Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Nopember 2019 11:33
Dibuka Kepala BPKAD, Pemrov Riau Lelang 46 Kendaraan Dinas Operasional

Rabu, 13 Nopember 2019 11:19
Disdukcapil Meranti Hanya Dijayaj 500 Blanhko KTP-el Sebulan

Rabu, 13 Nopember 2019 10:47
Dewan juga Sesalkan Bank Salah Input Data Gaji Guru PNS Pemkab Pelalawan

Rabu, 13 Nopember 2019 10:42
SK Sekdaprov Belum Jelas, Ahmad Syah Bakal Diperpanjang Jadi Plh

Rabu, 13 Nopember 2019 10:16
Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450

Rabu, 13 Nopember 2019 10:12
Bupati Harris dan Forkompinda Pelalawan Hadiri Rakornas di Jakarta 

Rabu, 13 Nopember 2019 09:24
Tunaikan Janji, Anggota Dewan Bengkalis Ini Serahkan Material Bangunan ke Surau

Rabu, 13 Nopember 2019 08:23
Maksimalkan Layanan Mudah dan Cepat,
Dukcapil Bengkalis Gesa Terapkan TTE ke Seluruh Petugas UPT Kecamatan


Rabu, 13 Nopember 2019 07:20
Kemenkes RI Beri Penghargaan GP2SP kepada PT RAPP

Selasa, 12 Nopember 2019 22:11
Pasca Jalan Siak Amblas, Nagaline dan Meranti Ekspres Percepat Jadwal Keberangkatan Menuju Pekanbaru


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Juni 2019 18:05
Disdik Bengkalis Ancam Tindak Tegas Sekolah Pungut Uang Baju Seragam

Pemkab Bengkalis keluarkan edaran larangan lakukan pungutan dengan dalih uang seragam di sekolah. Disdik berjanji akan menindak tegas bagi sekolah yang melanggar.

Riauterkini-BENGKALIS- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura, S.Pd, M.Pd mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pihak sekolah dengan sengaja melakukan pungutan dengan dalih uang seragam sekolah mulai tahun ini.

Dalam proses penerimaan murid baru, Disdik Bengkalis juga segera membuat surat edaran kepada seluruh sekolah, tentang perihal larangan tersebut.

"Kami akan membuat edaran dan tetap berdasarkan pada aturan. Karena ada beberapa hal yang disebut sebagai pungutan liar atau Pungli seperti pengadaan baju tidak boleh disiapkan oleh pihak sekolah, hanya bisa menyampaikan warna dan wali murid bisa mencarinya sendiri," ungkap Edi Sakura, kepada sejumlah wartawan di Bengkalis, Selasa (18/6/19) siang.

Pegawai berkumis dan juga sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis ini menyebutkan, tahun ini larangan pengadaan baju di sekolah akan diberlakukan untuk menghindari tindak pidana Pungli. Berpengalaman tahun sebelumnya, kebijakan pengadaan baju di sekolah itu berdampak pada pidana dan berujung di penjara.

"Jika ada informasi dan ada sekolah yang sudah berani melakukan pungutan untuk pengadaan seragam sekolah itu akan kita tindak tegas, seperti dimutasi. Kita cegah agar jangan sampai guru maupun kepala sekolah dipidanakan lagi seperti tahun lalu. Kita akan buat edaran larangannya," katanya seraya menambahkan, belum ada satu sekolahpun yang bisa melakukan kegiatan penerimaan siswa baru pada sistem zonasi sebelum adanya surat edaran, baik petunjuk teknis (Juknis) dan langkah-langkah yang harus dilakukan.***(dik)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Ketua PGRI Pelalawan Sayangkan Salah Input Pembayaran Gaji Guru
- BEM UPP Rohul Agendakan Kemah Bhakti di Obyek Wisata Religi‎ Desa RBS
- BRI Pangkalan Kerinci Ditunjuk Penyalur Beasiswa dari PT RAPP
- Petakan dan Ratakan Guru Kontrak, Disdik Bengkalis Gelar Sosialisasi Si Cekgu di Duri
- Gedung Baru Disdik Pekanbaru di Air Hitam Dilengkapi Taman Bermain Anak
- Mitra Tanoto Foundation,
28 Sekolah Tampilkan Karya Inovasi Pembelajaran

- LL Dikti Wilayah X - Kadin Riau Gelar MoU dan Bimtek


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com