Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 5 Desember 2020 19:00
Jumlah Pasien Sehat Covid-19 Lebih Banyak Dibanding Positif

Sabtu, 5 Desember 2020 15:28
Pasien Positif Covid-19 di Kuansing Hari ini Kembali Nihil

Sabtu, 5 Desember 2020 15:27
Ibunda Pj. Bupati Tutup Usia, Dandim 0303/Bengkalis Sampaikan Belasungkawa

Sabtu, 5 Desember 2020 15:06
Pilkada, Bawaslu Bengkalis Ingatkan Paslon Patuhi Aturan

Sabtu, 5 Desember 2020 14:51
726 Lulusan Umri Diwisuda, Acrom Casani Tampil sebagai Pemuncak Tingkat Universitas

Sabtu, 5 Desember 2020 13:25
Optimis Menangi Pilkada Pelalawan, Tim HT Fokus Kawal Pencoblosan 9 Desember

Sabtu, 5 Desember 2020 12:44
Polres Inhil Gelar Pengamanan Perlintasan Persepeda di Tembilahan

Sabtu, 5 Desember 2020 12:41
Kabur ke Sumbar, Polda Riau Tangkap Pelaku Penganiaya Guru Ngaji Pesantren TDM

Sabtu, 5 Desember 2020 10:24
Utusan Riau Juara III Seleksi Abdiyasa Teladan Tingkat Nasional

Sabtu, 5 Desember 2020 08:12
Merasa Difitnah, Hendri Along Bersiap Lapor ke Polisi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 Nopember 2020 13:04
Di Kuansing Ada Warga Sejumlah Desa Harus Menantang Maut Lewati Sungai

Sejumlah desa di Kuansing masih terisolir. Jembatan abruk bertahun terbiar. Warga harus menantang arus untuk keluar-masuk.

Riauterkini - PEKANBARU - Seakan tak terjamah pemerintah ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Logas Tanah Darat dan Kecamatan Singingi Hilir, Kunatan Singingi kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan jalan yang beberapa tahun lalu menjadi akses utama menuju dua kecamatan itu kini tidak lagi banyak dilalui masyarakat.

Bukan hanya aksesnya yang sulit yakni berlumpur dan licin saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau, tapi juga putusnya jembatan yang menghubungkan dua kecamatan itu.

Walianto warga Logas Tanah Darat kepada riauterkini.com menceritakan, ruas jalan itu kondisinya rusak tanpa ada sentuhan dari pemerintah bertahun-tahun lalu. "Ini sebetulnya akses utama di dua kecamatan, tapi kayaknya tidak dipedulikan oleh pemerintah," terangnya, Jumat (06/11/20)

Youtuber yang akrab disapa Aak ini bercerita, bukan hanya kondisi jalan yang rusak, kondisi yang miris juga tampak di jembatan yang putus di wilayah itu.

Sejak 6 tahun terakhir, warga terpaksa harus berputar melewati jalan lain untuk menuju dua kecamatan itu. "Untuk roda dua masih bisa lewat karena ada masyarakat yang menyediakan jasa penyeberangan menggunakan rakit. Ongkosnya Rp5000 sekali menyebrang," katanya.

"Bukan masalah uangnya, tapi minimnya kemanan saat menyebrangi sungai itu yang buat kita miris. Rakitnya hanya dipaut satu sampai dua tali saja. Apalagi jika musim penghujan air sungai naik," imbuhnya.

Sementara lanjut Aak, untuk masyarakat yang menggunakan roda empat harus berputar melewati jalan lain yang memasuki sebuah PT perkebunan diwilayah itu. Itupun waktunya hanya sampai jam 7 malam. Di atas itu gerbang perusahaan itu di tutup dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.

" Memang ada jalan lain lagi mas, tapi jalan alternatif ini masih rawan begal. Jadi masyarakat takut lewat jalan itu," paparnya.

Aak sangat sedih melihat buruknya jalan ini. Bagaimana tidak akibat kondisinya yang hancur dan jembatan yang putus, menghambat masyarakat dalam mencukupi kebutuhannya sehari- hari. Artinya, roda perekonomian masyarakat terganggu dengan sulitnya akses jalan ini.

Bukan hanya itu, sebetulnya terdapat beberapa objek wisata yang justru dapat meningkatkan perekonomian warga jika ruas jalan yang diperkirakan sepanjang 15 kilometer mendapat perhatian pemerintah.

"Impian kami pemerintah peduli dengan kondisi akses ini, memperbaiki jembatan yang putus sehingga warga bisa kembali beraktifitas lebih leluasa lagi dan lebih mudah lagi," harapnya.***(arl)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Rambah Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Di-Legal Standing
- DLHK Pekanbaru Ajak Seluruh Masyarakat Nabung Sampah
- Kementerian LHK Berikan Penghargaan Lifetime Achievement Award kepada Alm Haidir Anwar Tanjung
- Bupati Kuansing Imbau Warga Waspada Banjir
- Berita dan Video,
Masyarakat Rohil Diimbau Waspada Terhadap Banjir