Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 18 Januari 2020 21:33
Dua Atlet Layar Bengkalis Ikuti Kejuaraan Internasional di Batam

Sabtu, 18 Januari 2020 20:41
The New Era of Gold,
Waktunya Beli Emas untuk Mereka yang Merencanakan Masa Depan


Sabtu, 18 Januari 2020 19:35
HUT ke-47, PDIP Bengkalis Gelar Istighosah Bersama

Sabtu, 18 Januari 2020 17:31
Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rupat, Bengkalis Kembali Terbakar

Sabtu, 18 Januari 2020 17:01
Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh

Sabtu, 18 Januari 2020 16:25
Wagubri Harap IDI Riau dan Pekanbaru Tingkatkan Ilmu dan Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 18 Januari 2020 15:10
Kado HUT ke-39, Bupati Rohul Janji Pemkab Bangun Jalan Poros Desa Pasir Jaya

Sabtu, 18 Januari 2020 14:57
Ketua DPC Askonas Rohul‎ Berharap Kegiatan Pembangunan Perhatikan Aspek Lingkungan

Sabtu, 18 Januari 2020 14:23
Audensi Bersama Kadiskes Riau, AMKR Bisa Jadi Garda Perubahan Hidup Sehat

Sabtu, 18 Januari 2020 12:12
Masyarakat Sungai Paku Doakan Andi Putra-Suhardiman Amby Menang Pilkada Kuansing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 7 Desember 2019 08:16
Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar

Belasan wartawan Riau ikuti field trip tajaan Chevron. Menelusuri jejak minyak bumi di Sumatera Barat.

Riauterkini-Batusangkar-Belasan awak media di Riau mengikuti fieldtrip yang dilaksanakan Chevron ke Sumatera Barat 6-8 Desember 2019. Fieldtrip bertajuk jejak minyak bumi di Sumatera Barat ini digelar agar awak media mengetahui jejak minyak bumi di kawasan Sumatera Barat.

Geologist Chevron, Agus Suwanto sebagai pemandu memberikan penjelasan mengenai awal mula terbentuknya dataran Sumatera hingga terbentuknya minyak dari plankton plankton yang hidup pada waktu itu.

"Awalnya, daratan Sumatera ini merupalan lautan. Karena terjadi tekanan dari berbagai sudut, terjadi lipatan sehingga daratan kemudian menyumbul ke atas yang kemudian juga terjadi sedimentasi serta adanya serpihan bebatuan dari mana saja, termasuk dari Australia yang kemudian menempel membantu terbentuknya daratan Sumatera," terangnya.

Fieldtrip mengunjungi kawasan perbukitan untuk melihat lapisan tanah untuk mengetahui waktu terbentuknya, jenis lapisan bebatuan hingga asal bebatuan.

Ditanyakan mengenai kemungkinan minyak di Riau berasal dari kawasan Sumatera Barat, Agus mengatakan bahwa pergeseran minyak yang ada di pori pori bebatuan sejauh 1 meter saja, membutuhkan waktu belasan bahkan puluhan tahun.

"Jadi minyak yang ada di Riau saat ini, kumungkinan besar hanya bergeser dari posisi semula pada radius 60 Km saja jauhnya," terang Agus.

Hingga berita ditulis, kegiatan field trip masih berlangsung.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh
- Tim Karlahut Padamkan Lahan Terbakar di GSK
- Upika Singingi, Kuansing Gotong-royong Bersihkan Fasum
- Eksekusi Lahan Gagal, PT Peputra Supra Jaya Kangkangi Keputusan MA
- Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, Ini Kata Penggiat Lingkungan
- Diduga Tercemar Limbah PKS,
Warga Rohul Ramai-ramai Tangkap Ikan Mati di Sungai Batang Kumu Tambusai

- Proyek Tuntas, Jalan Kebanggaan Masyarakat Duri Belum Aman Dilalui


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com