Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 26 Pebruari 2021 10:09
BUMDes Jangkang Sejahtera Penyumbang PADes Tertinggi di Kabupaten Bengkalis

Jum’at, 26 Pebruari 2021 09:53
Latih Personel Atasi Karhutla, Polda Riau Gandeng PT RAPP

Jum’at, 26 Pebruari 2021 08:56
Kanwil Kemenkumham Riau Terima Penghargaan Penyelenggara Bantuan Hukum Terbaik 2020

Jum’at, 26 Pebruari 2021 08:37
Ilog di Hutan Lindung Bukit Batabuah Bikin Obyek Wisata di Kuansing Hilang Pesona

Kamis, 25 Pebruari 2021 22:53
Dituntut 6 Tahun Penjara, Seorang Terdakwa Narkoba di Inhu Dibebaskan PN Rengat

Kamis, 25 Pebruari 2021 22:03
Polsek Rambah Samo Tangkap 3 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Kunto Darussalam

Kamis, 25 Pebruari 2021 21:48
Syarwan Hamid Lantik Pengurus DPP Laskar Melayu Bersatu

Kamis, 25 Pebruari 2021 21:47
Korupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang,
Manager PT Wika dan Pejabat Pemkab Kampar Diadili


Kamis, 25 Pebruari 2021 20:45
Webinar Vidcom, Gubri Buka Muswil Pemuda LIRA Riau di RCC Pemprov

Kamis, 25 Pebruari 2021 20:13
Lahannya Diserobot, PT TPI Minta Uji Forensik Keabsahan Surat Blok P3KD


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 22 Pebruari 2021 13:16
Bahaya PETI, dari Kerusakan Lingkungan Sampai Merenggut Nyawa

Penambang emas tanpa izin atau PETI terus marak di Kuansing. Padahal, tak sekedar merusak lingkungan tapi juga mengancam keselamatan jiwa.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tidak hanya melululantakkan lingkungan di wilayah Kuansing, tapi juga merenggut jiwa manusia.

Selain dampak lingkungan yang ditimbulkan PETI, zat merkuri pemisah emas juga dapat merusak kesuburan tanah, bahkan mengancam kesehatan manusia.

Logam berat ini dapat meresap cepat pada kulit manusia, paparannya yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

Serta bisa menyebabkan menurunnya fungsi otak dan tubuh. Kemudian dapat mencemari endapan air dalam tanah sehingga bisa meracuni pangan lokal.

Kemudian dampak PETI juga dapat menyebabkan bencana, seperti banjir bandang. Kejadian ini pernah melanda Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, pada tahun 2019 lalu hingga merobohkan rumah warga akibat terjangan banjir.

Disebabkan tidak beraturannya arus air yang datang secara tiba - tiba dengan derasnya, karena porak porandanya alur sungai, hingga merobohkan 1 pemukiman penduduk setempat.

Bahkan aktivitas PETI ini telah mengakibatkan tragedi berdarah hingga merenggut 6 jiwa penambang pada 28 Agustus 2020 lalu, mereka tewas tertimbun dalam bekas galian tambang di Desa Serosa, Kecamatan Hulu Kuantan.

Berselang satu bulan kemudian, kejadian serupa kembali terjadi di Kecamatan yang sama pada 27 September 2020 korbannya adalah siswa SMA inisial R (17) tepatnya di Desa Sungai Alah, ia tenggelam dalam galian lobang PETI.

Kini dikabarkan, berdasarkan keterangan sumber di Kecamatan Hulu Kuantan ini, PETI diduga kembali beroperasi menggunakan alat berat, tepatnya di Desa Sarosa. Bahkan lebih parahnya lagi salah satu pemainnya diduga oknum anggota DPRD.

"Sebagian alat beroperasinya ada yang tengah malam, mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB subuh," ujar sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

Tidak hanya di Hulu Kuantan, di Kecamatan Kuantan Mudik, menurutnya alat berat diduga juga beroperasi melakukan aktivitas PETI di Desa Saik, diduga pemiliknya oknum aparat pemerintahan Desa.

Ia berharap kepada pihak terkait yang mempunyai kewenangan menangani masalah PETI ini supaya menertibkannya dan memberikan tindakan tegas, terutama bagi pemain partai besar.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Latih Personel Atasi Karhutla, Polda Riau Gandeng PT RAPP
- Ilog di Hutan Lindung Bukit Batabuah Bikin Obyek Wisata di Kuansing Hilang Pesona
- Hutan Lindung Bukit Batabuah Porak Poranda Dijarah Pembalak Liar
- EMP Bentu Ltd Tanam Ratusan Pohon dan Gelar Penyuluhan di Langgam
- Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Rangsang Pesisir
- RAPP Siagakan 2.275 Tim Fire Fighter untuk Menangani Karhutla
- Aktivis Kuansing Surati Kapolda Riau Terkait PETI dan Ilegal Logging


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com