Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 27 Nopember 2021 17:14
Terpilih Aklamasi, Mastur Nahkodai APINDO Inhu

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:38
Gelar Rakerwil 2021, AMSI Riau Bahas Program Kerja 2022

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:34
Gubernur Riau Promosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau

Sabtu, 27 Nopember 2021 14:48
Monitor dan Evaluasi, Pembimbing Residensi Mahasiswa STIKes HTP Datangi Dinkes Bengkalis

Sabtu, 27 Nopember 2021 13:10
Diwarnai Kue Ultah dan Tembang Armada,
Festival Lagu Daerah Piala Camat Mandau 2021 Resmi Dibuka


Sabtu, 27 Nopember 2021 12:03
TAPD Pekanbaru Gelar Rapat Pembahasan APBD Tahun 2022 dengan Banggar DPRD

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:17
Tanam Perdana Sawit Rakyat, Erick Thohir Apresiasi PTPN V Sediakan Bibit Unggul ke Petani

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:13
Proyek Terus Digesa, Inilah Masalah Pengerjaan IPAL Pekanbaru

Sabtu, 27 Nopember 2021 09:10
Pramuka Enam Kali Berturut-turut, MTs Riyadhatul Jannah Sialang Panjang Kembali Juara Umum Perkemahan Pramuka

Sabtu, 27 Nopember 2021 08:12
Buka Kenduri Riau, Erick Tohir Siap Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Oktober 2021 09:58
Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan

Setelah dievakuasi, bangkai harimau yang terjerat sling di Bengkalis dinekropsi. Hasilnya, kematian satwa karena dehidrasi berat, kekurangan nutrisi dan infeksi.

Riauterkini-PEKANBARU-Ditemukannya Harimau Sumatera (Panthera Tigris sumatrae) yang mati di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis pada Ahad pagi, 17 Oktober 2021, di areal Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK), Balai Besar KSDA Riau segera mengevakuasi satwa tersebut ke klinik satwa Balai Besar KSDA Riau di Pekanbaru untuk dilakukan nekropsi.

Nekropsi dilakukan untuk mengetahui penyebab dan perkiraan telah berapa lama Harimau tersebut mati. Nekropsi dilakukan pada malam itu juga setelah Tim Rescue Resort Bukit Batu mengevakuasi satwa sampai di klinik satwa.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara Selasa, (19/10/21) mengatakan bahwa nekropsi yang dilakukan Tim medis Balai Besar KSDA Riau pada Minggu, 17 Oktober 2021 dikoordinir drh. Danang pada Minggu malam, 17 Oktober 2021 mulai pukul 18.30 WIB dan selesai pukul 21.00 WIB.

"Harimau berjenis kelamin betina, berumur lebih kurang 4 - 5 tahun, remaja belum pernah melahirkan. Panjang tubuh(kepala-ujung ekor) : 190 cm, panjang badan : 103 cm, tinggi Badan : 91 cm, Lingkar Dada : 86 cm, Panjang Ekor : 74 cm. Keadaan bangkai sudah mengalami kaku mayat. Dengan adanya tali seling yang melilit pada bagian kaki depan sebelah kiri. Luka kaki depan kiri sangat dalam, akibat seling hingga terlihat tulang. Diperkirakan bahwa individu tersebut terjerat lebih dari 5 hari dan sudah mati kurang dari 24 jam," terangnya.

Ia menambahkan, dari hasil nekropsi dan pemeriksaan secara patologi anatomi, penyebab kematian satwa tersebut diduga karena dehidrasi berat, kekurangan nutrisi, serta infeksi pada kaki depan sebelah kiri.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jaga Kelestarian Hutan,
Polres, Pemkab Kuansing dan RAPP Patroli Udara

- Penambangan Pasir, DPRD Bengkalis Dengar Pendapat Mahasiswa Rupat
- Wisata Air Terjun Guruh Gemurai Keruh, Pengunjung Mengeluh
- Disbud Riau Ekspose Penelitian Potensi Kawasan Hutan Purbakala Kuansing
- Berita dan Video,
Sungai Singingi Luluh-lantak.dan Perlu Pemulihan Integral

- Buaya Sepanjang 5 Meter Muncul di Sungai Desa Sialang Panjang, Inhil
- BBKSDA Riau Evakuasi Tapir dari Kebun Warga Kuansing


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com