Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 April 2021 22:51
Tingkatkan Kinerja, Pola Pembinaan Personel Polri Harus Tepat

Rabu, 14 April 2021 22:04
Ramadan, Lapas Bengkalis Taja Pesantren Kilat

Rabu, 14 April 2021 19:30
Tim Yustisi Gabungan Jaring 40 Warga pak Pakai Masker di Ujung Batu

Rabu, 14 April 2021 15:40
Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas

Rabu, 14 April 2021 15:34
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan

Rabu, 14 April 2021 15:25
Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3

Rabu, 14 April 2021 15:17
Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes

Rabu, 14 April 2021 15:08
Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono

Rabu, 14 April 2021 15:00
Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU

Rabu, 14 April 2021 10:19
Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 5 April 2021 13:37
Warga Batang Nilo, Pelalawan Desak PT Adei Platation Kembalikan Lahan Pemakaman

PT Adei Plantation diduga menguasai lahan pepamanan tua. Warga Desa Batang Nilo, Pelalawan mendesak pengembalian lahan tersebut.

Riauterkini- PELALAWAN- Masyarakat Desa Batang Nilo kecil Kecamatan Pelalawan mendesak PT Adei Plantation untuk mengembalikan lahan persukuan yang diduga selama ini di kuasai pihak Perusahaan.
Terkait persoalan ini, Pimpinan Ninik Mamak (pemangku adat) dari tiga persukuan akan mendesak pihak managemen untuk mengembalikan lahan itu, apalagi di dalam lahan tersebut terdapat makam Tua yang selama ini tertutup dan dikuasai PT.Adei Plantation, dilokasi perbatasan kecamatan Pelalawan dan Kecamatan Pangkalan Kuras.
"Ada dua Makam yang usianya sudah puluhan tahun, yang berada diperbatasan Desa, terletak di kawasan PT.Adei salah satunya disebut oleh masyarakat Makam Datuk Malin Kuning," ujar Abdul Hakim (60) s pimpinan Ninik mamak kepada media Minggu (04/04/21).
Lanjutnya, sebelum Perusahaan menguasai ribuan hektar lahan di kawasan ini, dengan keberadaan masyarakat hukum adat sebelumnya memiliki lahan dan hutan sesuai dengan aturan dan ranji adat tiga suku yang menghuni wilayah ini yaitu, suku peliang, suku Melayu, dan suku pelabi, ketiga suku itu dipimpin oleh masing masing Ninik mamak. "Pastinya lahan pekuburan itu jauh sebelumnya sudah ada, memang sebelumnya lahan pekuburan itu masih di jaga perusahaan dengan tidak menumbang kayu yang ada di sekelilingnya, tapi sekarang sudah tidak ada lagi pepohonan karna sudah di tumbang semuanya," ujarnya.
Merujuk kepada aturan dan hak ulayat adat itu, dikarenakan adanya makam Tua Datuk Malin Kuning tersebut, pihaknya meminta kepada pihak perusahan PT.Adei Plantation untuk mengembalikan lahan makam tua tersebut.
" Kita juga akan pergunakan lahan untuk maslahat ummat, sebagai TPU masyarakat, terutama masyarakat desa ini dan tidak tertutup para pekerja perusahaan PT.Adei," tambahnya.
Terkait persoalan ini belum ada jawaban dari pihak managemen PT Adei Plantation, namun di ketahui memang pokok kelapa sawit yang berada di lokasi tersebut memasuki umur replanting.*( Cho)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Trauma Angin Kencang, Warga Kuansing Cemas Setiap Hujan Deras
- Anomali Cuaca, BMKG Ingatkan Warga Kuansing Potensi Angin Kencang Lanjutan
- Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon
- Ditinggal Kekebun, Rumah Warga Duri Ludes Dilalap Api
- Warga Batang Nilo, Pelalawan Desak PT Adei Platation Kembalikan Lahan Pemakaman
- Belasan Kawanan Gajah Liar Rusak Perkebunan Milik Warga di Kuansing
- Raih 955 Poin, Kepala.DPPPA Optimis Pekanbaru Boyong KLA Utama di HAN 2021


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com