Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 7 Desember 2019 11:27
Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana

Sabtu, 7 Desember 2019 10:28
Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah

Sabtu, 7 Desember 2019 08:16
Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar

Jum’at, 6 Desember 2019 17:30
Dikerjakan Swakelola bersama PT BOS, PSR Bencah Kesuma Dinilai Berhasil Dirjenbun dan DPR RI

Jum’at, 6 Desember 2019 17:20
Libur Natal dan Tahun Baru 2020,
Telkomsel Pastikan Perkuat Layanan Jaringan Untuk Semua Masyarakat


Jum’at, 6 Desember 2019 17:16
Manjakan Pelanggannya, Rabbani Hadirkan Diskon 50 Persen Untuk Semua Produk

Jum’at, 6 Desember 2019 16:57
Tampung Aspirasi, Anggota DPRD Bengkalis Ini Bagi Beras dan Mesin Air di Kembung Luar

Jum’at, 6 Desember 2019 15:50
Molor Karena Lahan, Wagubri Cek Langsung Pekerjaan Jembatan Sail

Jum’at, 6 Desember 2019 15:28
Ganti Tiang Lapuk, Besok 7 Jam Listrik Padam di Wilayah Utara Timur Pulau Bengkalis 

Jum’at, 6 Desember 2019 14:34
Ketika PGN jadi Energi Baru Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat Dumai


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Pebruari 2019 08:20
Kemendikbud Minta Pemprov Riau Optimalkan Guru Seni Budaya

Untuk mendukung Mulok Budaya Melayu Riau masuk kurikulum. Kemendikbud minta dilakukan optimalisasi peran Guru Seni Budaya.

Riauterkini - PEKANBARU - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meminta Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan mengoptimalkan peran guru seni budaya untuk mengajarkan budaya Melayu Riau di sekolah-sekolah.

Hal ini dilakukan sehubungan usulan Pemprov Riau memasukkan Budaya Melayu Riau (BMR) sebagai Muatan Lokal) (Mulok) ke dalam kurikulum pendidikan di wilayah Provinsi Riau.

Untuk jangka pendek Pemprov Riau harus mengoptimalkan guru seni budaya untuk mengajarkan Budaya Melayu Riau kepada anak didik. Untuk jangka pendek sebelum diakuinya Mulok BMR di Riau, Pemprov harus mengikuti kurikulum seni budaya yang saat ini dilakukan Kemendikbud. Setelah disahkan Permen Kurikulum BMR, baru BMR direalisasikan, kata Santi Ambarukmi, Kasubdit Peningkatan Kompentensi dan Kualifikasi Direktorat Pendidikan Dasar Menengah, Kemendikbud RI, Rabu (6/2/19) saat menerima tim dari Pemprov Riau yang dipimpin Asisten I Setdaprov Riau, H Ahmad Syah Harrofie, kemarin di Jakarta. Dalam pertemuan itu Asisten I didampingi Dr Junaidi, Kadis Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zen, Kabid SMA Disdik Riau, Hafes Timtim.

Rombongan Pemprov Riau kemarin menyerahkan surat permohonan pengakuan Mulok BMR di Riau beserta draft kurikulum yang disusun dari LAM Riau. Kurikulum yang terus dilakukan revisi dengan mendapat pendampingan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan ini, akan mendapat pengakuan melalui Permendikbud RI.

Namun demikian, meskipun program jangka pendek yang mengacu pada payung Seni Budaya, antara Pemprov dan Kemendikbud sudah bisa melakukan sertifikasi guru sehingga guru seni budaya merasa dilindungi dengan mendapatkan tunjangan profesi guru. Dengan pada program Seni Budaya, Pemerintah lebih mudah memberikan tunjangan profesi guru ketimbang membuka program yang tidak mengacu pada pusat.

Sementara itu untuk jangka panjang, menurut Santi harus dibuka program profesi guru bagi guru Mulok BMR di Provinsi Riau. Masalah selama ini kan tunjangan yang harus didapat atas profesi guru Mulok BMR, jelas Santi.

Sementara itu Asisten I Setda Provinsi Riau mengharapkan persetujuan Mulok BMR segera direalisasikan, mengingat kebudayaan Melayu berpusat di Provinsi Riau karena sejalan dengan Visi Riau 2020, dimana antara pemerintah dan masyarakat sepakat menjadikan Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu di bentangan Asia Tenggara. Untuk muwujudkan impian ini tergantung dari SDM. Dan SDM itu lahir dari sekolah-sekolah. Makanya kita ngotot kurikulum Mulok BMR diakui, papar Ahmad Syah Harrofie.

Seperti diketahui, pada Sabtu (2/2/19) lalu di saat kunjungan kerja Mendikbud Muhadjir Effendy, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) melobi Mendikbud agar Mulok BMR dpt dimasukkan ke dalam data pokok pendidikan sebagai rumpun tersendiri (budaya), Pekanbaru, Sabtu (2/2/19).

Dengan demikian Mulok BMR, tidak berada dlm rumpun lain yg sudah ada, misalnya rumpun bahasa krn berbagai pertimbangan konseptual. Menteri mengatakan bhw gagasan Riau itu bisa menjadi model bagi muatan lokal Indonesia yg selama ini terpaku pada rumpun bahasa.

Pasalnya, budaya mencakup semua hal kehidupan manusia yg berpunca pada nilai-nilai. Ia bersedia menerbitkan Kemendikbud utk itu. Sebagai catatan, sudah dua kali Riau berurusan dgn Mendikbud berkaitan dgn mulok ini. Sebelum ini, di Jakarta 21 Mei 2018, malah langsung disampaikan kepada Mendikbud. ***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Guru 2019
- Melalui Mubes IX, Apri Nando Terpilih Aklamasi Sebagai Ketum Himarohu 2019-2021
- Program Good Laboratory Practices PT CPI–Umri Latih 100 Guru dan Dosen
- 46 Kepala Sekolah, Korwil dan Pengawas di Lingkup Dispora Kuansing Resmi Dilantik
- Sosialisasi di Rohul, Achmad: Empat Pilar MPR Dapat Menjamin Keutuhan Bangsa dan Negara
- Begini Cara Disdikpora Rohul Meriahkan Sumpah Pemuda 2019
- AKN Bengkalis akan Ditutup,
Syahrial : Harus Segera Cari Solusi



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com