Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 28 September 2020 21:38
Bunda PAUD Inhil Jadi Pembicara Utama Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Episode 3

Senin, 28 September 2020 21:17
169 Advokat di Pekanbaru Dilantik dan Diambil Sumpah

Senin, 28 September 2020 20:51
Pilih "ES4", Ini yang Bakal Dinikmati Masyarakat di Duri, Bengkalis

Senin, 28 September 2020 20:45
Polda Riau Dalami Dugaan Perambahan Hutan dan Pencucian Uang Sihol Pangaribuan

Senin, 28 September 2020 20:42
Dua Pekan Dirawat, Dokter FH Hutahuruk Meninggal Karena Corona

Senin, 28 September 2020 20:06
Hari Ini, Jubir Covid - 19 Kuansing Rilis 5 Pasien Positif Corona

Senin, 28 September 2020 19:56
Tekan Angka Penyebaran Covid - 19, PDAM TT Cabang Duri Tebar Ratusan Masker

Senin, 28 September 2020 18:47
Kasus Covid-19 di Riau Capai 7 Ribu Lebih

Senin, 28 September 2020 17:48
Jawab Tudingan, Rektor UIN Suska Riau Sampaikan Klarifikasi ke Kemenag

Senin, 28 September 2020 17:31
IPMAKA Resmi Dilantik


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 8 Desember 2019 00:02
BBKSDA Riau Benarkan Ada Jejak Harimau di Tambang

Setelah mendapatkan info temuan jejak harimau, tim BBKSDA Riau langsing turun Hasilnya, jejak memang milik harimau.

Riauterkini-PEKANBARU-Informasi ditemukannya jejak Harimau Sumatera di Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar pada Jumat, 6 Desember 2019 segera ditindaklanjuti oleh Tim Balai Besar KSDA Riau.

Pengecekan sementara dari Tim Balai Besar KSDA Riau memang terkonfirmasi jejak tersebut adalah jejak HS, dan ukurannya diperkirakan sama dengan jejak HS yang ditemukan di Desa Karya Indah. Namun untuk jumlahnya Tim belum dapat memastikannya.

Secara alamiah, Harimau Sumatera (HS) betina jarang ditemui bersama dengan Harimau jantan dan anaknya. Tetapi bila induk Harimau betina bersama anaknya ( biasanya anaknya tersebut masih dibawah 2 tahun/ belum lepas susu).

Diperkirakan HS yang ditemukan di Karya Indah yang lalu adalah Harimau jantan remaja dengan umur sekitar 2 tahunan (baru akan lepas susu dari induknya).

Biasanya HS remaja seperti ini akan mencari daerah jelajah baru sehingga dia akan menjelajah meliputi daerah yang cukup luas sampai akhirnya dia menemukan homerange pastinya. Dan itu butuh waktu karena diantaranya ketersediaan pakan dan jelajah HS jantan lainnya yang tidak bisa overlap sesama HS jantan.

Terkait dengan temuan jejak HS di Desa Kualu Nenas, kami belum dapat memastikan kebenarannya sebanyak 3 individu karena analis jejak dan analis data lapangan lainnya masih berlangsung.

Hal ini membutuhkan waktu untuk memastikannya karena harus melakukan survey pada areal yang cukup luas.

Untuk itu, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menghimbau kepada masyarakat terutama yang berada di lokasi ditemukannya jejak dan sekitarnya agar lebih berhati hati serta tidak melakukan pemasangan jerat dan perburuan. Biarkan HS untuk dapat melintas menuju ke habitatnya.

"Saat ini Tim Balai Besar KSDA Riau sedang melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk mengumpulkan data dan melakukan sosialisasi. Kepada masyarakat segera melapor apabila mengetahui tentang informasi selanjutnya ke call centre kami 081374742982 untuk segera diambil tindakan sesuai kewenangan Balai Besar KSDA Riau," pungkasnya *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tenggelam Dua Hari Lalu, Jasad Remaja Ditemukan di Muara Sungai Dumai
- Diguyur Hujan Deras, Duri Timur, Bengkalis Banjir
- Basarnas Pekanbaru dan Jambi Laksanakan Public Safety Diver 2020
- Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Bersama Yayasan Vioni Bersaudara Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Gajah Sumatera di PLG Minas Melahirkan
- Lepasliarkan Ikan Pesut, BBKSDA Riau Kerahkan Delapan Perahu dan Dua Jaring
- Tersesat ke Sungai Pelalawan, Ikan Pesut Dievakuasi Tim BBKSDA Riau ke Muara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com