Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 13 Desember 2019 10:04
Terbentuk di Meranti, HNSI Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Nelayan

Jum’at, 13 Desember 2019 10:00
Resmikan Kantor Baru, Target RFB 2019 On The Track

Kamis, 12 Desember 2019 21:32
14 Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Bengkalis Ikuti Tes Kompetensi

Kamis, 12 Desember 2019 21:29
Empat Warga Medan Diduga Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

Kamis, 12 Desember 2019 21:27
PUPR, TP4D dan Inspektorat Tinjau Hasil Pekerjaan Proyek di Pulau Bengkalis

Kamis, 12 Desember 2019 21:20
10 Ekor Sapi Warga Pelalawan Digasak Kawanan Maling Bersenpi

Kamis, 12 Desember 2019 21:07
Ketua DPRD Kuansing Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kenegerian Siberakun dan Benai

Kamis, 12 Desember 2019 20:58
Demo di Mabes Polri,
Massa AMPUN Tuntut Tangkap dan Adili Muhammad, Terduga Aktor Intelektual Korupsi Rp2,6 M PDAM Inhil


Kamis, 12 Desember 2019 07:47
Lantik Kades Terpilih, Bupati Kuansing Berpesan Agar Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 12 Desember 2019 07:41
Seorang PNS di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 23 Juli 2019 15:36
Mahasiswa Kukerta UR di Desa Ranah Sungkai Ini Berhasil Membuat Pestisida dari Daun Sirih

Rani Novia Dwi, mahasiswa Unri tengah melakukan kuliah kerja nyata di Desa Ranah Sungai, Kampar, berhasil membuat pestisida dari daun sirih hutan. Ampuh membunuh hama ulat api pada tanaman kelapa sawit.

Riauterkini-BANGKINANG - Program kerja dari salah seorang mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (Kukerta) Universitas Riau di Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Rani Novia Dwi patut diacungi jempol dan mendapat perhatian maupun dukungan dari berbagai pihak untuk dikembangkan.

Kepada wartawan, di sela-sela kegiatannya di Desa Ranah Sungkai, Selasa (23/7/2019), Rani, begitu ia akrab disapa menceritakan, dirinya memiliki program pembuatan pestisida nabati dari daun sirih hutan. Ekstrak daun sirih ini kemudian diolah dan digunakan sebagai pestisida untuk membunuh hama ulat api pada tanaman kelapa sawit yang selama ini menjadi kendala besar dalam produksi buah sawit petani. "Pestisida nabati ini menjadi alternatif penganti pestisida kimia yang biasanya digunakan petani. Selain harganya yang murah pestisida nabati ekstrak sirih hutan ini juga ramah lingkungan," ujar Rani.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari kukerta UR yang bekerja sama dengan warga dan petani di desa Ranah Sungkai. Pengaplikasian pestisida ini pada pohon sawit akan dilaksanakan pada Senin (05/8/2019) yang disaksikan langsung oleh petani dan beberapa perangkat desa di Desa Ranah Sungkai.

Rani menjelaskan, minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. "Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap," terang dara berparas cantik ini.

Penggunaan pestisida nabati ini selain ramah lingkungan juga menghemat biaya. "Untuk pestisida kimia harga satu botolnya Rp 198.000 dengan berat 1.000 gram. Sedangkan jika memanfaatkan daun sirih hutan tidak perlu menggunakan biaya hanya memerlukan daun sirih yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat yang tumbuh di hutan," pungkas Rani.*(man)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Dukung Program Pemerintah, PT Musim Mas Gelontorkan Bantuan Langsung Pendidikan
- Anggaran Pendidikan Naik 300 Persen, Forkom Riau: Pungutan Dianggap Pungli
- Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Guru 2019
- Melalui Mubes IX, Apri Nando Terpilih Aklamasi Sebagai Ketum Himarohu 2019-2021
- Program Good Laboratory Practices PT CPI–Umri Latih 100 Guru dan Dosen
- 46 Kepala Sekolah, Korwil dan Pengawas di Lingkup Dispora Kuansing Resmi Dilantik
- Sosialisasi di Rohul, Achmad: Empat Pilar MPR Dapat Menjamin Keutuhan Bangsa dan Negara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com