Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Juli 2019 09:12
Sempat Diprotes Warga,, Merger Tiga SDN di Pekanbaru Berjalan Lancar

Sempat muncul protes warga terkait penggabungan 3 SDN di Sukajadi. Padahal semua berjalan lancar.

Riauterkini - PEKANBARU - Pagi ini, Kamis (11/07/2019) SD Negeri 1 Pekanbaru Sudah memulai proses belajar mengajar. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada masalah dengan penggabungan (merger) sekolah SDN 10, 156 dan 01.

Desi warga Jalan Kopi, salah seorang tua murid di SDN 1 mengatakan bahwa anaknya sudah masuk dalam kelas melaksanakan proses belajar dan mengajar.

"Alhamdulillah, anak saya ada dua orang kelas satu dan kelas dua. Sekarang mereka sudah masuk kelas," ujar Desi sembari duduk di depan halaman Sekolah.

Ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal menjelaskan bahwa langkah pihaknya melakukan Merger tiga sekolah menjadi satu untuk mengoptimalkan kinerja Kepala sekolah.

Jika sebelumnya di kompleks SD O1 Pekanbaru ada tiga Kepala sekolah yang muridnya tidak begitu banyak, kini sudah dimerger dan dipimpin satu kepala Sekolah.

"Jadi ke khawatiran orang tua siswa bahwa ruang kelas kurang itu tidak benar. Pasalnya berdasarkan pengalaman setiap tahun Sekolah ditengah kota minim peminat. Ini buktinya SD 1 Pekanbaru tidak ada persoalan lagi," singkat Abdul Jamal. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- SD dan SMP di Bengkalis Ditambah Dua Pekan Diliburkan
- Bupati Kuansing Awali Pengecoran Pomdasi Pembangunan Pondok Tahfidz Quran
- Hardiknas, PGK Bengkalis Prihatin Angka Anak Putus Sekolah Tinggi
- Pelaku Minta Maaf, Disdik Rohul Panggil Kepsek Terkait Video Kelulusan tak Senonoh
- Rayakan Kelulusan dengan Cara tak Senonoh, Video Sejumlah Pelajar di Rohul Viral
- PCR-Telkomsel/XL, 1757 Mahasiswa Reguler dan Staf Aktif Dapat Subsidi Kuota
- Pemkab Kuansing Umumkan Penerima Bantuan Sosial Pendidikan Tahun 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com