Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Mei 2021 19:56
Bertambah 513, Total Kasus Positif Covid-19 di Riau Capai 51.046

Kamis, 13 Mei 2021 18:53
Bupati Zukri Imam dan Khatib Sholat Id Keluarga di Depan Rumdis

Kamis, 13 Mei 2021 17:50
Warga Bengkalis Meninggal Dunia Positif Covid-19 Kembali Bertambah

Kamis, 13 Mei 2021 17:00
Beredar Surat Kadin Bengkalis Minta Minuman Kaleng Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 16:25
849 Warga Binaan Rutan Pekanbaru Dapatkan Remisi Khusus Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 16:05
Pelaksanaan Sholat Ied di Pangkalan Kuras Dapat Pengamanan Kepolisian

Kamis, 13 Mei 2021 15:34
Libatkan Tokoh Agama, Polsek Bunut Apresiasi Pelaksanaan Sholat Ied Sesuai Prokes

Kamis, 13 Mei 2021 14:50
Polsek Pangkalan Lesung Pantau Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 14:44
Kapolsek Ukui Imbau Jemaah Soal Prokes

Kamis, 13 Mei 2021 14:39
Kapolsek Bandar Sei Kijang Pantau Masyarakat di Pos Penyekatan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 1 Maret 2021 09:34
Mantan Waka DPRD Kuansing Sindir Penertiban PETI 

Operasional penambang emas tanpa izi di Kuansing seolah tak bisa distop. Mantan Wakil Ketua DPRD menyindir penertibannya.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Mantan Wakil Ketua DPRD Kuansing, H. Saifullah Afrianto, menyampaikan sindiran terkait perlakuan penertiban PETI di Kuansing.

Sindiran itu ia sampaikan melalui akun face book miliknya Ahad (28/2/2021) malam.

Nasib penambang emas pakai dompeng beda jauh dengan penambang emas pakai alat berat:

Penambang dompen tak henti - hentinya diobrak abrik, malah dompeng mereka sampai dibakar.

Sementara penambang yang pakai alat berat dengan jumlah besar terkesan nyaman dan santainya tanpa ada gangguan yang berarti.

Demikian unggahan yang ia sampaikan, hingga mendapat tanggapan dari sejumlah pengguna medsos lainya, dengan komentar yang bergam, pada intinya mereka menyampaikan kekesalan terkait PETI di Kuansing.

Tidak hanya itu, distatus lainnya H. Saifullah Afrianto, juga menyentil dengan kalimat lainnya dengan menulis Kuansing, Negeri seribu PETI pada kemana orang - orang hebat yang berada di Provinsi ?:

Pemda harus bijak dalam mencarikan solusinya, jangan binguang, itulah salah satu gunanya pemimpin, kato tuak nogol, melarang dengan pelarang, menogah dengan penogah, apa lagi kalau sudah menyangkut isi perut.

MAJULAH NEGERIKU. tulisnya.

Sementara sumber menyebutkan, sejumlah PETI ini diduga masih beroperasi di beberapa wilayah bagian hilir  Kuansing, mulai dari Kecamatan Kuantan Tengah hingga Cerenti.

Aktivitas PETI ini beroperasi di lokasi beragam, baik di Sungai Kuantan, areal persawahan, sungai - sungai kecil di lahan perkebunan.

Beberapa diantara rakit dompeng ini diduga dibiayai pemodal berinisial A warga asal luar Kuansing, diduga juga menyewa tempat tinggal di Telukkuantan, sekaligus tempat penadah emas hasil PETI di lokasi berbeda.

"A ini pemain besar, dengan menawarkan pola kerja sama kepada para penambang. Beberapa rakit dompeng dan juga ada alat berat diduga ia pemodalnya. Bahkan ia sanggup memodali sampai ratusan juta," jelas sumber yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan diduga A ini dalam menjalankan bisnis haramnya, ada pihak tertentu dibelakangnya, sebab dari keterangan sumber dengan pongahnya ia selalu membanggakan oknum tertentu.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Angin Kencang Terjang Kuansing, Mobil Boks Hancur Tertimpa Pohon
- Tenggelam di Obyek Wisata Pukau Cinta, Dua Bocah Terus Dicari
- Warga Kuansing Diimbau Menjaga Pohon Hias Kota
- Demi Lingkungan, Warga Kuansing Dihimbau Batasi Gunakan Kantong Plastik
- Warga Dievakuasi, Banjir di 6 Wilayah Pekanbaru Meningkat
- 2021, Kasus DBD di Kuansing Cenderung Menurun
- Pemkab Bengkalis Janji Perbaiki Kerusakan Jalan Gajah Mada Duri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com