Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 28 September 2021 07:55
Sembuh 7, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 1 Orang

Senin, 27 September 2021 21:27
Kemeriahan MTQ ke - II, Ini Harapan Lurah Duri Timur

Senin, 27 September 2021 20:52
Bank Riau Kepri Masuk 10 Terbaik se Indonesia dalam Mendukung Program Perumahan Pemerintahan Jokowi

Senin, 27 September 2021 19:39
Pemprov Gratiskan Rapid Antigen Untuk Pelamar CPNS

Senin, 27 September 2021 17:09
Bupati Kuansing Resmikan Pasar Pokan Selasa Desa Teluk Pauh

Senin, 27 September 2021 17:07
Bawa Kabur Sepeda Motor Warga Riau, Pria Asal Sibuhuan Ditangkap Polisi Rohul

Senin, 27 September 2021 15:58
Tekan Kecelakaan di Tol Permai, PT HK Pasang 20 Rumble Strip dan 15 Lampu Flip Flop

Senin, 27 September 2021 15:33
Empat Poin Penting Putusan Rapimwil PPP Riau

Senin, 27 September 2021 13:12
Wako Paisal Lantik Indra Gunawan Sebagai Sekda Kota Dumai

Senin, 27 September 2021 11:37
Bupati Kuansing Kembali Ingatkan Prokes Diperketat Saat Sekolah PTM


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 1 Agustus 2021 19:18
Terjerat, BBKSDA Evakuasi Beruang Madu di Inhu

Beruang madu terjerat di lahan yang dibuka masyarakat. Tim BBKSDA Riau mengevakuasi dan melepasliarkan beruang tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU- Tim gabungan Balai Besar KSDA Riau dan Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh melakukan penyelamatan sekaligus evakuasi dan pelepasliaran satwa liar Beruang madu (Helarctos malayanus) di Dusun Kampung Baru, Desa Siambul, Kecamatan Batanggangsal, Indragiri Hulu, Sabtu (3/7/21).

Lokasi Beruang terjerat berada di areal lahan yang dibuka masyarakat. Jenis jerat berupa tali nilon. Satwa terjerat pada kaki depan sebelah kanan.

"Tim bersama sama melakukan penyelamatan dan mengangkat tubuh Beruang untuk segera dilakukan pemeriksaan," terang Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Ahad (1/8/21).

Tim medis Balai Besar KSDA Riau yang diketuai drh. Danang, tambahnya, segera mengecek kondisi Beruang tersebut. Kondisi kaki kanan depan lecet bekas terkena jerat.

"Secara umum satwa dalam kondisi baik walaupun kemudian diketahui bahwa kaki kiri satwa puntung karena bekas jerat sebelumnya. Sedang kaki depan sebelah kanan (yang terjerat) mengalami luka lecet pada permukaan kulit, kuku lepas 2 karena satwa berusaha membuka kandang namun satwa masih sehat dan lincah," jelasnya.

Menurutnya, treatment atau tindakan medis yang diberikan adalah pemberian vitamin, antibiotik, antiradang, dan analgesik. Berdasarkan analisa Tim medis, satwa tersebut layak untuk segera dilepasliarkan.

"Beruang itu segera dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh," tambahnya.

Kepala Balai menghimbau masyarakat untuk tidak memasang jerat di kebunnya karena dapat membahayakan satwa liar yang dilindungi. Himbauan juga untuk pemegang konsesi agar ikut memantau wilayah konsesinya bebas dari jerat.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Damanhuri, Putra Riau yang Terpilih Jadi Pengadilan Ring Tinju di PON XX Papua
- Dilarikan Buaya, Nelayan di Rohil Dalam Pencarian Tim SAR
- PimpinHUT Agraria 2021, Bupati Kuansing Minta Pelayanan Agraria Ditingkatkan
- Tim BBKSDA Riau Lepas Liarkan Python Reticulatus ke Habitatnya
- Jelang Akhir Tahun, Kapolres Minta 70 Persen Masyarakat Kuansing Sudah Divaksin
- Mengecat Gapura, Pekerja Bangunan di Pekanbaru Kesetrum
- Setahun Rusak Ditabrak Tongkang, Dermaga Ransang, Pelalawan Belum Diperbaiki


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com