Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Januari 2020 22:18
Sebagai Kader, Murnis Mansyur Optimis Didukung Partai Golkar Maju Pilkada Rohul 2020

Ahad, 19 Januari 2020 21:43
MoU Bersama Gubri, Investor Singapura Kelola Stadion Utama

Ahad, 19 Januari 2020 21:35
Polres Rohul Pakai Aplikasi Lancang Kuning‎ dan Drone Mengantisipasi Karhutla

Ahad, 19 Januari 2020 21:05
Tinggalkan Ketua DPRD Riau,
Engah Eet Serius Maju Balon Bupati Bengkalis


Ahad, 19 Januari 2020 17:14
Cegah Karla, Polsek Bengkalis Lakukan Patroli ke Lahan-lahan Warga

Ahad, 19 Januari 2020 16:38
Tanpa Tersangka, Polres Inhu Dinginkan Lima Hektar Karhutla di Sekp Hilir

Sabtu, 18 Januari 2020 21:33
Dua Atlet Layar Bengkalis Ikuti Kejuaraan Internasional di Batam

Sabtu, 18 Januari 2020 20:41
The New Era of Gold,
Waktunya Beli Emas untuk Mereka yang Merencanakan Masa Depan


Sabtu, 18 Januari 2020 19:35
HUT ke-47, PDIP Bengkalis Gelar Istighosah Bersama

Sabtu, 18 Januari 2020 17:31
Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rupat, Bengkalis Kembali Terbakar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 10 Januari 2020 15:41
Proyek Tuntas, Jalan Kebanggaan Masyarakat Duri Belum Aman Dilalui

Pengerjaan proyek peningkatan Jalan Jendral Sudirman Duri tuntas, sayangnya ada sejumlah kondisi yang bisa memivu kecelakaan pengendara.

Riauterkini - DURI - Meski sejumlah proyek telah usai dilaksanakan, namun menyisakan sejumlah cerita Pro dan Kontra. Seperti proyek peningkatan Jalan Jendral Sudirman, Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis yang juga menjadi kebanggaan masyarakat Kota berjuluk penghasil minyak bumi senilai Rp 3,5 Milliar.

Ternyata, ruas Jalan Jendral Sudirman yang baru kelar dikerjakan dipenghujung tahun 2019 itu rawan kecelakaan akibat kurang landainya rigid beton yang dilintasi kendaraan bermotor. Disisi lain, beram jalan kedua sisi rigid tersebut juga tampak tinggi hingga rawan terjadinya kecelakaan tunggal kendaraan yang melintas diatasnya.

"Dua malam lalu hampir ada yang lepas kontrol dan hampir jatuh karena terkejut melintas diareal masuk jalan. Kabarnya kurang landai dan ditengah malam ada mobil yang hampir terperosok keberam jalan yang ada ditengahnya itu. Maunya kan ditimbun,"keluh Handi, salah seorang warga pengendara.

Dikatakan Handi, meskinya pengawas proyek jeli dalam menilai pengerjaan proyek itu dan tidak sembarangan meloloskannya tanpa masukan yang berarti.

"Semestinya kan pengawas memberikan saran dan masukan ke rekanan, jangan diam dan tutup mata saja,"tambahnya.

Pantauan dilapangan, hampir seluruh kendaraan yang melintasi proyek pengerjaan yang sempat tertunda dan menjadi polemik dimasyarakat itu, menurunkan drastis kecepatannya dikarenakan kurang landainya rigid beton. Efeknya, jika tidak konsentrasi, tabrakan beruntun pun hampir kerap terjadi.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Polres Rohul Pakai Aplikasi Lancang Kuning‎ dan Drone Mengantisipasi Karhutla
- Tanpa Tersangka, Polres Inhu Dinginkan Lima Hektar Karhutla di Sekp Hilir
- Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh
- Tim Karlahut Padamkan Lahan Terbakar di GSK
- Upika Singingi, Kuansing Gotong-royong Bersihkan Fasum
- Eksekusi Lahan Gagal, PT Peputra Supra Jaya Kangkangi Keputusan MA
- Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, Ini Kata Penggiat Lingkungan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com