Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 3 Agustus 2020 21:25
Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai

Senin, 3 Agustus 2020 20:45
Sri Barat Diyakini Berpotensi Sapu Bersih Dukungan Swing Voters di Pilkada Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 20:21
Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat

Senin, 3 Agustus 2020 19:38
Demokrasi di Riau Kategori Level Sedang

Senin, 3 Agustus 2020 19:11
Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil

Senin, 3 Agustus 2020 18:19
Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban

Senin, 3 Agustus 2020 17:31
21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara

Senin, 3 Agustus 2020 17:03
Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu

Senin, 3 Agustus 2020 16:18
Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 15:35
Distan Bengkalis Berkurban Tiga Sapi dan Dua Kambing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 11 Juli 2020 20:51
Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah

Warga desa Lahang Baru akan lakukan tanam sela Kaliandra Merah. Kades dan Poktan Ternak Sapi mendukung.

Riauterkini-PEKANBARU-Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Kaliandra Merah Indragiri Hilir akan melakukan tanam sela Kaliandra Merah di Desa Lahang Baru Indragiri Hilir. Demikian diungkapkan Ketua DPC Aspekari Inhil, Zainudin Asro, SE, Sabtu (11/7/20) usai m lakukan sosialisasi manfaat menanam Kaliandra Merah.

Menurutnya, pelaksanaan tanam sela merupakan upaya memanfaatkan lahan di sela sela kelapa dan pinang untuk ditanam Kaliandra Merah. Tujuannya agar lahan tidur bisa memiliki nilai ekonomi.

"Kita akan melakukan tanam sela Kaliandra Merah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk itu kita lakukan sosialisasi kepada Poktan di desa Lahang Baru Kabupaten Inhil," terangnya.

Menurutnya, sosialisasi tanam sela Kaliandra Merah diikuti oleh banyak peserta. yaitu beberapa Kepala Desa, ketua BPD, ketua Bumdes dan masyarakat petani serta pelaku usaha peternakan sapi.

Tanam Sela Kaliandra Merah selain bertujuan untukeningkatkan kesejahteraan petani dan warga desa pada umumnya, juga menjadikan lahan tidur memiliki nilai ekonomis. Karena kondisi saat ini lahan di sela sela kelapa cenderung tidak dimanfaatkan.

Kades Lahang Baru, Abdul Rahim sangat mendukung dan berterimakasih telah diberikan edukasi yang luar biasa demi majunya desa. Karena dengan tanam sela Kaliandra Merah, petani mendapatkan penghasilan sampingan yang cukup lumayan.

"Lahan yang selama ini semak tak terurus, dengan tanam sela Kaliandra Merah akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan warga pada umumnya," terangnya.

Sugito, ketua kelompok tani ternak sapi Desa Lahang yang mengikuti acara sosialisasi tanam sela Kaliandra Merah sangat antusias. Karena dengan adanya tanam sela Kaliandra Merah akan tercukupi pakan ternak sapi mereka.

"Saat ini sapi di kelompok taninya sudah berjumlah 250 ekor lebih, sangat butuh sumber pakan seperti kaliandra ini. Setelah tersedia pakan kaliandra yang cukup, ia berharap pihak terkait membantu Chopper rumput dan kandang agar sapi mengumpul," harapnya.

Nilai Ekonomis Kaliandra Merah

Kaliandra merah merupakan tanaman perdu dengan cukup sekali tanam mampu hidup puluhan tahun serta tidak membutuhkan perawatan seperti tanaman lainnya. Batang tanaman kaliandra merah merupakan bahan baku pembuatan wood pellet sebagai energi terbarukan. Tingginya tingkat kalori pada tanaman ini bahkan mampu menyamai energi fosil batubara, sehingga membudidayakan tanaman ini di perdesaan secara tidak langsung desa akan memiliki cadangan energi dan tentunya sangat ramah lingkungan.

