Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Oktober 2020 20:37
Pastikan tidak Ada Masalah, Pemko Pekanbaru Terus Kembangkan KIT

Selasa, 20 Oktober 2020 18:31
Kumpul Bareng Media Inhu, Ketua Bappilu Rajut Optimis Menang

Selasa, 20 Oktober 2020 18:17
5 Pasien Positif Corona Kuansing Dinyatakan Sembuh

Selasa, 20 Oktober 2020 17:20
Kadiskes Riau: Pasien Sembuh di Riau Hari Ini Meningkat Tajam

Selasa, 20 Oktober 2020 17:13
Persiapan Gowes di Pantai Sepat baru Bengkalis, LPM Pekanbaru Latihan Keliling Kota

Selasa, 20 Oktober 2020 17:07
Asep Ruhiat: Kita Sudah Prediksi Gugatan ASA Dimentahkan PTTUN Medan



Selasa, 20 Oktober 2020 17:02
Polres Inhil Ringkus Lagi Pelaku Narkoba di Kateman

Selasa, 20 Oktober 2020 16:49
PJs Bupati Kuansing, Panen Padi di Desa  Teberau Panjang

Selasa, 20 Oktober 2020 16:46
Polres Kampar Dalami Kejadian Penjarahan di PT Langgam Harmuni

Selasa, 20 Oktober 2020 16:40
Fasilifasi UMKM Desa Kampar, Gubri Dorong Pemanfaatan Lahan Jadi Produktif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 7 Desember 2019 08:16
Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar

Belasan wartawan Riau ikuti field trip tajaan Chevron. Menelusuri jejak minyak bumi di Sumatera Barat.

Riauterkini-Batusangkar-Belasan awak media di Riau mengikuti fieldtrip yang dilaksanakan Chevron ke Sumatera Barat 6-8 Desember 2019. Fieldtrip bertajuk jejak minyak bumi di Sumatera Barat ini digelar agar awak media mengetahui jejak minyak bumi di kawasan Sumatera Barat.

Geologist Chevron, Agus Suwanto sebagai pemandu memberikan penjelasan mengenai awal mula terbentuknya dataran Sumatera hingga terbentuknya minyak dari plankton plankton yang hidup pada waktu itu.

"Awalnya, daratan Sumatera ini merupalan lautan. Karena terjadi tekanan dari berbagai sudut, terjadi lipatan sehingga daratan kemudian menyumbul ke atas yang kemudian juga terjadi sedimentasi serta adanya serpihan bebatuan dari mana saja, termasuk dari Australia yang kemudian menempel membantu terbentuknya daratan Sumatera," terangnya.

Fieldtrip mengunjungi kawasan perbukitan untuk melihat lapisan tanah untuk mengetahui waktu terbentuknya, jenis lapisan bebatuan hingga asal bebatuan.

Ditanyakan mengenai kemungkinan minyak di Riau berasal dari kawasan Sumatera Barat, Agus mengatakan bahwa pergeseran minyak yang ada di pori pori bebatuan sejauh 1 meter saja, membutuhkan waktu belasan bahkan puluhan tahun.

"Jadi minyak yang ada di Riau saat ini, kumungkinan besar hanya bergeser dari posisi semula pada radius 60 Km saja jauhnya," terang Agus.

Hingga berita ditulis, kegiatan field trip masih berlangsung.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cegah DBD, Polres Inhil Fogging Dua Kantor dan Asrama Polsek
- Dandim 0314 Inhil dan GM PLTU Pembangkit Jawa-Bali Tabur Benih Bibit Lele di Keramba Makodim 0314 Inhil
- Paling Komplit Pantau Karlahut, Dashboard Lancang Kuning Kian Menasional
- Isu Harimau Berkeliaran di Batin Solapan, BBKSDA Riau Pastikan Bukan Harimau
- Video,
Jejak dan Sisa Ternak Dimangsa Harimau di Bathin Solapan, Bengkalis

- Mangsa Hewan Ternak, Harimau Ancam Keselamatan Warga Bathin Solapan
- Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil Goro Massal Bersihkan Parit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com