Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 31 Mei 2020 19:32
Kisruh Pemotongan Gaji Honorer di Bengkalis, Dewan Minta Segera Dicarikan Solusi

Ahad, 31 Mei 2020 17:10
Pengerjaan Pemeliharan Ruas Jalan Kuala Keritang Segera Dilaksanakan

Ahad, 31 Mei 2020 16:21
Hari Ini Riau Nihil Kasus Positif Covid-19

Ahad, 31 Mei 2020 08:41
16.596 KK di 136 Desa di Bengkalis Terima BLTDD Tahap Pertama

Sabtu, 30 Mei 2020 21:17
Seminar Virtual, Mendesak Pengakuan Terhadap Wilayah Adat di Riau

Sabtu, 30 Mei 2020 20:52
SD dan SMP di Bengkalis Ditambah Dua Pekan Diliburkan

Sabtu, 30 Mei 2020 18:54
Forkopimda Riau Cek Perbatasan Riau – Sumut di Rohil

Sabtu, 30 Mei 2020 15:14
Terapkan Tatanan Baru, PKB Meminta Pemkab Bengkalis Perhatikan Ponpes

Sabtu, 30 Mei 2020 11:31
Hasil Swab Negatif, 4 PDP Dipulangkan dari RSUD Telukkuantan

Sabtu, 30 Mei 2020 07:35
Dandim 0314/Inhil Pimpin Rakor dan Sosialisasi Persiapan Sambut Era New Normal


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 16 Mei 2020 15:04
Infeksi Saluran Pencernaan Kronis Tewaskan Gajah Kadang Kulim

Gajah Lembaga Konservasi Kasang Kulim ditemukan mati. Penyebab kematiannya infeksi saluran pencernaan kronis.

Riauterkini-PEKANBARU-Seekor Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Lembaga Konservasi Kasang Kulim, ditemukan mati pada Rabu, 13 Mei 2020. Hal itu disampaikan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono Sabtu (16/6/20).

Menurutnya, bangkai gajah dilakukan neukropsi tim medis BBKSDA Riau. Hasilnya, penyebab kematian satwa tersebut diduga adalah infeksi/radang saluran pencernaan secara masive dan kronis.

"Kematian gajah di Lembaga Konservasi Kasang Kulim bermula pada Rabu (13/5/20) pagi petugas melakukan pengecekan satwa gajah. Posisi gajah saat itu dalam kondisi terbaring. Petugas segera menghubungi pemilik Lrmbaga Konservasi Kasang Kulim dan memanggil pawang (Mahout) gajah untuk menginfokan gajah dalam posisi terbaring dan tidak mau bangun. Pawang gajah (Darwis) kemudian melakukan pengecekan dengan memeluk bagian kepala dan bagian belalai dan ternyata tidak ada napasnya lagi (gajah sudah dipastikan mati)," terang Suharyono.

Selanjutnya, tambah Suharyono, Balai Besar KSDA Riau segera menurunkan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan dan menurunkan tim medis untuk melakukan neukropsi yang hasilnya adanya infeksi saluran pencernaan kronis sebagai penyebab Kematian gajah.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tenayan Tertinggi Kasus DBD di Pekanbaru
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT AA
- Infeksi Saluran Pencernaan Kronis Tewaskan Gajah Kadang Kulim
- Kapal Sembako Tenggelam, Ribuan Bungkus Mie Instan Mengapung di Sungai Siak
- 2020, Pemkab Kuansing Usulkan Pembangunan 5 Jembatan Gantung ke Pusat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com