Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:38
Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu

Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:29
M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR

Sabtu, 22 Pebruari 2020 19:27
Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand

Sabtu, 22 Pebruari 2020 18:55
Kapal Pesiar Angkut Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis

Sabtu, 22 Pebruari 2020 18:04
Bupati Siak Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Mess Milik PT Arara Abadi

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:33
Baru Dirilis, Tercatat Ada 110 Konsumen di Riau Memesan Suzuki XL7

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:28
Berulang Tahun, RSU Mutia Sari DuriĀ  Gelar Syukuran dan Baksos

Sabtu, 22 Pebruari 2020 16:24
Suzuki XL7 Resmi Hadir di Riau

Sabtu, 22 Pebruari 2020 15:56
Persis Riau Gelar Muswil III

Sabtu, 22 Pebruari 2020 13:17
Menjelang Pilkada Pelalawan 2020, PAN Tetap Prioritaskan Kader


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 Januari 2020 13:01
Kembali Dilanda Banjir, Petani Padi Kuansing Khawatir Gagal Panen lagi

Para petani padi di Kuansing mencemaskan tanaman mereka. Takut gagal panen lagi karena banjir kembali melanda.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Banjir kembali melanda Kuansing, akibat diguyur hujan lebat tiga hari berturut-turut. Atas kondisi ini petani di Kuansing, kembali terancam gagal panen.

Banjir ini sudah melanda sejak Selasa malam, luapan air tidak hanya menggenangi areal persawahan, namun juga telah mengaliri pemukiman penduduk serta ruas jalan.

Hampir seluruh wilayah di sepanjang aliran Sungai Kuantan terendam banjir, seperti di Desa Simandolak, Kecamatan Benai, areal persawahan sudah tenggelam akibat luapan air.

"Ya sudah terandam, terutama areal persawahan, disini lebih cepat naik akibat endapan air. Jika banjir bertahan lama padi petani bisa fuso atau mati," ujar Epi, warga Simandolak, Rabu (22/1/2020) di Telukkuantan.

Hal yang sama juga diungkapkan Saiful, warga Desa Tanjuang Simandolak, Benai, menurutnya, pemukiman warga sudah mulai terendam banjir.

"Hampir semua rumah yang ada di dataran rendah terendam. Apalagi areal persawahan lebih cepat lagi mengalir," ungkap Saiful.

Ia memperkirakan, jika banjir ini berlangsung selama empat atau seminggu, bisa-bisa padi yang siap tanam akan membusuk.

"Tapi kita berharap banjir tidak lama, supaya petani tidak lagi mengalami gagal panen. Seperti banjir sebelumnya yang menyebabkan padi pada mati," kata Saiful.

Tidak hanya di Kecamatan Benai, di bagian Hilir, di Kecamatan Pangean, air juga telah menggenangi lahan persawahan penduduk, seperti Desa Pembatang, dataran ini jauh lebih rendah dibandingkan Kecamatan Benai.

Sehingga air lebih cepat menggenangi pemukiman dan lahan persawahan serta akses jalan yang biasa dilalui masyarakat.

"Air sudah mulai naik lagi, membanjiri pemukiman warga dan sawah yang baru siap tanam," ujar Serpis.

Selain Desa Pembatang, di Kecamatan Pangean ini, Desa Pulau Deras, juga mengalami hal serupa, bahkan di Desa ini air lebih cepat masuk karena datarannya lebih rendah.

Seperti diakui Doris, air sudah memasuki rumahnya sejak Selasa tengah malam, bahkan seluruh kediamannya telah digenangi air.

"Dari tengah malam tadi air sudah masuk menggenangi kediaman saya," akunya.

Untuk diketahui, banjir kali ini sudah ke empat kalinya melanda Kuansing, tiga kali berlangsung diakhir tahun 2019 lalu, kemudian di tahun 2020 ini adalah yang pertama kalinya.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Polres Bengkalis Tanam 1.500 Batang Mangrove di Pesisir Pantai Pambang
- Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman di Kuansing Kebanjiran
- RPK PT Sari Lembah Subur Sukses Padamkan Karhutla di Tanjung Kuyo, Kerumutan
- Ditemukan Warga, Kucing Hutan Dirawat di Klinik Satwa BBKSDA
- LHP Bengkalis Minta Pemerintah Ada Skema Kelola Ekosistem Mangrove yang Libatkan Masyarakat
- Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Duri, Bengkalis Dikepung Banjir
- Kapolri Apresiasi Inovasi Polda Riau dan Forkopimda Riau Dalam Cegah dan Atasi Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com