7/01/2020 14:16
Empat Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Pemerintah di Disdikbud Kepulauan Meranti Diadili

6/01/2020 11:20
Tahun 2020, Bupati dan Wabup Meranti Belum Intruksikan Pengurangan Tenaga Honor

1/01/2020 12:59
Jelang Pilkada Kepulauan Meranti 2020,
HM Adil Sudah Dapatkan Rekomendasi PKB

30/12/2019 10:52
Pilkada Meranti 2020, Said Hasyim Kantongi Rekomendasi DPP PAN

26/12/2019 20:35
Menuju Pilkada 2020, Ini Makna Meranti Berseri Menurut Hery Saputra

18/12/2019 12:46
Korupsi Restribusi Kapal, ASN dan Honorer Dishub Meranti Divonis 1,5 Tahun Penjara

18/12/2019 10:41
Champions Futsal Akhir 2019, Adhyaksa FC 'Berseri' di Piala Ketua PSSI Kepulauan Meranti

13/12/2019 10:04
Terbentuk di Meranti, HNSI Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Nelayan

1/12/2019 12:34
Dilauching KPU Meranti, 'Si Rame' Menajadi Maskot Pilkada Kepulauan Meranti 2020

29/11/2019 16:08
Tindak Lanjuti Aksi KPK, BPPRD Meranti Sosialisasi Aplikasi SiTanjak

  Selasa, 7 Mei 2019 21:35
Janjikan Barang Saat Kampanye, Caleg Meranti Dipidana 3 Bulan Penjara

Seorang Caleg Meranti Dapil 1 partai PKB dibui tiga bulan. Ia dipidana karena menjanjikan akan memberikan materi saat melakukan kampanye tatap muka tanggal 13 Maret 2019.

Riauterkini-PEKANBARU-Hafizan Abbas Caleg DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Dapil 1 partai PKB dengan nomor urut 1, dipidana 3 Bulan penjara. Ia dipidana karena menjanjikan akan memberikan materi saat melakukan kampanye tatap muka tanggal 13 Maret 2019.

Berdasarkan laporan masyarakat, bertempat dirumah seorang warga di jalan Suak Baru, Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, sekitar pukul 20.15 Wib, Hafizan menjanjikan kepada peserta yang hadir berupa 1 (satu) buah Drum air, 1 (satu) buah magic com dan 2 (dua) buah kain sarung untuk setiap rumah, dan meminta kepada peserta untuk memilih Hafizan sebagai Calon DPRD.

Sidang Pembacaan Putusan Pidana Pemilu dengan nomor 245/pid.sus/PN.bls/2019 digelar pada hari ini selasa 7 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Bengkalis, jalan Karimun nomor 12, Bengkalis Kota.

Annisa Sitawati, SH selaku ketua Majelis sidang didampingi oleh 2 orang anggota Wimmi D Simarmata, SH., MH., dan Rizki Musmar, MH. menyatakan bahwa Saudara Hafizan terbukti bersalah.

Berdasarkan Pasal 280 ayat 1 huruf J junto pasal 523 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2019 tentang pemilihan umum yang menyatakan bahwa Pelaksana, Peserta Pemilu, dan Tim Kampanye dilarang menjanjikan dan memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu dengan kurungan pidana maksimal selama 2 Tahun dan uang sebesar 24 Juta Rupiah dengan subsider 1 bulan kurungan.

Atas putusan hakim, Aziun Asyaari sebagai PH Hafizan menyatakan pikir-pikir dahulu.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tohoda Naro, SH menyatakan banding kepada majelis sidang.

Menanggapi putusan hakim PN Bengkalis, Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan menyampaikan apresiasi kepada Sentra Gakkumdu kabupaten Kep.Meranti,

"Saya mengapresiasi kinerja Sentra Gakkumdu Kep. meranti, mereka sangat produktif dalam penegakan hukum pemilu di Riau. Saat ini Sentra Gakkumdu Kep. Meranti merupakan Sentra Gakkumdu paling banyak mengajukan pidana pemilu yang sampai ke Pengadilan. Kita tidak pandang bulu, pokoknya siapapun yang melanggar akan kita tindak," ujar Rusidi.*(H-we)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com