Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Januari 2020 09:59
Ayo Ikuti Sayembara Cipta Maskot dan Logo Porkab III Bengkalis 2020

Sabtu, 25 Januari 2020 08:28
9 Korban Masih Hilang, Polda Tangkap Dua Tersangka Kapal TKI Tenggelam di Rupat

Jum’at, 24 Januari 2020 21:11
Ngopi Sore Bareng IM3 Ooredoo, 2020 Tambah Puluhan BTS di Riau

Jum’at, 24 Januari 2020 20:51
Gagal Gelar Piala Dunia U-20, Stadion Utama Riau Diusulkan Jadi Training Camp

Jum’at, 24 Januari 2020 20:44
Klaim Miliki 30 Ribu Dukungan, Pasangan Independen Nurhadi - Toni Sutianto Siap Mendaftar di KPU Inhu

Jum’at, 24 Januari 2020 20:18
Musda KNPI Provinsi Riau yang ke 14 Digelar Awal Februari Mendatang

Jum’at, 24 Januari 2020 19:54
Diparkir Bertahun-tahun, Mobil Milik Petani di Pekanbaru ini Tiba-tiba Terbakar

Jum’at, 24 Januari 2020 19:21
Jelang Pilkada Serentak, Ketua Bawaslu Beri Motovasi Panwascam Kuansing

Jum’at, 24 Januari 2020 19:12
LAM Riau Ajak IPK Bersinergi Jaga dan Bangun Daerah

Jum’at, 24 Januari 2020 18:09
Menpora Tinjau Stadion Utama Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 7 Desember 2019 08:16
Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar

Belasan wartawan Riau ikuti field trip tajaan Chevron. Menelusuri jejak minyak bumi di Sumatera Barat.

Riauterkini-Batusangkar-Belasan awak media di Riau mengikuti fieldtrip yang dilaksanakan Chevron ke Sumatera Barat 6-8 Desember 2019. Fieldtrip bertajuk jejak minyak bumi di Sumatera Barat ini digelar agar awak media mengetahui jejak minyak bumi di kawasan Sumatera Barat.

Geologist Chevron, Agus Suwanto sebagai pemandu memberikan penjelasan mengenai awal mula terbentuknya dataran Sumatera hingga terbentuknya minyak dari plankton plankton yang hidup pada waktu itu.

"Awalnya, daratan Sumatera ini merupalan lautan. Karena terjadi tekanan dari berbagai sudut, terjadi lipatan sehingga daratan kemudian menyumbul ke atas yang kemudian juga terjadi sedimentasi serta adanya serpihan bebatuan dari mana saja, termasuk dari Australia yang kemudian menempel membantu terbentuknya daratan Sumatera," terangnya.

Fieldtrip mengunjungi kawasan perbukitan untuk melihat lapisan tanah untuk mengetahui waktu terbentuknya, jenis lapisan bebatuan hingga asal bebatuan.

Ditanyakan mengenai kemungkinan minyak di Riau berasal dari kawasan Sumatera Barat, Agus mengatakan bahwa pergeseran minyak yang ada di pori pori bebatuan sejauh 1 meter saja, membutuhkan waktu belasan bahkan puluhan tahun.

"Jadi minyak yang ada di Riau saat ini, kumungkinan besar hanya bergeser dari posisi semula pada radius 60 Km saja jauhnya," terang Agus.

Hingga berita ditulis, kegiatan field trip masih berlangsung.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jalan Amblas di Jalir Prkanbaru-Lipat Kain, Polres Kampar Terapkan Buka-tutup
- Gajah TWA Buluh China Hamil
- Kembali Muncul Jejak Harimau di Tapung, BBKSDA Bentuk GPKS
- Beruang Madu Berkeliaran di Dumai, BBKSDA Riau Pasang Perangkap
- Kembali Dilanda Banjir, Petani Padi Kuansing Khawatir Gagal Panen lagi
- EoF: Peputra Supra Jaya Turut Hancurkan Hutan Riau
- Kapolda Riau Copot Kapolsek Teluk Meranti Diduga Akibat Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com