Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 31 Juli 2021 13:16
Waspada, Penambahan Kasus Covid-19 di Bengkalis 100 Orang Perhari

Sabtu, 31 Juli 2021 09:50
Apical Group Bagikan 500 Paket Bantuan ke Masyarakat Terdampak Covid-19 di Balikpapan

Sabtu, 31 Juli 2021 09:40
Pasien Covid-19 di Kuansing Tambah 62 dan Sembuh 55

Sabtu, 31 Juli 2021 09:38
Bupati Bengkalis Serahkan Bahan Pokok ke Pengendara Bemo

Sabtu, 31 Juli 2021 07:16
Belum Penuhi Komitmen Terkait Adat, LAM Riau Somasi Pertamina

Sabtu, 31 Juli 2021 07:10
Razman A Nasution Duga Ada Bujuk Rayu Hingga Kasus H Pertama Akan Dihentikan

Jum’at, 30 Juli 2021 22:17
Tujuh Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar

Jum’at, 30 Juli 2021 20:48
Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis

Jum’at, 30 Juli 2021 18:18
Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh

Jum’at, 30 Juli 2021 17:41
DPRD Kuansing Setujui LKPJ Bupati 2020


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 16 Juni 2021 19:00
BKSDA Nekropsi Gajah Betina Tua Ditemukan Mati di Ukui

Seekor gajah betina usia 45 tahun ditemukan mati di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Tim melakukan nekropsi untuk mengetahui penyabab kematiannya.

Riauterkini-PEKANBARU-Pada (4/4/21) berdasarkan informasi dari masyarakat Teratak Baru, ada 1 ekor gajah yang berada di dalam kebun masyarakat di Teratak Baru. Dengan menggunakan meriam spiritus, masyarakat kemudian melakukan pengusiran dan berhasil menggiring gajah tersebut menuju lahan bekas HTR Desa Sikijang.

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Riau, Hartono, Rabu (16/6/21), gajah tersebut ditemukan Tim patroli Estate Baserah di seputaran areal HTR Teratak Baru yang berdekatan dengan kebun masyarakat sedang bergerak menjauh dari kebun masyarakat. Pada tanggal 24 April 2021, berdasarkan informasi dari anggota Balai Taman Nasional Tesso Nilo bernama Popon, Gajah tersebut dijumpai di kebun masyarakat Desa Gunung Melintang.

Sejak saat itu tidak dijumpai keberadaan Gajah tersebut. Tetapi diperkirakan masih berada di seputaran sempadan Sungai Nilo. Pada 5 Mei 2021 pada pukul 18.05, Gajah kembali dijumpai memasuki kawasan sendimen pond BCN. Gajah berhasil digiring masuk kembali ke dalam hutan oleh karyawan BCN.

"Berdasarkan informasi dari petugas BCN , Gajah tersebut sempat dijumpai di seputaran sempadan Sungai Nilo, namun pada 24 Mei 2021, pukul 11.45 WIB, ditemukan Gajah dalam keadaan mati di kebun karet yang berdekatan dengan areal perumahan karyawan BCN. Lokasi penemuan gajah di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan," terangnya.

Berdasarkan informasi ini Environment Officer PT RAPP kemudian langsung melakukan pengecekan ke TKP untuk melihat kondisi Gajah dan melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Selanjutnya informasi diteruskan kepada Conservation Head yang langsung berkoordinasi dengan tim Balai Besar KSDA Riau.

Pada hari yang sama, tambah Hartono, tim Balai Besar KSDA Riau dengan didampingi oleh tim RAPP melakukan olah TKP dan nekropsi terhadap bangkai Gajah. Dari hasil nekropsi dan pemeriksaan secara patologi yang dilakukan oleh tim medis Balai Besar KSDA Riau, diduga penyebab kematian Gajah betina yang berusia sekitar 45 (empat puluh lima) tahun tersebut adalah gangguan pada organ hati (hepar) dan sistem pernapasan.

"Kini, sampel darah Gajah tersebut sedang dalam proses analisa laboratorium di Bogor dan masih menunggu hasil," terangnya.

Terpisah

Sejak tanggal 13 Desember 2020 sampai dengan 18 Desember 2020, menurut Hartono terdapat sekelompok Gajah yang masuk dan beraktivitas di seputaran Baserah Central Nursery (BCN). Kelompok gajah tersebut berjumlah 17 (tujuh belas) ekor, terdiri dari 8 (delapan) ekor gajah jantan dewasa, 6 (enam) ekor Gajah betina, dan 3 (tiga) ekor Gajah anakan.

Pada saat rombongan Gajah tersebut keluar dari lokasi BCN, tambahnya, tertinggal dan terpisah 1 (satu) ekor Gajah yang tetap beraktivitas di seputaran BCN dan kebun masyarakat di sekitarnya. Menurut perkiraan kondisinya sudah tua dan berusia sekitar 50 (lima puluh) tahun.

Hartono melanjutkan, tim dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Yayasan TNTN, dan RAPP melakukan identifikasi keberadaan dan kondisi Gajah tersebut. Namun, Gajah tidak ditemukan. Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak mengganggu Gajah dan nerkoordinasi dengan instansi terkait jika terjadi konflik.

"Pada tanggal 26 Februari 2021, Gajah tersebut kembali muncul di areal BCN. Pada tangga 6 Maret 2021, rombongan Gajah yang sama kembali ke areal BCN dan berada di seputaran BCN, riparian estate, dan kebun masyarakat sampai dengan tanggal 20 Maret 2021. Esoknya, kegiatan penggiringan terhadap kelompok Gajah tersebut dilakukan agar menjauh dari kebun masyarakat dan areal BCN. Gajah berhasil digiring keluar dan berada di Estate Baserah tetapi Gajah tua tersebut tertinggal dari rombongannya dan tetap berada di areal BCN," terangnya.

Berdasarkan hasil pengamatan tim YTNTN, Gajah tersebut teridentifikasi dalam keadaan sakit sehingga tidak dapat mengikuti rombongannya. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tujuh Hektar Lahan Gambut di Bengkalis Terbakar
- Terjerat, BBKSDA Riau Evakuasi Beruang di Mandah
- Tiga Titik Karla Gambut di Bengkalis Padam
- Bupati Rohul Dampingi Kepala BWS Sumatera III Tinjau Bendungan Sipogas di Desa Sialang Jaya
- Sudah Pelihara Sejak Kecil, Warga Rohul Serahkan Siamang ke BBKSDA Riau
- Panas Terik, Lahan Gambut di Pulau Rupat Terbakar
- Fokus Bemahi TPA Muara Fajar, DLHK Ingin Beri Piala Adipura di Akhir Jabatan Firdaus


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com