Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 31 Juli 2021 13:16
Waspada, Penambahan Kasus Covid-19 di Bengkalis 100 Orang Perhari

Sabtu, 31 Juli 2021 09:50
Apical Group Bagikan 500 Paket Bantuan ke Masyarakat Terdampak Covid-19 di Balikpapan

Sabtu, 31 Juli 2021 09:40
Pasien Covid-19 di Kuansing Tambah 62 dan Sembuh 55

Sabtu, 31 Juli 2021 09:38
Bupati Bengkalis Serahkan Bahan Pokok ke Pengendara Bemo

Sabtu, 31 Juli 2021 07:16
Belum Penuhi Komitmen Terkait Adat, LAM Riau Somasi Pertamina

Sabtu, 31 Juli 2021 07:10
Razman A Nasution Duga Ada Bujuk Rayu Hingga Kasus H Pertama Akan Dihentikan

Jum’at, 30 Juli 2021 22:17
Tujuh Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar

Jum’at, 30 Juli 2021 20:48
Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis

Jum’at, 30 Juli 2021 18:18
Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh

Jum’at, 30 Juli 2021 17:41
DPRD Kuansing Setujui LKPJ Bupati 2020


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Juni 2021 16:21
BBKSDA Riau Lepasliarkan Burung Dilindungi di Inhil

Bersama Pemkab Inhil, BBKSDA Riau lepasliarkan burung dilindungi. 1 Elang Brontok, 1 Elang jenis Elang-laut Dada putih dan 10 Burung Jalak Kebo.

Riauterkini-PEKANBARU-Balai Besar KSDA Riau bersama Pemkab Indragiri Hilir dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Komisi 3, Kabupaten Indragiri Hilir melakukan pelepasliaran satwa yang dilindungi, Ahad (13/6/21). Satwa yang dilepas liarkan adalah satu Elang jenis Brontok (Nisaetus cirrhatus), satu Elang jenis Elang-laut Dada putih (Haliaeetus leucogaster) serta satwa liar yang tidak dilindungi yaitu 10 (sepuluh) Burung Jenis Jalak Kebo (Acridotheres javanicus) ke dalam habitatnya di areal terbuka hijau di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir.

Satwa tersebut adalah satwa hasil penyerahan warga yang telah mendapat perawatan dan observasi di klinik satwa Balai Besar KSDA Riau selama beberapa waktu. Setelah Tim medis Balai Besar KSDA Riau menyatakan bahwa satwa tersebut sehat, liar dan layak untuk dilepasliarkan, maka Tim memutuskan untuk segera dilakukan pelepasliaran.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono, Senin (14/6/21) menyampaikan bahwa tujuan pelepasliaran adalah untuk mengembalikan satwa liar ke habitatnya agar satwa dapat berkembangbiak secara lestari.

"Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu habitat satwa tersebut," terangnya.

Sekretaris Daerah Inhil, Afrizal yang mewakili Bupati dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya dimana menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Indragiri Hilir yang ke-56 yang jatuh pada Senin, 14 Juni 2021, dapat dilakukan pelepasliaran satwa dilindungi.

"Indragiri Hilir dengan penduduk 600 ribu orang lebih cukup banyak menyimpan kekayaan alam berupa satwa dilindungi diantaranya Harimau Sumatera, Buaya dan berbagai jenis burung termasuk burung imigran yang saat ini sudah cukup sulit untuk dijumpai. Tidak hanya kekayaan fauna namun Indragiri Hilir menyimpan banyak kekayaan flora berupa kawasan mangrove terbesar di Prov. Riau, potensi wisata yang cukup menjanjikan yaitu wisata mangrove Pantai Solop yang berada di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah dan Terumbu Mabloe yang berada di Desa Sungai Belah, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir," terang Sekda Inhil.

Kunjungan kerja Kepala Balai Besar KSDA Riau beserta rombongan ke Kabupaten Indragiri Hilir selain untuk bersilaturahmi juga untuk menyelaraskan beberapa persepsi menyangkut kerjasama terutama terkait potensi kawasan dengan nilai konservasi yg cukup tinggi, pelestarian perlindungan dan wisata alam serta melakukan pelepasliaran satwa dilindungi dan tidak dilindungi serta audensi langkah langkah kemajuan kerjasama ke depannya.

Selain itu Kepala Balai Besar KSDA Riau menyampaikan apresiasi tindakan yang telah dilakukan masyarakat, dan berharap untuk kedepannya kesadaran masyarakat akan lestarinya tumbuhan dan satwa liar dilindungi semakin meningkat.

Kepada masyarakat yang akan melakukan pengaduan terkait tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi dapat melapor kepada Call Center Balai Besar KSDA Riau dengan Nomor 0813 7474 2981.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tujuh Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar
- Terjerat, BBKSDA Riau Evakuasi Beruang di Mandah
- Tiga Titik Karla Gambut di Bengkalis Padam
- Bupati Rohul Dampingi Kepala BWS Sumatera III Tinjau Bendungan Sipogas di Desa Sialang Jaya
- Sudah Pelihara Sejak Kecil, Warga Rohul Serahkan Siamang ke BBKSDA Riau
- Panas Terik, Lahan Gambut di Pulau Rupat Terbakar
- Fokus Bemahi TPA Muara Fajar, DLHK Ingin Beri Piala Adipura di Akhir Jabatan Firdaus


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com