Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 25 September 2020 21:08
Pasutri Tewas Laga Kambing Vs Truck Balak di Pinggir, Bengkalis

Jum’at, 25 September 2020 19:55
Pilkada Bengkalis, Nomor "2" Sesuai Harapan AMAN

Jum’at, 25 September 2020 17:38
Berurusan dengan Polisi, Aplikasi TikTok Dibuat Konten Kawin Sejenis di Rohil

Jum’at, 25 September 2020 17:35
Diresmikan Jokowi, Tol Permai Baru Bisa Dilewati Besok dan Gratis

Jum’at, 25 September 2020 17:02
Resmikan Secara Virtual, Jokowi Ingin Tol Permai Jadi Pengembangan Ekonomi Baru

Jum’at, 25 September 2020 16:22
Pria Diduga Stres Sempat Bikin Sholat Jumat di Masjid Raya Pekanbaru Mencekam

Jum’at, 25 September 2020 14:36
Jadi Narasumber Webinar Bappenas RI, Kadispora Paparkan Strategi Kewirausahaan Ditengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 25 September 2020 13:48
Jelang Peresmian, Lokasi Peresmian Tol Permai Gerimis

Jum’at, 25 September 2020 13:25
Penyidik Bea Cukai Serahkan Dua Tersangka Penyelundupan 76 Ribu Rokok ke Kejari Pekanbaru

Jum’at, 25 September 2020 10:28
Jelang Diresmikan Presiden, Gubri Harap Tol Permai Tingkatkan Sektor Usaha


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 9 Pebruari 2020 13:02
BBKSDA Riau Temukan Bangkai Gajah di HTI Arara Abadi

BBKSDA Riau menemukan bangkai gajah di kawasan HTI PT Arara Abadi. Bangkai langsung di nekropsi.

Riauterkini-PEKANBARU-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau kembali menemukan bangkai satwa gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) di hutan tanaman industri PT Arara Abadi. Tepatnya di Distrik II KM 54, Desa Koto Pait Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Demikian diungkapkan Kepala BBKSDA Riau Suharyono. Menurutnya, bangkai gajah tersebut langsung dilakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengetahui penyebab matinya seekor gajah betina berusia diperkirakan 40 tahun di konsesi PT Arara Abadi di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Nekropsi berlangsung pada Sabtu (8/2/20) oleh dua dokter hewan BBKSDA Riau, yaitu drh. Rini Deswita, drh. Danang beserta tim medis lainnya. Hasil nekropsi menunjukan bahwa kematian gajah berkisar lima hari sebelum ditemukan. Tidak ditemukan adanya kekerasan fisik maupun keracunan sebagai penyebab kematian satwa dilindungi itu.

"Pemeriksaan patologi anatomienyebutkan penyebab kematian gajah murni gangguan pencernaan. Yaitu gastroenteritis kronis. Dimana makanan tidak dapat dicerna membuat gajah kehilangan berat badannya," terang Suharyono.

Tamuan gajah bermulai dari laporan PT Arara Abadi ke BBKSDA Riau pada Jumat (7/2/20). BBKSDA Riau langsung menurunkan tim untuk melakukan pengecekan. Setelah tim menemukan bangkai gajah, apangan Kepala BBKSDA Riau segera memerintahkan tim medis untuk menekropsi. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah dikuburan di sekitar lokasi kematian dengan menggunakan alat berat PT Arara Abadi.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Basarnas Pekanbaru dan Jambi Laksanakan Public Safety Diver 2020
- Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Bersama Yayasan Vioni Bersaudara Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Gajah Sumatera di PLG Minas Melahirkan
- Lepasliarkan Ikan Pesut, BBKSDA Riau Kerahkan Delapan Perahu dan Dua Jaring
- Tersesat ke Sungai Pelalawan, Ikan Pesut Dievakuasi Tim BBKSDA Riau ke Muara
- Jembatan Amblas, Jalurr Pekanbaru-Pangkalankerinci Putus
- Ikan Pesut Muncul di Sungai Segati Langgam Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com