Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Januari 2020 09:55
Terima Gelar Adat LAMR, Bupati Bengkalis Sebut Kehormatan Tertinggi

Senin, 20 Januari 2020 21:43
Honorer dan Pengedar Sabu di Bengkalis Diringkus Polisi

Senin, 20 Januari 2020 20:30
Beri Motivasi Para Penghapal Al Quran, Syaikh dari Palestina Ini Sambangi Sejumlah Masjid di Riau

Senin, 20 Januari 2020 20:17
Anggota Dewan Datang Saat Eksekusi Lahan, Nurul Huda: Bisa Dituduh Menghasut

Senin, 20 Januari 2020 19:48
Kapolda Riau Copot Kapolsek Teluk Meranti Diduga Akibat Karhutla

Senin, 20 Januari 2020 18:32
Sekdaprov Riau Prihatin Melihat Kondisi Bangunan Mess Pemprov Riau di Jakarta

Senin, 20 Januari 2020 17:29
Porkab III Bengkalis, ‎Cabor Tinju Akan Gelar Pertandingan di Lapangan Tugu

Senin, 20 Januari 2020 16:19
MoU PT Jamkrida Riau, Perbarindo dan BPR se-Riau Jadi Momentum Peningkatan Kembangkan UMKM

Senin, 20 Januari 2020 15:07
Olimpiade Fisika se-Sumatera, Kadisdik Sebut Bisa Tolak Ukur dan Evaluasi Pendidikan Riau

Senin, 20 Januari 2020 14:50
Pinjaman UEDSP Fiktif,
Kejari Bengkalis Resmi Tahan Mantan Kades Bukitbatu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 13 Januari 2020 17:08
Diduga Tercemar Limbah PKS,
Warga Rohul Ramai-ramai Tangkap Ikan Mati di Sungai Batang Kumu Tambusai


Ribuan ikan mati di aliran Sungai Batang Kumu Kecamatan Tambusai, Rohul. Warga menduga terjadi pencemaran limbah di aliran sungai tersebut.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Warga Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ramai-ramai menangkap mati yang mengapung di aliran Sungai Kumu pada Sabtu (11/01/2020).

Warga mengungkapkan kejadian ribuan ikan mati berbagai jenis di aliran Sungai Batang Kumu pertama kali diketahui pada Sabtu (11/01/2020) dan berlangsung sampai Ahad (12/01/2020).

Kejadian tersebut langsung dilaporkan warga ke aparat desa dan aparat kecamatan, serta diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu.

Masyarakat menduga ribuan ikan mati di aliran Sungai Batang Kumu akibat pencemaran limbah dari salah satu perusahaan pengolahan kelapa sawit atau pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di hulu sungai.

Dugaan pencemaran di Sungai Batang Kumu dilakukan salah satu PKS milik perusahaan pengolah kelapa sawit diperkuat dengan kondisi air berwarna hitam kecoklatan, serta menimbulkan bau tidak sedap.

Camat Tambusai Muammer Ghadafi membenarkan menerima informasi bahwa warga Desa Batang Kumu ramai-ramai menangkap ikan mati mengapung di aliran Sungai Batang Kumu.

Muammer menduga matinya ikan di aliran Sungai Batang Kumu karena terjadi pencemaran limbah, namun ia sendiri belum mengetahui pasti sumbernya.‎

"Kita tidak tau sumber limbah itu. Yang jelas, perkiraan awal masyarakat, bahwa limbah itu dari salah satu PKS yang saat ini status wilayahnya sudah masuk ke Sumut (Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara)," ungkap Muammer dan mengakui pihaknya sudah menghubungi petugas DLH Rokan Hulu, untuk mengecek kualitas air di Sungai Batang Kumu.

Sementara, Kepala DLH Kabupaten Rokan Hulu, Suparno S.Hut, mengaku telah perintahkan petugas dari dinasnya untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel air di aliran Sungai Batang Kumu pada Ahad kemarin (12/01/2020).

Dugaan awal DLH Rokan Hulu, aliran Sungai Batang Kumu memang tercemar limbah dari salah satu PKS perusahaan yang ada di hulu sungai.‎

"Sudah kami tindaklanjuti, Minggu pagi sudah saya perintahkan anggota untuk mengecek lokasi. Hari ini sudah ditindaklanjuti membuat surat ke Pemkab Padang Lawas," jelas Suparno.

Pria yang pernah menjabat Kepala BPBD Rokan Hulu ini menuturkan sesuai informasi masyarakat, sedikitnya sudah kedua‎ kalinya terjadi dugaan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Batang Kumu beberapa tahun terakhir.

"Dulu pernah kita layangkan (surat) juga,"‎ pungkas Suparno, dan mengaku surat juga akan disampaikan ke DLHK Provinsi Riau dan Kementrian LHK untuk penyelesaian dugaan pencemaran lingkungan di daerah perbatasan Riau-Sumut tersebut.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kapolda Riau Copot Kapolsek Teluk Meranti Diduga Akibat Karhutla
- Longsor di Kampar, Kendaraan di Jalur Riau-Sumbar Lewat Bergantian
- Polres Rohul Pakai Aplikasi Lancang Kuning‎ dan Drone Mengantisipasi Karhutla
- Tanpa Tersangka, Polres Inhu Dinginkan Lima Hektar Karhutla di Sekp Hilir
- Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh
- Tim Karlahut Padamkan Lahan Terbakar di GSK
- Upika Singingi, Kuansing Gotong-royong Bersihkan Fasum


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com