Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 20:53
PSF Chapter Riau Korwil Rohul Bantu Masjid Silaturrahim Wonosri Timur

Ahad, 23 Pebruari 2020 20:23
Proyek WC Dan Menara View Bono Ambruk Sebelum Diserah Terimakan

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:58
Belasan Korban Investasi Bodong Melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau

Ahad, 23 Pebruari 2020 18:10
Perkumpulan Pengemudi Ambulance Terbentuk di Bengkalis

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:47
Gerakan Pramuka Tualang Peduli, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran di

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:40
Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP

Ahad, 23 Pebruari 2020 17:08
Andi Rachman dan Syamsuar Bakal Bersaing di Musda Golkar Riau Nanti

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 9 Pebruari 2020 13:02
BBKSDA Riau Temukan Bangkai Gajah di HTI Arara Abadi

BBKSDA Riau menemukan bangkai gajah di kawasan HTI PT Arara Abadi. Bangkai langsung di nekropsi.

Riauterkini-PEKANBARU-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau kembali menemukan bangkai satwa gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) di hutan tanaman industri PT Arara Abadi. Tepatnya di Distrik II KM 54, Desa Koto Pait Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Demikian diungkapkan Kepala BBKSDA Riau Suharyono. Menurutnya, bangkai gajah tersebut langsung dilakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengetahui penyebab matinya seekor gajah betina berusia diperkirakan 40 tahun di konsesi PT Arara Abadi di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Nekropsi berlangsung pada Sabtu (8/2/20) oleh dua dokter hewan BBKSDA Riau, yaitu drh. Rini Deswita, drh. Danang beserta tim medis lainnya. Hasil nekropsi menunjukan bahwa kematian gajah berkisar lima hari sebelum ditemukan. Tidak ditemukan adanya kekerasan fisik maupun keracunan sebagai penyebab kematian satwa dilindungi itu.

"Pemeriksaan patologi anatomienyebutkan penyebab kematian gajah murni gangguan pencernaan. Yaitu gastroenteritis kronis. Dimana makanan tidak dapat dicerna membuat gajah kehilangan berat badannya," terang Suharyono.

Tamuan gajah bermulai dari laporan PT Arara Abadi ke BBKSDA Riau pada Jumat (7/2/20). BBKSDA Riau langsung menurunkan tim untuk melakukan pengecekan. Setelah tim menemukan bangkai gajah, apangan Kepala BBKSDA Riau segera memerintahkan tim medis untuk menekropsi. Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah dikuburan di sekitar lokasi kematian dengan menggunakan alat berat PT Arara Abadi.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Polres Bengkalis Tanam 1.500 Batang Mangrove di Pesisir Pantai Pambang
- Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman di Kuansing Kebanjiran
- RPK PT Sari Lembah Subur Sukses Padamkan Karhutla di Tanjung Kuyo, Kerumutan
- Ditemukan Warga, Kucing Hutan Dirawat di Klinik Satwa BBKSDA
- LHP Bengkalis Minta Pemerintah Ada Skema Kelola Ekosistem Mangrove yang Libatkan Masyarakat
- Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Duri, Bengkalis Dikepung Banjir
- Kapolri Apresiasi Inovasi Polda Riau dan Forkopimda Riau Dalam Cegah dan Atasi Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com