Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 5 Juli 2020 20:22
HUT BNI Ke 74, Pegawai dan SP BNI Bagikan 146.000 Paket Sembako

Ahad, 5 Juli 2020 18:17
Edar Ganja, Buruh Asal Dumai Diringkus Polres Bengkalis

Ahad, 5 Juli 2020 13:17
Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat

Ahad, 5 Juli 2020 13:14
Silaturahmi dengan Pangdam I BB, Bupati Kuansing Bahas Keamanan Pilkada Hingga Covid - 19

Ahad, 5 Juli 2020 13:06
Plh. Bupati Bengkalis Ingatkan ASN dan Honorer Jangan Dekati Narkoba

Ahad, 5 Juli 2020 11:30
Water Bombing dan Alat Berat Dikerahkan, Sebagian Besar Karla Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Padam

Ahad, 5 Juli 2020 06:35
Videonya Viral di Medsos, Polresta Pekanbaru Amankan Pelaku Penganiayaan Driver Ojol

Sabtu, 4 Juli 2020 18:32
Hari Ini Riau Termasuk Provinsi Pasien Sembuh Lebih Banyak dari Pada Kasus Baru

Sabtu, 4 Juli 2020 17:35
Riau Masuk Delapan Nominasi API

Sabtu, 4 Juli 2020 17:20
Wujudkan Mini Data Center, Diskominfo Inhil Kunjungi Data Center Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Mei 2020 16:22
Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi

Seekor Harimau Sumatera mati terjerat di lahan konsesi PT Arara Abadi. Sinar Mas, selaku induk perusahaan merasa prihatin.

Riauterkini-PEKANBARU- Sinar Mas sebagai induk PT Arara Abadi menyikapi penemuan Harimau Sumatera mati terjerat di kawasan konsesi perusahaan tersebut. Berikut ini penjelasan lengkap Head of Conservation APP Sinar Mas, Dolly Priatna yang dikirim sebagao siaran pers, Selasa (19/5/20).

Kami turut prihatin atas kematian seekor harimau di Desa Minas Barat, Riau yang diduga terjadi akibat perburuan ilegal. Harimau tersebut ditemukan dalam kondisi terjerat ketika salah satu staff PT Arara Abadi menemukan di lokasi di area konservasi Distrik Gelombang, yang merupakan bagian dari wilayah konsesi PT Arara Abadi, pada Senin, 18 Mei 2020.

Setelah mendapat laporan pihak perusahaan segera melaporkan hal ini kepada Balai Besar KSDA Riau dan segera memberangkatkan tim evakuasi dan tim medis ke lokasi. Namun, harimau tersebut ditemukan sudah dalam kondisi mati dengan jeratan di kaki kanan depannya.

PT Arara Abadi bekerja sama penuh dengan tim BKSDA dan terus memberikan dukungan dalam proses investigasi lanjutan.

Perburuan ilegal satwa kunci, termasuk dengan menggunakan jerat, merupakan praktik yang merugikan lingkungan hidup dan komunitas di sekitarnya. Oleh karena itu, APP Sinar Mas beserta berbagai unit bisnis dan pemasoknya, termasuk PT Arara Abadi, senantiasa berupaya untuk berkontribusi menekan praktik tersebut oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab di sekitar wilayah konsesi kami.

Antara lain, APP Sinar Mas sudah bekerja sama dengan Forum Harimau Kita (FHK), serta pihak berwenang seperti BKSDA Riau, BKSDA Jambi, Balai Taman Nasional Berbak-Sembilang dan unsur TNI/Polri, untuk menjalankan operasi sisir jerat di wilayah konservasi dan sekitar wilayah konsesi kami. Operasi tersebut telah kami jalankan bersama para pihak dan juga rutin setidaknya sebulan sekali secara mandiri, di sejumlah wilayah di Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan.

Melalui operasi patroli ini, tim berhasil menemukan dan membongkar pondok-pondok liar yang menyimpan alat pikat, perangkap atau jerat untuk spesies burung dan spesies mamalia besar, serta mengamankan seluruh alat jerat yang ditemukan. Menurut catatan kami selama program ini berlangsung sudah ditemukan sebanyak 70 jerat yg sudah diamankan oleh tim.

Kami juga menjalankan sosialisasi rutin untuk warga setempat tentang konservasi keragaman hayati yang dilindungi, pencegahan konflik dengan satwa liar, dampak negatif perburuan ilegal, dan mata pencaharian alternatif yang lebih berkelanjutan.

Dipandu Kebijakan Konservasi Hutan (FCP), kami senantiasa berupaya melindungi dan melestarikan spesies-spesies kunci Indonesia di seluruh area tempat kami beroperasi, termasuk di area pemasok-pemasok kami.

Upaya kami mencakup menyesuaikan rencana pengelolaan hutan kami untuk mempertimbangkan pergerakan satwa liar, membangun kantong-kantong makan, memasang sistem kamera untuk memantau populasi spesies dalam konsesi, serta sosialisasi dan pelatihan untuk karyawan dan komunitas.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK
- Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona
- Gajah TWA Buluh China Melahirkan
- PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua
- Polda Riau Himbau PKS Tak Ambil TBS Sawit dari TNTN
- Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga Pinggiran Pekanbaru
- Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Konsesi PT Arara Abadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com