Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 7 Juli 2020 21:09
Dijual Melampaui HET, PMII Desak Disdagperin Bengkalis Panggil Pangkalan Gas Melon

Selasa, 7 Juli 2020 19:56
25 Penumpang Lion Air Segera Diswab

Selasa, 7 Juli 2020 19:01
Lolosnya Pasien Covid-19, Besok Pemprov Riau Panggil Kimia Farma dan Angkasa Pura

Selasa, 7 Juli 2020 17:42
Setahun Berdiri BLK Mandiri Seberida, Inhu Hasilkan Puluhan Tenaga Terampil

Selasa, 7 Juli 2020 17:37
Praktisi Hukum Nilai Janggal Jika Kebakaran Lahan di PT AA tak Diproses Hukum

Selasa, 7 Juli 2020 17:32
Ditpolair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 1.062 Dus Rokok Ilega

Selasa, 7 Juli 2020 17:30
Jaksa Tuntut Tinggi Tiga Terdakwa Kredit Macet PT PER Pekanbaru

Selasa, 7 Juli 2020 16:49
Remaja di Kuansing Positif Covid-19

Selasa, 7 Juli 2020 15:55
Pasca Rakor Bersama Gubri, Bupati Rohul Imbau Masyarakat dan Perusahaan Antisipasi dan Cegah Karlahut

Selasa, 7 Juli 2020 15:47
BC Bengkalis Musnahkan 1.115 Karung Bawang Merah Asal Malaysia


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Agustus 2019 11:45
Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif, Mahasiswa Kukerta UR Dukung Masyarakat Olah Sarden

Mahasiswa Kunkerta Universitas Riau mendukung ekonomi kreatif masyarakat Centai. Membantu mengolah sarden.

Riauterkini - PEKANBARU - Pengolahan sarden dianggap tepat sebab sehari-hari masyarakat bekerja sebagai nelayan. Sehingga bahan baku mudah didapatkan.

"Kita fokuskan bahan baku yang kita gunakan yakni ikan tenggiri. Ikan ini memang mudah didapatkan oleh masyarakat dan teksturnya juga mendukung," Ujar Ketua Mahasiswa Kukerta UR, Warto ditemani Novalina sebagai salah satu anggota.

Menurut mahasiswa fakultas hukum UR itu, pemilihan sarden juga karena gemarnya masyarakat desa itu mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan itu. Namun, setelah beredar isu terdapat cacing dalam sarden beberapa waktu lalu, membuat masyarakat khawatir.

"Kita bantu masyarakat dengan cara memberikan pemahaman bagaimana membuat hingga pemasarannya," Katanya.

Meski baru taham pemberian pelatihan, namun ibu-ibu PKK di desa itu antusiasnya sangat bagus. Sebab industri rumahan ini berpeluang meningkatkan perekonomian mereka.

Misalnya saja, jika dijual belikan,harga sarden ini mencapai Rp.10 ribuan. Untuk ketahanan ikan sarden ini dapat bertahan hingga satu minggu. "Kita gak pakai pengawet, jadi maksimal satu minggu dapat bertahan," Paparnya.

Memang menurut, Warto industri rumahan ini membutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Namun, bisa diakali dengan menggunakan alat-alat sederhana yang ada di rumah-rumah. Yakni perlengkapan memasak.

"Mudah-mudahan ini dapat membantu meningkatkan bahkan lebih mensejahterakan perekonomian masyarakat desa Centai ini," Tutupnya. (rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Anak tak Diterima, Puluhan Warga Tegar Geruduk SMAN 4 Mandau
- Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat
- Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa
- Demo, Mahasiswa UIN Suska Tuntut UKT Dipotong 50 Perseng
- Aplikasi Digitalku Hadir di Riau, Solusi Belajar Siswa di Masa Pandemi
- STIE Bangkinang dan STAI Ar Ridha Bagansiapiapi MoU Peningkatan Kualitas SDM
- Mahasiswa Kunkerta UR Bantu Penyaluran BLT di Bandar Petalangan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com