Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 29 Oktober 2021 00:10
Walikota Pekanbaru Isyaratkan Berlabuh ke PPP

Kamis, 28 Oktober 2021 21:51
Cegah Penyebaran Covid-19, 100 Warga Binaan Baru Rutan Lakukan Swab Ulang

Kamis, 28 Oktober 2021 19:23
Wujud Syukur, Alumni SIP ke-50 Polda Riau Sambangi Sekolah Islam dan Panti Jompo

Kamis, 28 Oktober 2021 19:07
Ditinjau Syamsuar, Bazar Murah Golkar Riau Diserbu Warga

Kamis, 28 Oktober 2021 18:52
Isu Keanggotaan Nusirwan di Kopsa-M, Kepala Desa Pangkalan Baru Angkat Bicara

Kamis, 28 Oktober 2021 18:45
PN Bangkinang Vonis Bebas Hermayalis Dalam Kasus KDRT

Kamis, 28 Oktober 2021 18:33
Ide Kreatif Helmibaked House Pasutri di Rumbai, Dari Hobi Bisa Menghasilkan Rupiah

Kamis, 28 Oktober 2021 17:56
Eka Hospital Raih Penghargaan “The Most Innovative Hospital 2021”

Kamis, 28 Oktober 2021 17:49
MoU Bank Riau Kepri dan Pemkab Kepulauan Anambas Ditandatangani Pada Hari Sumpah Pemuda

Kamis, 28 Oktober 2021 17:46
Angkat Perekonomian Masyarakat Desa, Asian Agri Bantu Peternak Desa Bagan Limau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 September 2021 10:00
Sepekan Berlalu, Intruksi Buka Jalan Bupati Kuansing tak Digubris PT DPN

Pemutusan akses jalan masyarakat ke kebun oleh PT DPN berlanjut. Intruksi Bupati Kuansing sepekan lalu tak digubris.

Riauterkini-TELUKKUANTAN- Kamis, 2 September 2021 atau tepat sepekan lalu Bupati Kuantan Singingi Andi mendatangi Kantor PT. Duta Palma Nusantara (DPN) terkait polemik yang di alami masyarakat Kenegerian Kopah. Perusahaan memutus akses jalan warga ke ladang. Ketika itu, Bupati Kuansing beserta Plt Sekda Agusmandar dan sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Kuansing. Bupati minta perusahaan membuka kembali akses jalan tersebut. Namun setelah sepekan berlalu, intruksi Bupati Kuansing belum direspon positif perusahaan. Galian yang memutus badan jalan tetap mengaga dan masyarakat belum bisa lewat menuju ladang mereka. Pihak perusahaan bersikukuh ogah melaksanakan intruksi Bupati Andi Putra. Mereka berdalih pemutusan akses jalan harus dilakukan demi menghentikan aksi pencurian buah kelapa sawit di kebun perusahaan yang sudaj berulang kali terjadi. Juga untuk melindungi aset-aset perusahaan dari perusakan oknum tak bertanggung jawab.

Muhammad Afdhol selaku Legal & HRD PT DPN di Pekanbaru dalam.siaran presnya, Selasa (7/9/21). mengatakan, bahwa benar perusahaan menertibkan kembali akses keluar masuk kebun, yang hanya dapat dilalui melalui pintu utama, Hal tersebut merupakan upaya prefentif perusahaan dalam rangka pengamanan aset.

“Perusahaan menutup akses jalan tikus yang sering dilewati warga untuk masuk ke dalam area HGU perusahaan. Hal ini dilakukan untuk pengamanan aset perusahaan, dan yang kami putus hanya jalan tikus yang berada diperbatasan lahan milik warga, dengan HGU perusahaan. Penutupan jalan tikus itu bertujuan untuk pengamanan aset. Sudah sering terjadi pencurian buah kelapa sawit kami dan juga perusaaan bibit sawit," ungkapnya.

Meskipun ada penutupan jalan, namun menurut pihak DPN, warg tetap bisa lewat menuju ladang melewati jalan utama yang dijaga Satpam.***(jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Diguyur Hujan Sebagian Jalan Lobak di Pekanbaru Amblas
- Tiga Desa Binaan PT RAPP Terima Sertifikat Proklim Utama dari KLHK
- PTPN V Dorong Pemuda Siak Bangun Ekowisata untuk Pemulihan Ekonomi
- Ujian AKM di SDN 140 Pekanbaru Digelar dalam Genangan Banjir
- Amblas, Jalan Lobak Pekanbaru Terancam Putus
- Lakukan Inovasi, Seorang Kader Kesehatan Inhu Raih Penghargaan Nasional
- Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com