Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 29 September 2020 20:38
DPRD Inhu Tolak Pengesahan APBD Perubahan 2020

Selasa, 29 September 2020 20:34
Pijar Melayu Sayangkan Wabup Halim yang Abaikan Keselamatan Publik

Selasa, 29 September 2020 20:10
Pandemi Covid, Ujian SKB CPNS Pemprov Riau Tetap Digelar

Selasa, 29 September 2020 20:07
Pilkada Bengkalis, ES4 Prioritaskan Penidikan dan Kesejahteraan Petani Sawit

Selasa, 29 September 2020 18:54
Bertambah 236, Pekanbaru Masih Terbanyak Kasus Covid-19

Selasa, 29 September 2020 18:43
Buka Rakor Sentra Gakumdu, Kapolda Dukung Keputusan Bawaslu

Selasa, 29 September 2020 16:49
Ditaja Forum Dosen, Gubri dan Sandia Uno akan Jadi Pembicara Acara Seminar Nasional

Selasa, 29 September 2020 16:31
Bawa Senpi dan 13 Kg Sabu, Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polisi di Siak Hulu Kampar

Selasa, 29 September 2020 16:16
BNNP Riau Bongkar Sindikat Narkoba Nasional Dikendalikan dari Lapas Pekanbaru

Selasa, 29 September 2020 12:37
Bupati Kuansing, Bantu Uang Pembinaan untuk Atlet dan Pelatih Cabor


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 29 Juli 2020 16:48
Bangun Pusat Konservasi Harimau Sumatera, BBKSDA Riau MoU dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo

Jaga kelestarian habitat harimau sumatera, BBKSDA Riau tandatangani MOU dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo bangun Pusat Konservasi Harimau Sumatera.

Riauterkini-PEKANBARU-Disaksikan Dirjen KSDAE, Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Rabu (29/7/20) Kepala Balai Besar KSDA Riau dengan Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo, melakukan penandatanganan MoU untuk konservasi spicies dan habitat Harimau Sumatera khususnya pada habitat ekosistem rawa gambut.

Latar belakang dari kerjasama ini adalah intensitas konflik Harimau Sumatera dan manusia yang sering terjadi di Provinsi Riau.

"Belum adanya tempat rehabilitasi Harimau Sumatera di Provinsi Riau, tingginya ancaman perburuan dan aktivitas ilegal, perubahan dan degradasi serta fragmentasi habitat yang terjadi sebagai akibat dari menyempitnya habitat karena peralihan kawasan menjadi perkebunan, pemukiman dan HTI sehingga area jelajahnya menjadi terbatas dan sebagian besar berada di luar kawasan konservasi," terang Kepala BBKSDA Riau, Suharyono.

Kasus kematian satwa liar terkhusus Harimau Sumatera menurut Suharyono beberapa kali terjadi. Terutama disebabkan karena kegiatan perburuan dengan pemasangan jerat satwa. Disamping kematian, juga menimbulkan adanya luka yang perlu penanganan secara medis.

"Upaya untuk melakukan pencegahan yang saat ini dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan operasi atau patroli sisir jerat secara rutin," tambahnya.

Menurut Suharyono, dengan melihat permasalahan yang terjadi selama ini terhadap Harimau Sumatera, maka Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatera di Provinsi Riau harus segera direalisasikan. Pembangunan Pusat Konservasi Harimau Sumatera akan dilaksanakan di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Dimana areal kerjasama meliputi juga di Suaka Margasatwa Bukit Batu, Desa Temiang, Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.

"Keunggulan dari pusat konservasi ini adalah lokasi berada dalam Zona Inti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu, memiliki kurang lebih 200 ribu hektar Hutan Primer Rawa Gambut, populasi satwa mangsa yang melimpah, dan dukungan Pemerintah Daerah. Adapun kemanfaatan yang ingin dicapai, kelestarian dan peningkatan populasi Harimau Sumatera, sebagai tempat pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan, peluang usaha ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan kegiatan ekowisata/wisata terbatas," kata Suharyono.

Komitmen dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo untuk Konservasi Harimau Sumatera, mendapatkan apreasiasi yang tinggi dari Ditjen KSDAE Kementerian LHK.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tenggelam Dua Hari Lalu, Jasad Remaja Ditemukan di Muara Sungai Dumai
- Diguyur Hujan Deras, Duri Timur, Bengkalis Banjir
- Basarnas Pekanbaru dan Jambi Laksanakan Public Safety Diver 2020
- Satgas Gaklin Prokes Covid 19 Inhil Bersama Yayasan Vioni Bersaudara Lakukan Penyemprotan Disinfektan
- Gajah Sumatera di PLG Minas Melahirkan
- Lepasliarkan Ikan Pesut, BBKSDA Riau Kerahkan Delapan Perahu dan Dua Jaring
- Tersesat ke Sungai Pelalawan, Ikan Pesut Dievakuasi Tim BBKSDA Riau ke Muara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com