Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 6 Agustus 2020 18:56
Covid 19, Transaksi Digital Meningkat

Kamis, 6 Agustus 2020 18:54
Juli 2020, Riau Alami Deflasi 0,24 Persen

Kamis, 6 Agustus 2020 18:29
Tambah 15, Siak Masih Terbanyak Kasus Terkonfirmasi Covid-19

Kamis, 6 Agustus 2020 17:33
JFX Cabut SPAB PT AMF

Kamis, 6 Agustus 2020 16:58
HMI Minta Kejati Riau Tuntaskan Kasus Korupsi di Pemkab Siak

Kamis, 6 Agustus 2020 16:55
Anggota DPD RI Berkunjung ke Bawaslu Kuansing

Kamis, 6 Agustus 2020 16:36
Polairud Bengkalis Musnahkan 30 Ton Gula Pasir Ilegal dari Malaysia

Kamis, 6 Agustus 2020 16:32
Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan PT Arara Abadi Dalam Karhutla

Kamis, 6 Agustus 2020 14:50
Selain Pendakwah, UAS Juga Penyair

Kamis, 6 Agustus 2020 14:31
Didampingi Rektor UMRI, Ketum FERARI Resmi Buka PKPA & UPA di Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 29 Juli 2020 11:14
PKS PT SIPP Duri Diduga Picu Polusi, RSF Sebut Kesehatan Masyarakat Harus Dijaga

Keberadaan PKS PT SIPP diduga memicu polisi. RSF minta pemerintah komit jaga kesehatan masyarakat.

Riauterkini - DURI - Banyaknya keluhan masyarakat disekitar areal Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sawit Inti Prima Perkasa (SIPP) yang beralamat di Jalan Rangau, Kilometer 6, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis membuat Komunitas Pencinta Lingkungan Rimba Satwa Fondation (RSF) buka suara. Terutama bagi warga Jalan Kayangan ujung yang sangat merasakan dampak aroma tidak sedap itu.

Hal tersebut diungkapkan Zulhusni Sukri selaku Ketua Pencinta Komunitas Lingkungan RSF yang merasa prihatin akan keluhan masyarakat tersebut.

"Kita sudah resah dengan aroma bau busuk diduga berasal dari pabrik PT SIPP ini.Bau busuk ini cendrung kita rasakan diwaktu - waktu tertentu dimalam hari. Berhubung Base camp kami berada di jalan kayangan, dimana jarak atau radiusnya hanya beberapa Kilometer saja dari pabrik,"ungkapnya.

Dikatakan Husni, ternyata yang dirasakan dirinya tidak jauh berbeda dengan yang dirasakan masyarakat sekitar. "Apa yang kami rasakan ternyata sama seperti yang dirasakan masyarakat Kelurahan Babussalam dan Air Jamban. Tentunya hal itu menjadi pertanyaan bagi kita terhadap PKS ini terkait prosedur berdirinya Pabrik yang diduga tidak punya kebun inti. Nah, dari mana sumber buah yang didapat pabrik?,Apakah PKS ini tampung buah sawit dari kawasan hutan lindung,"tudingnya menduga.

Selain itu, Husni berharap kepada Legislatif Negeri Sri Junjungan dan DLHK segera menyelesaikan dengan tuntas keluhan tersebut."Masyarakat butuh hidup nyaman, PKS harus memperhatikan dengan baik dan serius terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktifitas pabrik,"pintanya.

Menanggapi keluhan itu, Humas PT SIPP, Zainol Hasan Tanjung saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp nya belum menjawab dengan fokus inti permasalahaan."Wa'alaikumsalam Brother, apa kabar. Napa Aromanya itu,"jawabnya singkat.*(hen)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bupati Inhil Tinjau Lokasi Longsor di Kecamatan Tembilahan Hulu
- Kawanan Gajah Sambangi Kebun Sawit Warga Semunai
- Dinas PUPRKPP Riau Perbaiki Portal Jembatan Letton yang Nyaris Tumbag
- Belum Diumumkan Sebagai Kakan Kemenag, Hasil Tracking MR Ada Warga Pelalawan Tertular Corona
- Ayo, Uji Nyali di Derasnya Jeram Sungai di Pangkalan Indarung, Kuansing
- Bangun Pusat Konservasi Harimau Sumatera, BBKSDA Riau MoU dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo
- PKS PT SIPP Duri Diduga Picu Polusi, RSF Sebut Kesehatan Masyarakat Harus Dijaga


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com