Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 Nopember 2020 05:57
Bubarkan Paksa Deklarasi Tolak Rizieq Shihab, Ketua FPI Pekanbaru Ditetapkan Jadi Tersangka

Rabu, 25 Nopember 2020 05:47
Innalillahi Wainnalilahi Rojiun, Cawako Dumai Eko Suharjo Wafat

Selasa, 24 Nopember 2020 19:46
Terima vonis Amril Mukminim, Jaksa Banding Istrinya Dinyatakan tak Terlibat

Selasa, 24 Nopember 2020 18:45
Hari Ini, Pasien Covid-19 di Riau Bertambah 138 Kasus

Selasa, 24 Nopember 2020 18:01
Positif Tidak Ada, 6 Pasien Covid-19 Kuansing Sembuh

Selasa, 24 Nopember 2020 17:42
Pilkada Kuansing, Kelompok Tani Pangean Nyatakan Dukungan untuk Pasangan BERMITRA 

Selasa, 24 Nopember 2020 17:09
Pilkada Bengkalis, Bawaslu Minta KPU Lakukan Perbaikan DPT

Selasa, 24 Nopember 2020 16:38
Rektor UIN Suska Pekanbaru Dipecat

Selasa, 24 Nopember 2020 15:25
Berbincang Ekonomi Syariah, Anak Wapres Silaturahim ke LAMR

Selasa, 24 Nopember 2020 14:36
Pengelola BUMDes se Riau diminta Tingkatkan Wawasan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 28 Agustus 2018 17:48
Disoal di Medsos,
SMAN 2 Rambah Hilir Rohul Bantah Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab


Sempat dipersoalkan di media sosial, Kepala SMA Negeri 2 Rambah Hilir, Rohul membantah mewajibkan siswi-siswi non muslim di sekolah itu mengenakan jilbab.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kepala SMA Negeri 2 Rambah Hilir Berwawasan Unggulan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Nurman S.Pd, memberikan klarifikasi soal siswi non muslim memakai jilbab atau hijab di sekolahnya.

Nurman mengatakan jilbab sudah menjadi bagian dari seragam siswi di SMAN 2 Rambah Hilir, apalagi Rohul merupakan bagian dari Provinsi Riau yang kental dengan budaya melayu.

Meski sudah menjadi bagian dari seragam, diakui Nurman, tidak ada paksaan dari tenaga pendidik SMAN 2 Rambah Hilir ‎agar siswi memakai jilbab ke sekolah.

"Kami tak pernah ada aturan wajib jilbab, cuma selaku pendidik, maklumlah kita ini di daerah melayu, memang jilbab sudah umum. Demi memotivasi anak tentu kami sampaikan, untuk meningkatkan budaya sekolah kita. Tapi jilbab tidak wajib," jelas Nurman menjawab riauterkini.com, Senin malam (27/8/2018).

Nurman menerangkan budaya jilbab sudah ada sejak SMAN 2 Rambah Hilir berdiri sekitar 2002 silam. Tenaga pendidik juga tidak pernah menghukum atau memberi sanksi‎ kepada siswi non muslim yang tidak memakai jilbab atau menegurnya.

Diakuinya, tidak ada aturan tertulis yang mengharuskan siswi non muslim memakai jilbab di SMAN 2 Rambah Hilir selama ini.‎ Namun karena Rohul merupakan daerah melayu, maka jilbab menjadi salah satu ciri khas seragam siswi.

‎"Dan kita pun (tenaga pendidik) tidak pernah memandang agama,‎" ujarnya.

‎Ia mengatakan sebelum menjabat Kepala SMAN 2 Rambah Hilir, dirinya juga mengajar di sekolah ini sejak lama. Seingatnya, ia atau tenaga pendidik lain juga belum pernah menegur siswi non muslim yang tidak memakai jilbab.

