Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 Juli 2020 20:22
HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako

Ahad, 5 Juli 2020 18:17
Edar Ganja, Buruh Asal Dumai Diringkus Polres Bengkalis

Ahad, 5 Juli 2020 13:17
Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat

Ahad, 5 Juli 2020 13:14
Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19

Ahad, 5 Juli 2020 13:06
Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba

Ahad, 5 Juli 2020 11:30
Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan, Sebagian Besar Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Padam

Ahad, 5 Juli 2020 06:35
Videonya Viral di Medsos, Polresta Pekanbaru Amankan Pelaku Penganiayaan Driver Ojol

Sabtu, 4 Juli 2020 18:32
Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru

Sabtu, 4 Juli 2020 17:35
Riau Masuk Delapan Nominasi API

Sabtu, 4 Juli 2020 17:20
Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Januari 2020 17:08
Diduga Tercemar Limbah PKS,
Warga Rohul Ramai-ramai Tangkap Ikan Mati di Sungai Batang Kumu Tambusai


Ribuan ikan mati di aliran Sungai Batang Kumu Kecamatan Tambusai, Rohul. Warga menduga terjadi pencemaran limbah di aliran sungai tersebut.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ramai-ramai menangkap mati yang mengapung di aliran Sungai Kumu pada Sabtu (11/01/2020).

Warga mengungkapkan kejadian ribuan ikan mati berbagai jenis di aliran Sungai Batang Kumu pertama kali diketahui pada Sabtu (11/01/2020) dan berlangsung sampai Ahad (12/01/2020).

Kejadian tersebut langsung dilaporkan warga ke aparat desa dan aparat kecamatan, serta diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu.

Masyarakat menduga ribuan ikan mati di aliran Sungai Batang Kumu akibat pencemaran limbah dari salah satu perusahaan pengolahan kelapa sawit atau pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di hulu sungai.

Dugaan pencemaran di Sungai Batang Kumu dilakukan salah satu PKS milik perusahaan pengolah kelapa sawit diperkuat dengan kondisi air berwarna hitam kecoklatan, serta menimbulkan bau tidak sedap.

Camat Tambusai Muammer Ghadafi membenarkan menerima informasi bahwa warga Desa Batang Kumu ramai-ramai menangkap ikan mati mengapung di aliran Sungai Batang Kumu.

Muammer menduga matinya ikan di aliran Sungai Batang Kumu karena terjadi pencemaran limbah, namun ia sendiri belum mengetahui pasti sumbernya.‎

"Kita tidak tau sumber limbah itu. Yang jelas, perkiraan awal masyarakat, bahwa limbah itu dari salah satu PKS yang saat ini status wilayahnya sudah masuk ke Sumut (Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara)," ungkap Muammer dan mengakui pihaknya sudah menghubungi petugas DLH Rokan Hulu, untuk mengecek kualitas air di Sungai Batang Kumu.

Sementara, Kepala DLH Kabupaten Rokan Hulu, Suparno S.Hut, mengaku telah perintahkan petugas dari dinasnya untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel air di aliran Sungai Batang Kumu pada Ahad kemarin (12/01/2020).

Dugaan awal DLH Rokan Hulu, aliran Sungai Batang Kumu memang tercemar limbah dari salah satu PKS perusahaan yang ada di hulu sungai.‎

"Sudah kami tindaklanjuti, Minggu pagi sudah saya perintahkan anggota untuk mengecek lokasi. Hari ini sudah ditindaklanjuti membuat surat ke Pemkab Padang Lawas," jelas Suparno.

Pria yang pernah menjabat Kepala BPBD Rokan Hulu ini menuturkan sesuai informasi masyarakat, sedikitnya sudah kedua‎ kalinya terjadi dugaan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Batang Kumu beberapa tahun terakhir.

"Dulu pernah kita layangkan (surat) juga,"‎ pungkas Suparno, dan mengaku surat juga akan disampaikan ke DLHK Provinsi Riau dan Kementrian LHK untuk penyelesaian dugaan pencemaran lingkungan di daerah perbatasan Riau-Sumut tersebut.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK
- Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona
- Gajah TWA Buluh China Melahirkan
- PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua
- Polda Riau Himbau PKS Tak Ambil TBS Sawit dari TNTN
- Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga Pinggiran Pekanbaru
- Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Konsesi PT Arara Abadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com