Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Oktober 2021 10:22
Pemprov Riau Lakukan Penilaian Kecamatan Berkinerja Baik

Selasa, 19 Oktober 2021 10:17
Target 2024, Listrik Pulau Bengkalis Terkoneksi dengan Jaringan Bawah Laut dari Sumatera

Selasa, 19 Oktober 2021 09:58
Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan

Selasa, 19 Oktober 2021 09:52
Berita dan Video,
Tim KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Kuansing


Selasa, 19 Oktober 2021 09:29
KPK Membenarkan Bupati Kuansing Kena OTT

Selasa, 19 Oktober 2021 07:18
Kabarnya, Bupati Kuansing Terjaring OTT KPK

Senin, 18 Oktober 2021 23:29
Raungan Sirine Iringi Pembukaan MTQ XLVI Kecamatan Mandau

Senin, 18 Oktober 2021 22:45
Selain Bupati Walikota, Gubri Buat Surat Untuk BPN dan Polres

Senin, 18 Oktober 2021 22:39
Belasan Santri Tiga Pesantren Jalani Vaksinasi Massal

Senin, 18 Oktober 2021 21:43
KPK Dikabarkan Tangkap Pejabat dan Pengusaha di Kuansing


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Oktober 2021 11:56
Tim BBKSDA Riau Gagalkan Perdagangan 840 Burung Tidak Berdokumen

Tim BBKSDA Riau menggagalkan pengiriman 840 burung yang tidak dilindungi. Burung burung tersebut tidak memiliki dokumen.

Riauterkini-PEKANBARU-Informasi diperoleh dari aduan masyarakat terkait akan adanya transaksi pengangkutan burung tidak dilindungi tanpa dokumen di jalan Garuda Sakti km. 6 Pekanbaru tersebut. Tim BBKSDA Riau segera turun dan mendapatkan barang temuan berupa 24 kotak berisi burung tanpa dilengkapi dokumen di lokasi kejadian.

Burung-burung yang diangkut tanpa dokumen seperti Burung Prenjak Jawa sebanyak 525 ekor; Burung Gelatik Kelabu sebanyak 280 ekor dan Burung Cinenen Kelabu sebanyak 35 ekor.

Tim Seksi Konservasi Wilayah III, Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin langsung Kepala Seksi Wilayah, MB Hutajulu melakukan penangkapan pelaku pengangkutan burung tanpa dokumen di jalan Garuda Sakti km.6 Pekanbaru.

Tim segera membawa pengemudi (JM) dan barang temuan ke kantor Balai Besar KSDA Riau. Tim melakukan pemeriksaan terhadap JM dan M (sesama supir travel yang membantunya).

Satwa tersebut bukan satwa yang diindungi, namun karena dalam pengangkutannya tidak disertai dokumen resmi maka wajib disita oleh negara untuk dikembalikan ke habitatnya.

JM telah menandatangani pernyataan bahwa yang bersangkutan menyatakan tidak akan mengulangi hal serupa dan bersedia diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku apabila tertangkap tangan membawa/ mengangkut satwa-satwa yang dilindungi ataupun tidak dilindungi namun tanpa dokumen resmi.

Tim kemudian melakukan pelepasliaran burung-burung tersebut pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 ke habitatnya di kawasan konservasi.

Penelusuran lebih lanjut akan dilakukan untuk memperdalam asal muasal satwa burung dan kepemilikannya.

Dihimbau kepada masyarakat apabila akan membawa tumbuhan dan satwa liar serta bagian bagiannya untuk keperluan komersil, cinderamata dan penelitian harus dilengkapi dokumen yaitu Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa-Dalam Negeri (SAT-DN) untuk tujuan Dalam Negeri, dan SAT-LN untuk tujuan Luar Negeri, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan
- Faith for Climate Justice, Komunitas Agama Serukan Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim
- Memeriahkan Hari Pangan Sedunia 2021, RAPP dan APR Mengadakan Lomba MPASI
- Ditemukan Warga, Tim BBKSDA Riau Evakuasi Bangkai Harimau Sumatera
- Kesalimasy Terima Bantuan Pondok Kerja Budi Daya Mangrove dari Poltek Bengkalis
- Didamping Gubri, Menteri ESDM Berkunjung ke PT. PHR
- Tim BBKSDA Riau Gagalkan Perdagangan 840 Burung Tidak Berdokumen


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com