Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 28 Maret 2020 15:57
Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal

Sabtu, 28 Maret 2020 13:51
Terpelset di Jamban, Lansia di Kuansing Hilang Terbawa Arus

Sabtu, 28 Maret 2020 12:49
Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona

Jum’at, 27 Maret 2020 20:44
Supir Ngantuk, Truk Tangki CPO di Duri Adu Kuat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:40
Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai

Jum’at, 27 Maret 2020 18:36
BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu Terjerat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:18
Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing

Jum’at, 27 Maret 2020 17:52
Melawan Corona, DPD IPK Riau Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Ibadah

Jum’at, 27 Maret 2020 17:50
Loyalitas Kopi Savasana Hadirkan Kudapan Berkualitas

Jum’at, 27 Maret 2020 17:43
Pelayanan E Tilang Secara Online, Kejari Pekanbaru Kirim Ratusan Bukti Pelanggar Via Go Send


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Pebruari 2020 15:41
LHP Bengkalis Minta Pemerintah Ada Skema Kelola Ekosistem Mangrove yang Libatkan Masyarakat

LHP Bengkalis berharap pemerintah mencarikan skema pengelolaan ekosistem mangrove yang tepat dengan melibatkan masyarakat dan memperhatikan kearifan dalam program penyelamatan.

Riauterkini-BENGKALIS- Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, selain terjadi abrasi disepanjang pesisir provinsi riau Khususnya di tiga pulau terluar yaitu Bengkalis, Rupat dan Rangsang, di lokasi itu saat ini juga terjadi kerusakan mangrove seluas lebih 16 ribu hektar. Untuk penyebab abrasi tersebut adalah karena karakteristik pulau-pulau itu bertanah gambut.

"Percepatan abrasi ini juga akibat hantaman gelombang laut pada bulan tertentu. Sedangkan untuk kerusakan mangrove, terjadi akibat penebangan mangrove secara ilegal,” ungkap gubernur usai mengikuti acara forum diskusi rencana penanganan abrasi di Kantor Gubernur Riau, Jumat (12/7/19) lalu.

“Abrasi ini sudah persoalan lama, pemerintah provinsi dan kabupaten harus lebih serius mencari solusi,” katanya.

Merespon pernyataan Gubri tersebut, Ketua Badan Pengurus Lingkar Hijau Pesisir (LHP) Bengkalis, Tun Ariyul Fikri meminta pemerintah untuk mencarikan skema pengelolaan ekosistem mangrove yang tepat dengan melibatkan masyarakat dalam dan memperhatikan kearifan dalam program penyelamatan ekosistem mangrove, agar alam lestari tetapi ekonomi masyarakat tetap hidup.

“Selama ini pemerintah banyak yang menyalahkan masyarakat yang mengambil kayu bakau, padahal itu mereka menebang bakau karena tidak ada pilihan pekerjaan lain. Kalau ada pilihan pekerjaan yang secara ekonomis lebih menguntungkan tentu masyarakat memilih pekerjaan lain. Pemerintah pusat sudah memberi ruang kelola hutan kepada masyarakat dengan konsep  ruang Perhutanan Sosial (PS), tapi program ini belum optimal dalam capaian targetnya di Riau,” ungkapnya kepada riauterkini.com, Selasa (18/2/20).

Ditambahkan pria yang akrab disapa David ini mengatakan, pengelolaan mangrove ini bisa dengan skema Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau Hutan Desa (HD) tergantung kondisi di lapangan dengan pemda memfasilitasi masyarakat agar mendapat izin pengelolaan kawasan mangrove dengan konsep perhutanan sosial.

"Ini memberi ruang pemanfaatan hasil hutan secara bertanggungjawab dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekosistem terjaga,” imbuhnya.***(dik/rls)



Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu Terjerat
- Melawan Corona, DPD IPK Riau Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Ibadah
- Cegah Corona, PT Musimas Semprot Desinfektan Fasilitas Umum di Pangkalan Kuras
- Petugas Kesehatan Kuansing, Sterilkan Gedung DPRD dengan Desinfektan
- Lindungi Petugas dari Covid-19, PLN tak Turunkan Petugas Cek Meteran Listrik
- Jumlah ODP Covid - 19 di Kuansing Bertambah Jadi 29 Orang
- Cegah Virus Corona, Polresta Pekanbaru Semprotkan Desinfektan Pakai Drone


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com