Tersedianya wood pellet yang cukup akan sangat membantu pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan energi nasional baik untuk pemerintah maupun bagi pelaku ekonomi. Melimpahnya wood pellet juga akan memudahkan pemerintah untuk menyediakan listrik bagi masyarakat maupun bagi industri. Bahkan wood pellet kaliandra merah memiliki potensi ekspor mengingat banyak negara yang sangat membutuhkan energi hijau ramah lingkungan ini.

Kedua, disamping potensi batang, daun kaliandra merah merupakan daun yang memiliki kandungan protein sangat tinggi. Tingginya protein ini merupakan potensi bagi masyarakat sebagai bahan pakan ternak seperti sapi dan kambing. Bahkan daun kaliandra juga mampu dibuat pellet hijau sebagai bahan pakan ikan. Jika tersedia pakan yang cukup bagi ternak maupun ikan, maka masyarakat desa akan mampu membudidayakan ternak dan ikan. Potensi ini akan membangkitkan peternakan dan perikanan di desa bahkan akan mampu menjadikan desa-desa sebagai penghasil daging maupun ikan dimasa mendatang.

Bahkan, tersedianya daun kaliandra merah yang melimpah, dapat dimanfaatkan oleh badan usaha milik desa (BUMDES) sebagai salah satu program inovasi desa untuk membudidayakan ternak sapi dan kambing dengan menggunakan kandang modern yang mampu mengolah limbah kotoran ternak menjadi biogas. Selama ini inovasi biogas dengan menggunakan limbah kotoran ternak tidak berjalan maksimal karena pemeliharaan sapi di perdesaan cenderung dilakukan secara liar sehingga limbah kotoran ternak sulit untuk dimanfaatkan.

Selain itu, limbah hasil proses pembentukan biogas ini juga secara langsung dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman padi, palawija dan berbagai tanaman lain.

Ketiga, selain manfaat yang diperoleh dari batang dan daun, masyarakat desa akan memperoleh manfaat dari bunga kaliandra. Tingginya nextar pada bunga kaliandra merah merupakan sumber utama pakan lebah madu, sehingga akan mampu membangkitkan usaha lebah madu di perdesaan. Bahkan tingginya nextar pada kaliandra merah ini membuat madu kaliandra memiliki nilai jual yang sangat tinggi bahkan mampu menembus pasar ekspor.

Disamping itu, selain menghasilkan madu kaliandra, peternak lebah juga dapat memperoleh bee polan yang memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat dipanen harian. Keempat, dengan terbukanya pangsa pasar wood pellet baik untuk kebutuhan lokal dalam negeri maupun kebutuhan ekspor, merupakan satu jaminan bagi petani kaliandra merah bahwa pabrik/industri wood pellet akan membutuhkan bahan baku kayu kaliandra secara terus menerus.

Selain manfaat tersebut diatas, tanaman kaliandra merah juga mampu mengembalikan unsur hara tanah, mampu ditanam dilahan tandus, bahkan bisa ditanam ditanah dengan struktur gambut kering sebagai upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, tanaman ini memiliki ketahanan terhadap cuaca panas atau kemarau.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dinas PUPRKPP Riau Perbaiki Portal Jembatan Letton yang Nyaris Tumbag
- Belum Diumumkan Sebagai Kakan Kemenag, Hasil Tracking MR Ada Warga Pelalawan Tertular Corona
- Ayo, Uji Nyali di Derasnya Jeram Sungai di Pangkalan Indarung, Kuansing
- Bangun Pusat Konservasi Harimau Sumatera, BBKSDA Riau MoU dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo
- PKS PT SIPP Duri Diduga Picu Polusi, RSF Sebut Kesehatan Masyarakat Harus Dijaga
- KKN UR Desa Pauh Angit, Kuansing Racik Jamu Herbal Penangkal Covid - 19
- Tercemar Limbah PKS PT SP, Air Sungai Kerumutan di Pelalawan Sehitam Oli Bekas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com