Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 6 Agustus 2020 18:56
Covid 19, Transaksi Digital Meningkat

Kamis, 6 Agustus 2020 18:54
Juli 2020, Riau Alami Deflasi 0,24 Persen

Kamis, 6 Agustus 2020 18:29
Tambah 15, Siak Masih Terbanyak Kasus Terkonfirmasi Covid-19

Kamis, 6 Agustus 2020 17:33
JFX Cabut SPAB PT AMF

Kamis, 6 Agustus 2020 16:58
HMI Minta Kejati Riau Tuntaskan Kasus Korupsi di Pemkab Siak

Kamis, 6 Agustus 2020 16:55
Anggota DPD RI Berkunjung ke Bawaslu Kuansing

Kamis, 6 Agustus 2020 16:36
Polairud Bengkalis Musnahkan 30 Ton Gula Pasir Ilegal dari Malaysia

Kamis, 6 Agustus 2020 16:32
Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan PT Arara Abadi Dalam Karhutla

Kamis, 6 Agustus 2020 14:50
Selain Pendakwah, UAS Juga Penyair

Kamis, 6 Agustus 2020 14:31
Didampingi Rektor UMRI, Ketum FERARI Resmi Buka PKPA & UPA di Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 27 Juli 2020 15:49
Jomblo, Gajah Betina di Rohil Dievakuasi

Mempertimbangkan keselamatan, populasi dan konflik, gajah jomblo di Rohil dievakuasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Hasil survey populasi kantong Gajah sumatera yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau bersama mitra pada tahun 2018 menunjukan bahwa masih terdapat populasi Gajah sebanyak 1 ekor di kantong Gajah Rokan Hilir. Berdasarkan hasil identifikasi, 1 (satu) ekor Gajah berjenis kelamin betina memiliki bobot lebih dari 4 ton dan diperkirakan berumur 50 th.

Pada tanggal 22-26 Juli 2020, Balai Besar KSDA Riau bersama Yayasan TNTN, Wildlife Conservation Indonesia, Kepolisian dan masyarakat melakukan survey dan evakuasi terhadap Gajah tunggal dengan mempertimbangkan keselamatan individu, peluang untuk berkembang biak dan menghentikan konflik yang terjadi dengan manusia (sesuai Dokumen Rencana Tindakan Mendesak Penyelamatan Gajah Sumatera Tahun 2020 - 2023) .

Evakuasi dilakukan di Desa Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir. Gajah tunggal berhasil di evakuasi pada hari Minggu, 26 Juli 2020 sekitar pukul 03.00 wib dengan menggunakan 2 (dua) ekor Gajah jinak yaitu Bankin dan Indah.

"Selanjutnya Gajah tunggal tersebut dibawa ke PLG Sebanga untuk pemeriksaan medis dan pemantauan perilaku," terang Kepala BBKSDA Riau, Suharyono Senin, (27/7/20).

Menurut Suharyono, kegiatan pelepasliaran (Release), langsung setelah evakuasi tidak dimungkinkan karena perilaku Gajah yang agak jinak dikhawatirkan tidak dapat eksis lagi di alam dan menimbulkan konflik baru dengan manusia.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Inhil Tinjau Lokasi Longsor di Kecamatan Tembilahan Hulu
- Kawanan Gajah Sambangi Kebun Sawit Warga Semunai
- Dinas PUPRKPP Riau Perbaiki Portal Jembatan Letton yang Nyaris Tumbag
- Belum Diumumkan Sebagai Kakan Kemenag, Hasil Tracking MR Ada Warga Pelalawan Tertular Corona
- Ayo, Uji Nyali di Derasnya Jeram Sungai di Pangkalan Indarung, Kuansing
- Bangun Pusat Konservasi Harimau Sumatera, BBKSDA Riau MoU dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo
- PKS PT SIPP Duri Diduga Picu Polusi, RSF Sebut Kesehatan Masyarakat Harus Dijaga


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com