Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 1 Oktober 2020 13:16
Korupsi Jalan, Mantan Bupati Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara

Kamis, 1 Oktober 2020 13:11
Dampak Protes RT, RW dan LPM, Pelayanan Publik di Duri Timur Lesu

Kamis, 1 Oktober 2020 12:50
BNI Kukuhkan Team Covid Rangers Riau,Sumbar dan Kepri

Kamis, 1 Oktober 2020 11:08
Bahas Terorisme, FKPT Gelar Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia

Kamis, 1 Oktober 2020 10:39
PJs Bupati Kuansing Dampingi Kakanwil Kemenag Letakkan Batu Pertama Asrama Terpadu

Kamis, 1 Oktober 2020 10:19
Video, Pandemi Corona Hadapi dengan 3M dan Pola Hidup Sehat

Kamis, 1 Oktober 2020 09:49
Dikunjungi KONI Pekanbaru, KONI Bengkalis Dukung Porkot dan Porkot Serentak di Riau

Kamis, 1 Oktober 2020 09:37
Kegiantan Bina Imtaq Polres Inhil Ikuti Protokol Kesehatan

Kamis, 1 Oktober 2020 08:57
Pemprov Riau Perpanjang Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga 15 Desember

Kamis, 1 Oktober 2020 06:50
RT dan RW Duri Timur Kembalikan SK, Dewan Baru Tau Ada Pemotongan Insentif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 29 Juli 2020 11:14
PKS PT SIPP Duri Diduga Picu Polusi, RSF Sebut Kesehatan Masyarakat Harus Dijaga

Keberadaan PKS PT SIPP diduga memicu polisi. RSF minta pemerintah komit jaga kesehatan masyarakat.

Riauterkini - DURI - Banyaknya keluhan masyarakat disekitar areal Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sawit Inti Prima Perkasa (SIPP) yang beralamat di Jalan Rangau, Kilometer 6, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis membuat Komunitas Pencinta Lingkungan Rimba Satwa Fondation (RSF) buka suara. Terutama bagi warga Jalan Kayangan ujung yang sangat merasakan dampak aroma tidak sedap itu.

Hal tersebut diungkapkan Zulhusni Sukri selaku Ketua Pencinta Komunitas Lingkungan RSF yang merasa prihatin akan keluhan masyarakat tersebut.

"Kita sudah resah dengan aroma bau busuk diduga berasal dari pabrik PT SIPP ini.Bau busuk ini cendrung kita rasakan diwaktu - waktu tertentu dimalam hari. Berhubung Base camp kami berada di jalan kayangan, dimana jarak atau radiusnya hanya beberapa Kilometer saja dari pabrik,"ungkapnya.

Dikatakan Husni, ternyata yang dirasakan dirinya tidak jauh berbeda dengan yang dirasakan masyarakat sekitar. "Apa yang kami rasakan ternyata sama seperti yang dirasakan masyarakat Kelurahan Babussalam dan Air Jamban. Tentunya hal itu menjadi pertanyaan bagi kita terhadap PKS ini terkait prosedur berdirinya Pabrik yang diduga tidak punya kebun inti. Nah, dari mana sumber buah yang didapat pabrik?,Apakah PKS ini tampung buah sawit dari kawasan hutan lindung,"tudingnya menduga.

Selain itu, Husni berharap kepada Legislatif Negeri Sri Junjungan dan DLHK segera menyelesaikan dengan tuntas keluhan tersebut."Masyarakat butuh hidup nyaman, PKS harus memperhatikan dengan baik dan serius terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktifitas pabrik,"pintanya.

Menanggapi keluhan itu, Humas PT SIPP, Zainol Hasan Tanjung saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp nya belum menjawab dengan fokus inti permasalahaan."Wa'alaikumsalam Brother, apa kabar. Napa Aromanya itu,"jawabnya singkat.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kodim 0314/Inhil dan Polres Inhil Goro Massal Bersihkan Parit
- Tenggelam Dua Hari Lalu, Jasad Remaja Ditemukan di Muara Sungai Dumai
- Diguyur Hujan Deras, Duri Timur, Bengkalis Banjir
- Basarnas Pekanbaru dan Jambi Laksanakan Public Safety Diver 2020
- Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Bersama Yayasan Vioni Bersaudara Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Gajah Sumatera di PLG Minas Melahirkan
- Lepasliarkan Ikan Pesut, BBKSDA Riau Kerahkan Delapan Perahu dan Dua Jaring


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com