Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 September 2020 20:20
Satgas Turun ke Jalan Cek Warga Bengkalis Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Selasa, 22 September 2020 19:23
5.701 Kasus, Lemahnya Kesadaran Protokol Kesehatan Sebabkan Kasus Cobid Meningkat

Selasa, 22 September 2020 19:09
Diduga Jatuh dari Pohon, Pria Penjerat Burung di Bathin Solapan, Bengkalis Tewas

Selasa, 22 September 2020 18:51
Satgas Pemburu Teking Covid-19 Mulai Aksi, Kapolres Rohul Ingatkan Masyarakat Pakai Masker

Selasa, 22 September 2020 18:03
Ratusan Pekerja PT Padasa Enam Utama Dirikan Tenda di Disnakertran Riau

Selasa, 22 September 2020 17:29
Polres Inhil Berhasil Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kardus Miras

Selasa, 22 September 2020 17:25
Disdukcapil Pelalawan Tutup, 4 Pegawai Terpapar Covid-19

Selasa, 22 September 2020 17:06
Cegah Covid-19 Meluas, BPBD Rohul Kembali Bagikan Ribuan Masker Gratis

Selasa, 22 September 2020 16:40
Jalan Penghubung Tiga Desa di Siakkecil, Bengkalis Belumpow

Selasa, 22 September 2020 16:35
Semua Ornamen Melayu Fly Over Dicopot, Diganti Dengan Cat


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 Juli 2020 18:24
KKN UR Desa Pauh Angit, Kuansing Racik Jamu Herbal Penangkal Covid - 19

Mahasiswa KKN UR di Pangean, Kuansing racik jamu herbal penangkal Covid - 19. Jamu yang dibuat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Mahasiswa Kukerta Universitas Riau, Desa Pauh Angit, Kecamatan Pangean, Kuansing, racik jamu herbal penangkal Covid - 19.

Langkah ini dilakukan mahasiswa Kukerta guna menangkal virus yang diresmikan WHO pada bulan Maret 2020 lalu, dimana menjadi salah satu pandemic yang mengkhawatirkan di seluruh penjuru dunia.

Selain itu, Kukerta UR juga membantu peranan pemerintah dalam menangani Covid -19 yang dinilai sudah cukup bagus, seperti himbauan secara langsung maupun tidak langsung.

Himbauan secara langsung dari pemerintah tersebut seperti penerapan razia masker, tidak diperbolehkannya mengadakan perkumpulan dan lain sebagainya.

Sedangkan himbauan tidak langsung seperti pemasangan spanduk dan poster tentang Covid - 19.

Mengenai penularan virus corona ini disebabkan lemahnya immune (kekebalan tubuh). Untuk meningkatkan immune tubuh itu dapat dilakukan melalui cara - cara tradisional seperti mengkonsumsi jamu herbal.

Maka dari itu, Tim Pengabdian Universitas Riau, desa Pauh Angit Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi, berinisiatif membuat jamu herbal yang aman dikonsumsi bagi masyarakat dalam meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemic ini.

Jamu herbal yang dibuat oleh Tim Pengabdian Universitas Riau desa Pauh Angit, berasal dari tanaman-tanaman herbal yang biasa dikonsumsi seperti kunyit, jahe, serai, kayu manis, dan gula aren.

Proses pembuatan jamu herbal diracik sendiri oleh Tim Pengabdian Universitas Riau desa Pauh Angit di rumah salah satu warga desa Pauh Angit. Pembuatan jamu herbal direbus selama 30 menit kemudian dikemas dengan kemasan yang sudah diberi label oleh Tim Pengabdian Kukerta Universitas Riau.

Selanjutnya, jamu herbal diberikan secara gratis kepada masyarakat Pauh Angit. Tim Pengabdian Kukerta Unri membagikan jamu tersebut dengan mendatangi rumah -rumah warga Pauh Angit.

“Ketika kami membagikan jamu tersebut, banyak warga yang tidak berminat untuk mengkonsumsi jamu tersebut. Sehingga kami mensosialisasikan khasiat jamu tersebut. Kami menjelaskan kepada warga bahwa jamu herbal ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” ujar salah satu Mahasiswa, Senin (27/72020) di Desa Pauh Angit.

Sementara itu, salah seorang warga desa Pauh Angit, Rikel menyebutkan, pembuatan jamu herbal merupakan salah satu program kerja yang sangat bagus dilakukan pada masa pandemic virus corona.

Menurutnya, dengan adanya pembuatan jamu, maka masyarakat mengetahui khasiat tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar.

"Dengan mengkonsumsi jamu herbal tentunya akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta dapat memutus mata rantai penularan virus Corona," sebut Rikel.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Gajah Sumatera di PLG Minas Melahirkan
- Lepasliarkan Ikan Pesut, BBKSDA Riau Kerahkan Delapan Perahu dan Dua Jaring
- Tersesat ke Sungai Pelalawan, Ikan Pesut Dievakuasi Tim BBKSDA Riau ke Muara
- Jembatan Amblas, Jalurr Pekanbaru-Pangkalankerinci Putus
- Ikan Pesut Muncul di Sungai Segati Langgam Pelalawan
- Hasil Mediasi, DLH Dumai Bersihkan Sampah Dikawasan Pertamina Patra Niaga
- Hari Perhubungan Nasional 2020, Dishub Pelalawan Bagikan Masker Gratis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com