Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 Juli 2020 10:12
1123 Paket Pasar Murah Disdagperin Bengkalis Mulai Didistribusikan

Selasa, 7 Juli 2020 07:27
BNNP Riau Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi

Selasa, 7 Juli 2020 07:10
Kontak dengan Ny. SA, 120 Swab Warga Kuantan Mudik Negatif dan 8 Menunggu

Selasa, 7 Juli 2020 06:51
Kembali Buka, TKP Foodcourt Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Covid-19

Selasa, 7 Juli 2020 06:47
Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis

Selasa, 7 Juli 2020 06:41
Tinjau Kondisi Masyarakat, Bupati Yopi Kunjungi Desa Marjinal

Senin, 6 Juli 2020 21:11
Gubri Tandatangani Sertifikat Akta Bayi Gajah Damar

Senin, 6 Juli 2020 20:40
Hilang Kendali, Dua Unit Minibus Laga Kambing di Pasiran, Bengkalis

Senin, 6 Juli 2020 20:24
Diduga Bawa Puluhan Kg Sabu, Beredar Video Penangkapan Bandar Narkoba di Dumai

Senin, 6 Juli 2020 18:56
Enam Tahun Berjalan, FFVP Berhasil Kurangi Karhutla 750 Ribu Hektar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Nopember 2019 20:32
Bangkai Gajah di HTI PT Arara Abadi Tanpa Gading

Setelah di neukropsi, bangkai gajah di HTI PT Arara Abadi adalah korban perburuan gading.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Selasa (19/11/19) mengatakan bahwa neukropsi yang dilakukan tim medis Balai Besar KSDA Riau terhadap bangkai gajah yang ditemukan di HTI PT Arara Abadi menerangkan ada dugaan bahwa gajah mati karena pembunuhan/ perburuan dengan pemotongan kepala untuk pengambilan gading.

"Kondisi kepala Gajah sudah terpotong dari pangkal belalai dimana belalai terpisah dari tubuh dengan jarak 1 (satu) meter. Dugaan bahwa Gajah mati karena pembunuhan/ perburuan dengan pemotongan kepala untuk pengambilan gading," terangnya.

Suharyono mengatakan bahwa kondisi bangkai Gajah sudah membusuk dan diperkirakan Gajah tersebut mati kurang lebih sudah 6 (enam) hari. Tidak ditemukan tanda-tanda keracunan dan bekas jerat.

"Gajah yang mati berjenis kelamin jantan berumur 40 tahun. Pada saat pemeriksaan tidak ditemukan proyektil peluru," katanya.

Gajah tersebut menurut Suharyono merupakan Gajah yang termasuk dalam subpopulasi (kelompok) Gajah Giam Siak Kecil. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK
- Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona
- Gajah TWA Buluh China Melahirkan
- PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua
- Polda Riau Himbau PKS Tak Ambil TBS Sawit dari TNTN
- Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga Pinggiran Pekanbaru
- Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Konsesi PT Arara Abadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com