Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 14 Juli 2020 22:01
Pilkada Bengkalis 2020, PKS dan PPP Kenalkan Abi Bahrun - Herman ke Publik

Selasa, 14 Juli 2020 21:46
Kantongi SK Gerindra dan Demokrat, HT- T Edy Berlayar di Pilkada Pelalawan.

Selasa, 14 Juli 2020 19:47
SKK Migas Sumbagut-KKKS Wilayah Riau dan 5 Organisasi Wartawan Gelar Webinar Jurnalistik

Selasa, 14 Juli 2020 17:51
Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban, 550 Sapi dari NTT Segera Tiba di Dumai

Selasa, 14 Juli 2020 17:10
Dua dari Tiga Pasien Covid-19 tak Memiliki Riwayat Perjalanan

Selasa, 14 Juli 2020 17:02
6.492 ASN Ikut Dukung Dukungan di Pilkada Serentak 2020

Selasa, 14 Juli 2020 17:01
"Jajan" PSK Pakai Uang Palsu, Pria di Pekanbaru Ini Dikerangkeng

Selasa, 14 Juli 2020 15:32
Penyaluran Bansos Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu Sudah 95 Persen

Selasa, 14 Juli 2020 14:59
Pilkada Bengkalis, PKS dan PPP Resmi Usung Abi Bahrun-Herman

Selasa, 14 Juli 2020 13:52
Dukungan PPP dan Nasdem Tiket Mursini - Indra Putra Bakal Ikut Pilkada Kuansing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 10 Pebruari 2020 19:34
Jaksa Peduli Satwa, Lindungi Satwa Liar dan Ekosistem

Beri pahaman perlindungan satwa liar dan ekosistem, WWF bersama Kejaksaan Negeri Kuansing melaunching Jaksa Peduli Satwa.

Riauterkini-PEKANBARU-Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi melaunching kegiatan "Jaksa Peduli Satwa". Yaitu program kolaborasi antara Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi dan Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF-Indonesia) – Sumatera Tengah di Teluk Kuantan, Kuantan Singingi, Senin, (10/2/20).

Program "Jaksa Peduli Satwa" ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi mengenai upaya perlindungan satwa liar dan ekosistemnya. Salah satu bentuk kegiatan dari program ini adalah sosialisasi dengan mengunjungi desa-desa dan memberikan penyuluhan terkait penegakan hukum terhadap satwa liar dilindungi.

“Kolaborasi antara Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi dan WWF-Indonesia berawal dari penanganan dua kasus satwa liar yang terjadi di tahun 2019 yaitu, kematian satu individu harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) akibat jerat sling dan kasus perburuan satu rangkong cula (Buceros rhinoceros).” Terang Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Hadiman SH., MH.

Peluncuran program Jaksa Peduli Satwa sangat di apresiasi Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Dr. Mia Amiati, SH., MH yang hadir di Kejari Kuansing untuk meresmikan program ini.

"Begitu banyak peraturan-peraturan terkait lingkungan dan satwa liar yang belum dipahami oleh masyarakat. Sehingga program sosialisasi ini menjadi sangat diperlukan untuk mencegah perbuatan pidana yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat." ujar Dr. Mia Amiati, SH.,MH saat memberikan kata sambutan.

Program launching ini dihadiri oleh Bupati Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini, M.Si dan Wakil Bupati. Kepala Kepolisian Resor Kuantan Singingi AKBP Hengky Poerwanto, S.IK., MM, Ketua DPRD Kuantan Andi Putra, SH., MH., Dandim Letkol. Arh Hendra Roza, dan pejabat terkait di lingkungan Kabupaten Kuantan Singingi.

"Pemerintah daerah Kabupaten Kuantan Singingi berkomitmen menjaga lingkungan dan kelestarian satwa dan menandatangani piagam kesepakatan Rimbang Baling yang bertujuan untuk menjaga alam." ujar Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini.

Acara launching kemudian dilanjutkan oleh sosialisasi mengenai perlindungan satwa dan ekosistemnya dan peran kejaksaan dalam mendukung perlindungan tersebut yang dipaparkan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Mia Amiati, SH., MH.

Sebelumnya, berlangsung kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi dan WWF- Indonesia Program Sumatera Tengah untuk pelaksanaan Program Jaksa Peduli Satwa. Harapannya bahwa kegiatan sosialisasi ini akan meningkatkan sinergi antar instansi pemerintahan dan aparat penegak hukum dalam mewujudkan komitmen bersama menjaga lingkungan hidup di Kuantan Singingi. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah
- Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis
- Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Kapolres Pelalawan Ajak Bersatu Menjaga Kampung
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Riau Luncurkan Program Gerakan Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com