16/01/2020 21:19
Wabup Said Hasyim Hadiri Pisah Sambut Camat Ransang, Meranti

16/01/2020 16:53
Rayakan Ulang Tahun ke-II, Grand Meranti Hotel Bagi-bagi Sembako

14/01/2020 21:42
KPU Kepulauan Meranti Akan Rekrut 45 PPK Untuk Pilkada 2020

7/01/2020 14:16
Empat Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Pemerintah di Disdikbud Kepulauan Meranti Diadili

6/01/2020 11:20
Tahun 2020, Bupati dan Wabup Meranti Belum Intruksikan Pengurangan Tenaga Honor

1/01/2020 12:59
Jelang Pilkada Kepulauan Meranti 2020,
HM Adil Sudah Dapatkan Rekomendasi PKB

30/12/2019 10:52
Pilkada Meranti 2020, Said Hasyim Kantongi Rekomendasi DPP PAN

26/12/2019 20:35
Menuju Pilkada 2020, Ini Makna Meranti Berseri Menurut Hery Saputra

18/12/2019 12:46
Korupsi Restribusi Kapal, ASN dan Honorer Dishub Meranti Divonis 1,5 Tahun Penjara

18/12/2019 10:41
Champions Futsal Akhir 2019, Adhyaksa FC 'Berseri' di Piala Ketua PSSI Kepulauan Meranti

  Rabu, 18 Desember 2019 12:46
Korupsi Restribusi Kapal, ASN dan Honorer Dishub Meranti Divonis 1,5 Tahun Penjara

Terbukti melakukan korupsi Restribusi Kapal,  ASN dan honorer Dishub Kepulauan Meranti divonis 18 bulan penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua terdakwa tindak pidana korupsi penyelewengan dana karcis (pass) kapal barang ke pelabuhan yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seorang tenaga honor di Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Kepulauan Meranti. Akhirnya dinyatakan hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum.

Kedua terdakwa yakni, Syaiful, selaku Kepala Bidang (Kabid) Kelautan di Dishub Kepulauan Meranti dan Sugito, seorang tenaga honorer di Dishub Kepulauan Meranti. Dihukum dengan pidana penjara masing masing selama 1 tahun 6 bulan (18 bulan).

Amar putusan yang dibacakan majelis hakim pada sidang Selasa (17/12/19) sore itu, kedua terdakwa secara sah melanggar  Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

" Menghukum terdakwa dengan pidana penjara masing masing selama 1 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan," terang majelis hakim yang diketuai Mahyudin SH.

Untuk terdakwa Syaiful, majelis hakim membebankan terdakwa membayar kerugian negara sebesar Rp 48 juta, yang mana kerugian negara tersebut telah dikembalikan terdakwa.

Putusan majelis hakim ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut sama sama menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, Muhammad Ulinnuha SH, selaku jaksa penuntut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Meranti. Menuntut terdakwa Syaiful dengan pidana  penjara selama 2 tahun  denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Syaiful juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 48 juta subsider 6 bulan. Sementara terdakwa Sugito dituntut hukuman selama 1 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Sugito sendiri tidak dibebankan membayar kerugian negara.

Perbuatan kedua terdakwa itu terjadi tahun 2012 hingga 2015 lalu. Dimana keduanya melakukan pungutan dana menggunakan karcis atau pas naik ke pelabuhan. Namun karcis yang digunakan terdakwa ini dicetak sendiri atau palsu. Selain itu, uang hasil retribusi yang seharusnya disetorkan ke kas daerah. Malah digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Perbuatan terdakwa yang mencetak sendiri karcis atau tiket kempang tersebut, suatu tindakan yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Pemda Kepulauan Meranti. Padahal dalam aturan Perda, karcis pelabuhan itu seharusnya dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan. Namun kedua pegawai Dishub itu mencetak sendiri dan menjualnya kepada penumpang,.

Atas perbuatan kedua terdakwa ini, negara dirugikan sebesar Rp 158.422.000.***(har)

 
PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI © 2017
Home  |  Website Resmi  |  Riauterkini.com