Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 April 2021 15:40
Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas

Rabu, 14 April 2021 15:34
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan

Rabu, 14 April 2021 15:25
Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3

Rabu, 14 April 2021 15:17
Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes

Rabu, 14 April 2021 15:08
Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono

Rabu, 14 April 2021 15:00
Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU

Rabu, 14 April 2021 10:19
Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin

Rabu, 14 April 2021 09:44
Ramadan, Pemkab Gratiskan Air Bersih ke Masjid dan Musala

Rabu, 14 April 2021 09:43
Trauma Angin Kencang, Warga Kuansing Cemas Setiap Hujan Deras

Selasa, 13 April 2021 23:23
Gedung KUA Rambah Berbasis SBSN Diresmikan, 2 KUA Lagi Menyusul Dibangun


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 26 Pebruari 2021 08:37
Ilog di Hutan Lindung Bukit Batabuah Bikin Obyek Wisata di Kuansing Hilang Pesona

Hutan Lindung Bukit Batabuah dijarah pembalak liar. Rusak lingkungan hidup dan membuat obyek wisata di Kuansing hilang pesona.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Pembalakan liar di desa Lubuak Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, kini sudah sangat meresahkan masyarakat setempat. Karena tidak hanya merusak ekosistim di dalamnya tapi juga berdampak pada objek wisata di sana.

"Air objek wisata seperti air terjun tujuh tingkat, wisata ngarai berasal dari hutan lindung Bukit Batabuah semua," ujar Ijon, tokoh masyarakat Hulu Kuantan, kepada wartawan, Kamis (25/2/2021) kemarin.

Ijon, menuturkan, masyarakat sudah begitu resah melihat ulah pelaku ilegal logging di hutan Lindung Bukit Batabuah, sebab membuat air objek wisata menjadi keruh akibat pembuatan jalan baru di dalam hutan sebagai akses bagi pelaku.

  Terkait hal ini, pihak pemerintahan desa menurutnya telah menggelar rapat bersama untuk mengatasinya.

"Sebab, pihak desa dan kepala desa sudah bingung harus melapor kemana, baru 3 hari yang lalu kami rapat bersama. Intinya masyarakat sudah terusik sekali dengan adanya ilegal logging di bagian atasnya," terangnya.

.

Menurutnya, pelaku ilegal logging ini masuk dari wilayah Sumatera Barat, sedangkan wilayah itu masuk dalam areal desa Lubuak Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, yang merupakan kawasan hutan lindung Bukit Batabuah.

"Mereka masuk dari Sumatera Barat, dari Lubuak Kapiek, Banjar Tengah," bebernya.

Wilayah hutan lindung ini kata Ijon, masuk dalam green area pusat, ada sekitar 29 kelompok tani yang tergabung se Kuansing, dilibatkan memihara hutan lindung Bukit Batabuah, yang sebagiannya rusak akibat perambahan.

"Persoalan ilegal logging ini pernah kami bahas di Provinsi, namun tidak ada tindak lanjutnya. Nampaknya hanya Laporan media yang akan bisa menolong masalah ini. Kalau laporan ke Dinas dan Kepala Balai nampaknya tak ditanggapi," sesalnya.

Mengenai hutan lindung ini, berdasarkan SK Menhut 73 tahun 1984, luas hutan lindung Bukit Betabuah keseluruhannya mencapai 82.300 hektare, kini tinggal 25.000 hektare. 57.300 hektare habis dijarah akibat pembalakan liar.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Trauma Angin Kencang, Warga Kuansing Cemas Setiap Hujan Deras
- Anomali Cuaca, BMKG Ingatkan Warga Kuansing Potensi Angin Kencang Lanjutan
- Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon
- Ditinggal Kekebun, Rumah Warga Duri Ludes Dilalap Api
- Warga Batang Nilo, Pelalawan Desak PT Adei Platation Kembalikan Lahan Pemakaman
- Belasan Kawanan Gajah Liar Rusak Perkebunan Milik Warga di Kuansing
- Raih 955 Poin, Kepala.DPPPA Optimis Pekanbaru Boyong KLA Utama di HAN 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com