Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Nopember 2019 22:02
Inovasi Pelayanan, Setahun Lapas Bengkalis Terima 5 Penghargaan

Senin, 18 Nopember 2019 19:18
Sebanyak 46.620 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda Pajak 

Senin, 18 Nopember 2019 18:51
Serius Maju Pilkada Kuansing, Ukup Ajukan Surat Pengunduran Diri dari Direktur RSUD

Senin, 18 Nopember 2019 18:03
Hanya Empat Calon Dirut BRK Lulus Tes Administrasi

Senin, 18 Nopember 2019 17:42
Pemprov Sambut Baik, Nono Patria Akhirnya Diumumkan Jadi Calon Waka DPRD Rohul

Senin, 18 Nopember 2019 17:09
Gandeng Jendral, Khairizal Optimis Menangkan Pilkada Inhu 2020

Senin, 18 Nopember 2019 17:00
Petani Sawit Swadaya Riau Kembali Berhasil Raih Sertifikasi RSPO

Senin, 18 Nopember 2019 16:55
Razia Warnet dan Warung Kelontong, 33 Pelajar Diamankan Satpol PP Pekanbaru

Senin, 18 Nopember 2019 15:18
Bangun Masjid Baru, Kepala Kejati Riau Letakan Batu Pertama

Senin, 18 Nopember 2019 15:04
4 Hari Dibuka, 207 Pelamar Daftar Seleksi CPNS Bengkalis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 29 September 2019 17:49
Usai Dikantina Selama Tiga Bulan, SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru Lantik Siswa Baru Angkatan XI

Setelah melalui proses karantina selama tiga bulan, sebanyak 102 siswa baru SMK Kehutanan Riau resmi dilantik dan dikukuhkan.

PEKANBARU-Riauterkini-Sebanyak 102 siswa baru angkatan XI SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru resmi dilantik dan dikukuhkan, Jumat (27/9/2019). Sebelumnya, mereka telah menjalani proses karantina selama tiga bulan.

Selama menjalani karantika yang berlangsung sejak Juli, Agustus dan September, siswa baru SMK Kehutanan tidak diizinkan menggunakan alat komunikasi maupun bertemu dengan orang tuanya. Selesai mengikuti karantina, barulah orang tua murid diundang untuk bertemu anaknya pada acara pengukuhan dan pelantikan.

Tak heran, suasana harupun menyelimuti acara pengukuhan dan pelantikan itu. Para orangtua yang tiga bulan terakhir seperti 'hilang kontak' dengan anaknya yang sedang menjalani proses karantina, memanfaatkan kesempatan ini untuk meluahkan kerinduan.

Kepala Sekolah SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Dra Maryati MPd mengatakan, proses masa karantina selama tiga bulan yang dijalani siswa baru telah selesai. Sehingga, pihaknya melakukan pelantikan dan pengukuhan siswa baru SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Angkatan XI.

"Masa karantina ini merupakan masa pendidikan yang pertama. Ini basisnya, bahwa pendidikan sekolah mandiri itu diawali dari tiga bulan pertama ini. Anak-anak tidak boleh berkomunikasi dengan orang tuanya selama tiga bulan," ungkapnya.

Selama masa karantina, tambah dia, siswa baru diberikan pelatihan dan ditanamkan pendidikan karakter. Tujuannya, agar siswa baru menjadi seorang sosok tangguh dan mandiri.

"Karena jiwa seorang rimbawan itu diawali dari jiwa kemandirian, saling tolong menolong, kepedulian dan tanggung jawab bersama. Mareka juga diajarkan antara dengan kakak kelasnya saling asih, asah dan asuh," sebut Maryati.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zuljalal Aziz menambahkan, selain di Pekanbaru, sekolah ini hanya ada empat lagi di Indonesia, yaitu di Makasar Sulsel, Majalengka Jabar, Monokwari Papua dan Balikpapan. Kaltim.Siswa baru SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru mulai masuk sejak 29 Juni lalu. Kemudian siswa mengikuti kegiatan MOPDB pembukaannya dimulai 1 Juli sampai 3 Juli. Tanggal 4 Juli dibawa ke hutan Bukit Suligi, Rohul. "Di Bukit Suligi ini siswa diberikan orientasi pembinaan dasar selama 7 hari," katanya.

Sepulang dari Bukit Suligi, siswa pun menjalani masa karantina selama tiga bulan. Terhitung Jumat (27/9) ini masa karantina itu pun sudah selesai. "Hari ini mereka dilantik dan resmi dikukuhkan menjadi siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru," sebut Zuljalal Aziz.

Sementara itu, Ketua Komite SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Johar Mawardi menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atas kerja samanya. Disampaikannya, 102 siswa/i dinyatakan lulus orientasi dan masa karantina selama tiga bulan. "Hari ini dilakukan pengukuhan, semuanya dinyatakan lulus," ujar Johar.

Lanjut Johar, siswa/i yang dititipkan di sekolah dan asrama selama tiga tahun ke depan bisa lancar dalam menjalani proses belajar mengajar, dan bisa lulus tepat waktu. "Saya ucapan terima kasih kepada guru, karyawan dan pembimbing yang telah mendidik anak kami. Semoga ini menjadi ladang amal dan pahalanya," kata Johar.

Salah seorang perwakilan orang tua siswa, Yoserizal Usman orang tua dari Serene Juita Darmawati mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan guru SMK Kehutanan Pekanbaru. Orang tua siswa di sekolah ini mengaku, ada perubahan ke arah yang lebih baik pada diri anak-anaknya sejak dilaksanakan pembinaan dan karantina selama tiga bulan.

"Kalau sebelumnya anak-anak ini sangat sibuk dengan handphone, dengan pelatihan tiga bulan ini, mereka mulai dilatih untuk tidak memegang handphone, jangankan untuk bermain medis sosial atau main game, menghubungi orang tuanya saja anak-anak kami ini tidak diizinkan. Jadi kami haru sekali setelah tiga bulan tidak berkomunikasi," kata Yoserizal didamping Budiman Simbolon orang tua dari Frans Diego Simbolon, di sela pengukuhan dan pelantikan siswa/i SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru angkatan XI.(rls/yan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Begini Cara Disdikpora Rohul Meriahkan Sumpah Pemuda 2019
- AKN Bengkalis akan Ditutup,
Syahrial : Harus Segera Cari Solusi

- Ketua PGRI Pelalawan Sayangkan Salah Input Pembayaran Gaji Guru
- BEM UPP Rohul Agendakan Kemah Bhakti di Obyek Wisata Religi‎ Desa RBS
- BRI Pangkalan Kerinci Ditunjuk Penyalur Beasiswa dari PT RAPP
- Petakan dan Ratakan Guru Kontrak, Disdik Bengkalis Gelar Sosialisasi Si Cekgu di Duri
- Gedung Baru Disdik Pekanbaru di Air Hitam Dilengkapi Taman Bermain Anak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com