Nurman bertemu dengan tiga orang tua siswi non muslim, seperti Jumas Sinaga ayah dari siswi Rista Pintaria, Pardamean Simbolon ayah dari siswi Roito Ilfiana boru Simbolon, dan Nurmaida boru Sihotang selaku ibu dari siswi bernama Raimana Simanjuntak.

Pada pertemuan Senin petang hingga malam hari tersebut, Nurman telah menyampaikan kepada orang tua siswi non muslim bahwa pihak sekolah tidak pernah mewajibkan jilbab pada anak-anak mereka. Ia juga persilahkan siswi non muslim tidak memakai jilbab ke sekolah.

"Memang inti kita mendidik bukan pakaian sesungguhnya, yang penting datang ke sekolah. Tetapi karena anak selama ini sudah punya pakaian warna demikian tentu kita pelihara, dan selama ini tidak ada yang komplain," ungkap Nurman, dan mengaku ada sekira 43 siswa dan siswi non muslim di sekolahnya, namun tetap diperlakukan sama dengan pelajar lain.

"Walau bagaimana pun, pakaian‎ itu kan penampilan sebuah sekolah, kebanggaan bagi mereka. Dan kami didik anak selalu bangga dengan sekolahnya agar mereka semangat," terusnya.

‎Nurman mengaku selama ini‎ belum ada orang tua siswi non muslim yang keberatan anaknya memakai jilbab ke sekolah.‎ Kecuali belum lama ini, ada seorang orang tua siswi yang keberatan.

"Jadi memakai jilbab bukan aturan tertulis," tegas Nurman lagi. Ia juga mengatakan sebagian besar siswi non muslim bahkan senang memakai jilbab, seperti‎ dilakukan para senior dan alumni mereka.

Orang Tua Siswi tidak Keberatan

‎Sementara itu Jumas Sinaga selaku ayah dari Rista Pintaria boru Sinaga mengaku kaget dipanggil pihak sekolah pada Senin petang (27/8/2018) itu.

Jumas mengatakan sejak anaknya masuk di SMAN 2 Rambah Hilir tidak ada aturan atau paksaan dari pihak sekolah untuk memakai jilbab.

"Kalau dia memakai jilbab, mungkin karena sudah budaya di sekolah ini. Dan kami pun tidak keberatan mereka memakainya," jelas Jumas, dan mengaku sangat kaget saat dipanggil agar datang ke sekolah, sebab sore hari kemarin dirinya tengah mandi di sungai.

‎Jumas mengaku tidak akan melarang putrinya memakai jilbab, bahkan akan meminta anaknya untuk menuruti peraturan sekolah.

‎"Nanti di rumah saya akan bilang ke anak saya agar memakai pakaian biasa, Senin pakaian apa, Rabu pakaian apa, sesuai peraturan sekolah," katanya.

Jumas mengaku meski putrinya memakai jilbab di sekolah, namun anaknya tidak mengikuti ajaran agama lain, sebab mereka tetap mendapatkan pelajaran kristen di SMAN 2 Rambah Hilir.

"Itu kebudayaan (memakai jilbab). Sebenarnya pelajaran nasrani pun ada di sini (di sekolah)," pungkas Jumas. Persoalan ini mencuat setelah muncul di media sosial kritikan atas pemakaian jilbab oleh siswi-siswi non muslim di sekolah itu. ***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Rektor UIN Suska Pekanbaru Dipecat
- Ketua STAILe Dua Periode Menjadi Lulusan Doktor Terbaik di UIN Sumut
- Pemkab Rohul Komitmen Kembangkan PAUD Holistik Integratif
- STIH Persada Bunda Pekanbaru Ikuti Re-Akreditasi
- 20 Persen Kepala Madrasah di Riau Belum Mengikuti Pelatihan Penguatan Kompetensi
- 40 Kepala Madrasah di Rohul Ikuti Pelatihan Persiapan Kompetensi Angkatan Kedua
- Wirausaha di Rohul Didorong Memasarkan Produk Melalui Medsos dan e-Comerce


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com