Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 9 Agustus 2020 13:15
Dapat Dana BOSDA Riau, Gubri Minta Sekolah Swasta tak Pungut Uang SPP.

Ahad, 9 Agustus 2020 11:44
Paripurna HUT ke-63 Riau, Gubri Ajak Perkuat Ketahanan Ekonomi

Sabtu, 8 Agustus 2020 19:07
Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Capai 1.248 Kasus, DPRD: Harusnya Ini Tidak Terjadi

Sabtu, 8 Agustus 2020 19:06
Tambahan 50 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Terbanyak Siak dan Pekanbaru

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:27
Syahrul Aidi Tunjukkan Abrasi Terparah di Inhu-Kuansing ke Kepala Balai Sungai KemenPUPR

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:26
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Lurah Talang Mandi Serahkan Alat Penyemprot dan Disinfektan

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:20
Musda V, Golkar Kuansing Buka Pendaftaran Calon Ketua

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:17
Direkomendasi Partai Demokrat, Irjen Pol Wahyu Adi Siap Maju di Pilkada Inhu

Sabtu, 8 Agustus 2020 13:13
Pemkab Inhil Serahkan 4500 Sertifikat Tanah

Sabtu, 8 Agustus 2020 11:23
Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Januari 2020 17:08
Diduga Tercemar Limbah PKS,
Warga Rohul Ramai-ramai Tangkap Ikan Mati di Sungai Batang Kumu Tambusai


Ribuan ikan mati di aliran Sungai Batang Kumu Kecamatan Tambusai, Rohul. Warga menduga terjadi pencemaran limbah di aliran sungai tersebut.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ramai-ramai menangkap mati yang mengapung di aliran Sungai Kumu pada Sabtu (11/01/2020).

Warga mengungkapkan kejadian ribuan ikan mati berbagai jenis di aliran Sungai Batang Kumu pertama kali diketahui pada Sabtu (11/01/2020) dan berlangsung sampai Ahad (12/01/2020).

Kejadian tersebut langsung dilaporkan warga ke aparat desa dan aparat kecamatan, serta diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu.

Masyarakat menduga ribuan ikan mati di aliran Sungai Batang Kumu akibat pencemaran limbah dari salah satu perusahaan pengolahan kelapa sawit atau pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di hulu sungai.

Dugaan pencemaran di Sungai Batang Kumu dilakukan salah satu PKS milik perusahaan pengolah kelapa sawit diperkuat dengan kondisi air berwarna hitam kecoklatan, serta menimbulkan bau tidak sedap.

Camat Tambusai Muammer Ghadafi membenarkan menerima informasi bahwa warga Desa Batang Kumu ramai-ramai menangkap ikan mati mengapung di aliran Sungai Batang Kumu.

Muammer menduga matinya ikan di aliran Sungai Batang Kumu karena terjadi pencemaran limbah, namun ia sendiri belum mengetahui pasti sumbernya.‎

"Kita tidak tau sumber limbah itu. Yang jelas, perkiraan awal masyarakat, bahwa limbah itu dari salah satu PKS yang saat ini status wilayahnya sudah masuk ke Sumut (Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara)," ungkap Muammer dan mengakui pihaknya sudah menghubungi petugas DLH Rokan Hulu, untuk mengecek kualitas air di Sungai Batang Kumu.

Sementara, Kepala DLH Kabupaten Rokan Hulu, Suparno S.Hut, mengaku telah perintahkan petugas dari dinasnya untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel air di aliran Sungai Batang Kumu pada Ahad kemarin (12/01/2020).

Dugaan awal DLH Rokan Hulu, aliran Sungai Batang Kumu memang tercemar limbah dari salah satu PKS perusahaan yang ada di hulu sungai.‎

"Sudah kami tindaklanjuti, Minggu pagi sudah saya perintahkan anggota untuk mengecek lokasi. Hari ini sudah ditindaklanjuti membuat surat ke Pemkab Padang Lawas," jelas Suparno.

Pria yang pernah menjabat Kepala BPBD Rokan Hulu ini menuturkan sesuai informasi masyarakat, sedikitnya sudah kedua‎ kalinya terjadi dugaan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Batang Kumu beberapa tahun terakhir.

"Dulu pernah kita layangkan (surat) juga,"‎ pungkas Suparno, dan mengaku surat juga akan disampaikan ke DLHK Provinsi Riau dan Kementrian LHK untuk penyelesaian dugaan pencemaran lingkungan di daerah perbatasan Riau-Sumut tersebut.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kadis PUPR Sebut Jalan Sekitaran Agus Salim Bakal Dioverlay
- Bupati Inhil Tinjau Lokasi Longsor di Kecamatan Tembilahan Hulu
- Kawanan Gajah Sambangi Kebun Sawit Warga Semunai
- Dinas PUPRKPP Riau Perbaiki Portal Jembatan Letton yang Nyaris Tumbag
- Belum Diumumkan Sebagai Kakan Kemenag, Hasil Tracking MR Ada Warga Pelalawan Tertular Corona
- Ayo, Uji Nyali di Derasnya Jeram Sungai di Pangkalan Indarung, Kuansing
- Bangun Pusat Konservasi Harimau Sumatera, BBKSDA Riau MoU dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com