Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 17:08
Andi Rachman dan Syamsuar Bakal Bersaing di Musda Golkar Riau Nanti

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:51
Prihatin dengan Kondisi Bocah Penderita TBC di Tualang, DPP-LBLK Berikan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:23
Ringankan Korban Kebakaran di Tualang, DPD LHMR-RMB Siak Salurkan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:19
Peringati HPN 2020, PWI Siak Siap Gelar Berbagai Kegiatan

Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:38
Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu

Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:29
M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR

Sabtu, 22 Pebruari 2020 19:27
Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 23 Januari 2020 20:21
Gajah TWA Buluh China Hamil

Gajah di Taman Wisata Alam Buluh Cina dikabarkan hamil. Usia kehamilan 4 minggu.

Riauterkini-PEKANBARU-Hari ini, Kamis 23 Januari 2020 merupakan hari yang menggembirakan bagi konservasi satwa Gajah sumatera di Provinsi Riau. Pasalnya, setelah diperiksa oleh deh Tika dari PE-HSD menyebutkan bahwa Ngatini hamil.

Ngatini, Gajah betina dewasa berumur 20 tahun yang hidup di kawasan konservasi TWA Buluh Cina dinyatakan positif hamil dengan perkiraan usia kandungan lebih dari 4 bulan. Ngatini bersama pasangannya Robin (22 tahun) telah didatangkan dari Pusat Latihan Gajah Riau di Minas sekitar bulan Maret 2017 untuk menarik wisatawan berkunjung ke TWA Buluh Cina.

Tentu saja kabar kehamilan Ngatini yang disampaikan drh. Tika dari tim medis satwa PR-HSD sangat menggembirakan bagi yang mendengarnya. Kabar ini disampaikan sesaat setelah dilakukan check kehamilan dengan menggunakan alat medis USG.
br> Pengecekan dilakukan bersamaan dengan peninjauan lokasi Gajah Robin dan Ngatini oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono dan Direktur Yayasan Arsari Djojohadikusumo, ibu Ari Catrini.

"Untuk pengecekan kali ini belum didapatkan jenis kelamin janin dikarenakan saat pemeriksaan Ngatini terlihat kurang nyaman dan tidak tenang sehingga pemeriksaan rencananya akan dilanjutkan esok hari," terang Kepala Bidang KSDA Wil. I, Andri Hansen Siregar.

Diharapkan, tambahnya, Ngatini dan janinnya sehat selalu sampai kelahirannya sehingga dapat menambah jumlah populasi satwa Gajah di Provinsi Riau. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Polres Bengkalis Tanam 1.500 Batang Mangrove di Pesisir Pantai Pambang
- Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman di Kuansing Kebanjiran
- RPK PT Sari Lembah Subur Sukses Padamkan Karhutla di Tanjung Kuyo, Kerumutan
- Ditemukan Warga, Kucing Hutan Dirawat di Klinik Satwa BBKSDA
- LHP Bengkalis Minta Pemerintah Ada Skema Kelola Ekosistem Mangrove yang Libatkan Masyarakat
- Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Duri, Bengkalis Dikepung Banjir
- Kapolri Apresiasi Inovasi Polda Riau dan Forkopimda Riau Dalam Cegah dan Atasi Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com