Kembali ditemukan gajah Sumatera mati. Kali ini lokasi temuan gajah mati di HTI PT Arara Abadi.

Riauterkini-PEKANBARU-Adanya informasi kematian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrae) diterima oleh BBKSDA Riau dari Yuyu (PT. Arara Abadi Sinarmas Group) pada Senin (18/11/19) jam 11.45 WIB. Demikian diungkapkan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono Selasa (19/11/19).

Lokasi temuan bangkai gajah menurut Suharyono pada petak SBAD 401 B-01 Koordinat (1o74’- 101 o27’ 15, 23.5 m.258”) di Distrik Duri II konsesi PT. Arara Abadi Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis.

"Informasi awal, bangkai gajah, pertama kali dilaporkan oleh pengawas tebang setelah ada informasi dari tenaga kerja tebang ada bau menyengat. Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada bangkai gajah yang tergeletak," terang Suharyono.

Selanjutnya, tambahnya, setelah mendapat laporan diatas, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim medis yang terdiri dari dokter hewan dan pawang gajah untuk melakukan pemeriksaan secara detail (nekropsi).

Disamping itu, menurut Suharyono, BBKSDA Riau juga berkoordinasi dengan Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera dan sudah menurunkan Tim untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait kematian satwa tersebut.

"Lokasi kematian gajah tersebut berada pada kantong gajah Giam Siak Kecil-Balai Raja yang berdasarkan hasil survey dan monitoring, jumlah populasi gajah liar saat ini diperkirakan 40 ekor. Sebagian besar populasi berada di wilayah konsesi PT. Arara Abadi yang merupakan hutan tanaman industri dengan jenis tanaman eucalyptus dan akasia," katanya.

Saat ini, sebagian petak pada konsesi tersebut dilakukan kegiatan pemanenan (harvesting). *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BBKSDA Riau Benarkan Ada Jejak Harimau di Tambang
- Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah
- Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar
- Kader HMI 25 Daerah Peduli Lingkungan di Bengkalis
- Eksplorasi Keindahan Mangrove Solop, Disparporabud dan ISSI Inhil Bersiap Taja JES 2019
- Selain Timbun Limbah, Status Lahan PT Bukara Diluar Kawasan PT Kawasan Industri Dumai
- Pengabdi dan Penyelamat Lingkungan, Dua Warga Bengkalis Raih Penghargaan Setia Lestari Bumi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com