Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 30 September 2020 15:59
Ribuan UMKM di Bengkalis Ajukan Bantuan Terdampak Covid-19

Rabu, 30 September 2020 15:44
PT PCR Kembali Bagi Ratusan Masker ke Rumah Ibadah di Duri

Rabu, 30 September 2020 13:49
Tak Sesuai PKPU, Bawaslu Tertibkan Baliho Peserta Pilkada Inhu

Rabu, 30 September 2020 13:39
Diterima Gubri, PT RAPP Bantu 100 Ribu Masker Berbahan Rayon

Rabu, 30 September 2020 12:58
Kecewa Pemkab dan DPRD, RT, RW dan LPM di Duri Timur Serahkan SK ke Lurah 

Rabu, 30 September 2020 11:22
Pilkada Bengkalis, Bawaslu Bengkalis Bongkar Paksa Alat Peraga Sosialisasi Paslon

Rabu, 30 September 2020 11:08
Korban Kecewa, Polda Riau Rubah DPO Penipuan Rp40 Miliar jadi Wajib Lapor

Rabu, 30 September 2020 10:32
Aniaya dan Buang Anak Kandung, Warga Pelalawan Serahkan Diri ke Polisi

Rabu, 30 September 2020 09:15
Kasus Positif Covid - 19 di Kuansing Bertambah 2 Orang

Rabu, 30 September 2020 08:02
Rugikan Negara Rp50 M, Dua Petinggi PT WIKA dalam Morupsi Jembatan Bangkinang


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 Januari 2020 13:01
Kembali Dilanda Banjir, Petani Padi Kuansing Khawatir Gagal Panen lagi

Para petani padi di Kuansing mencemaskan tanaman mereka. Takut gagal panen lagi karena banjir kembali melanda.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Banjir kembali melanda Kuansing, akibat diguyur hujan lebat tiga hari berturut-turut. Atas kondisi ini petani di Kuansing, kembali terancam gagal panen.

Banjir ini sudah melanda sejak Selasa malam, luapan air tidak hanya menggenangi areal persawahan, namun juga telah mengaliri pemukiman penduduk serta ruas jalan.

Hampir seluruh wilayah di sepanjang aliran Sungai Kuantan terendam banjir, seperti di Desa Simandolak, Kecamatan Benai, areal persawahan sudah tenggelam akibat luapan air.

"Ya sudah terandam, terutama areal persawahan, disini lebih cepat naik akibat endapan air. Jika banjir bertahan lama padi petani bisa fuso atau mati," ujar Epi, warga Simandolak, Rabu (22/1/2020) di Telukkuantan.

Hal yang sama juga diungkapkan Saiful, warga Desa Tanjuang Simandolak, Benai, menurutnya, pemukiman warga sudah mulai terendam banjir.

"Hampir semua rumah yang ada di dataran rendah terendam. Apalagi areal persawahan lebih cepat lagi mengalir," ungkap Saiful.

Ia memperkirakan, jika banjir ini berlangsung selama empat atau seminggu, bisa-bisa padi yang siap tanam akan membusuk.

"Tapi kita berharap banjir tidak lama, supaya petani tidak lagi mengalami gagal panen. Seperti banjir sebelumnya yang menyebabkan padi pada mati," kata Saiful.

Tidak hanya di Kecamatan Benai, di bagian Hilir, di Kecamatan Pangean, air juga telah menggenangi lahan persawahan penduduk, seperti Desa Pembatang, dataran ini jauh lebih rendah dibandingkan Kecamatan Benai.

Sehingga air lebih cepat menggenangi pemukiman dan lahan persawahan serta akses jalan yang biasa dilalui masyarakat.

"Air sudah mulai naik lagi, membanjiri pemukiman warga dan sawah yang baru siap tanam," ujar Serpis.

Selain Desa Pembatang, di Kecamatan Pangean ini, Desa Pulau Deras, juga mengalami hal serupa, bahkan di Desa ini air lebih cepat masuk karena datarannya lebih rendah.

Seperti diakui Doris, air sudah memasuki rumahnya sejak Selasa tengah malam, bahkan seluruh kediamannya telah digenangi air.

"Dari tengah malam tadi air sudah masuk menggenangi kediaman saya," akunya.

Untuk diketahui, banjir kali ini sudah ke empat kalinya melanda Kuansing, tiga kali berlangsung diakhir tahun 2019 lalu, kemudian di tahun 2020 ini adalah yang pertama kalinya.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tenggelam Dua Hari Lalu, Jasad Remaja Ditemukan di Muara Sungai Dumai
- Diguyur Hujan Deras, Duri Timur, Bengkalis Banjir
- Basarnas Pekanbaru dan Jambi Laksanakan Public Safety Diver 2020
- Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Bersama Yayasan Vioni Bersaudara Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Gajah Sumatera di PLG Minas Melahirkan
- Lepasliarkan Ikan Pesut, BBKSDA Riau Kerahkan Delapan Perahu dan Dua Jaring
- Tersesat ke Sungai Pelalawan, Ikan Pesut Dievakuasi Tim BBKSDA Riau ke Muara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com