Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Nopember 2019 20:28
Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping

Ahad, 17 Nopember 2019 20:25
Jalan Poros Kota Duri Rusak, Pemkab Bengkalis Terkesan Tutup Mata

Ahad, 17 Nopember 2019 20:04
Pra PON di Jakarta, Pencak Silat Bengkalis Sumbang 1 Medali Emas

Ahad, 17 Nopember 2019 18:49
Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Boat Penangkap Ikan Kepada Nelayan

Ahad, 17 Nopember 2019 16:35
Ketua DPRD Riau Terima Kunjungan GP Ansor Bengkalis

Ahad, 17 Nopember 2019 16:31
Anggota DPRD Kuansing, Asal Kuantan Mudik Buka Pasar Seni di Lubuk Jambi

Ahad, 17 Nopember 2019 16:23
Peninggalan Era Kejayaan Minyak yang Membentuk Riau

Ahad, 17 Nopember 2019 15:56
Bupati Tetapkan Festival.Danau Sungai Soriak Masuk COE Kuansing

Ahad, 17 Nopember 2019 14:50
"Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis

Ahad, 17 Nopember 2019 11:15
Ketua DPRD Kuansing Hadiiri Maulid Nabi di Seberang Pantai


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 19 Oktober 2019 15:57
Meninggal Usai Ujian, Wisuda Seorang Mahasiwa PCR Digantikan Ayahnya

Ayah mahasiswa PCR terpaksa menggantikan anaknya diwisuda. Pasalnya, anaknya meninggal pasca sidang akhir.

Riauterkini-PEKANBARU-Muthasin dan Rahmawati, orangtua dari mahasiswa Politehnik Caltek Riau (PCR), alm Miqdad Farras Hasyim diwisuda pada Sidang Terbuka Senat Politekhnik Caltex Riau. Kedua orangtua Miqdad mewakili putranya yang diwisuda pada wisuda XVI Program Ahli Madya (DIII) dan Program Sarjana Terapan (DIV), Sabtu (19/10/19).

Dalam pidatonya, Muthasin menyatakan kesedihannya saat putranya harus menghadap kehadirat Illahi setelah selesai sidang akhir. Karena ia sangat berharap Miqdad menjadi orang yang berguna dalam mengamalkan ilmu yang didapatkannya di PCR.

"Kami sangat sedih walaupun hadir dalam wisuda anak kami, namun kami tidak bisa melihat anak kami diwisuda," katanya.

Itu sekelumit kisah pada pengukuhan 401 wisudawan Politehnik Caltex Riau pada acara wisuda ke XVI yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Sabtu, (19/10/19). Dari jumlah tersebut, sebanyak 174 orang lulusan dari jenjang diploma 3, sedangkan 227 orang lulusan dari jenjang diploma 4. Sampai saat ini PCR sudah meluluskan 3.790 alumni.

Direktur PCR, Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah dilantik pada hari ini.

“Mewakili sivitas akademika Politeknik Caltex Riau saya mengucapkan selamat atas wisuda diploma dan sarjana terapan untuk anak-anakku. Bagi PCR, lulusan yang sebentar lagi menjadi alumni, merupakan karya utama dan aset yang sangat berharga. Inilah salah satu bentuk tanggung jawab dan kontribuasi nyata PCR dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang bermutu, inovatif, relevan dan berdaya saing sebagaimana Visi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia,” ujarnya.

Tingkat lulusan tepat waktu pada wisuda tahun ini adalah sebesar 82%. Jumlah ini meningkat sebanyak 8% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target yang dicanangkan pada tahun ini sebesar 80%.

Sedangkan Indek Prestasi Komulatif (IPK) para wisudawan tahun ini rata-rata adalah 3.2 dengan rincian IPK rata-rata Program Ahli Madya sebesar 3.06, sementara IPK rata-rata yang diraih oleh lulusan Program Sarjana Terapan adalah 3.33.

“Tingkat lulusan tepat waktu yang tinggi tentu saja akan memberikan kepastian kepada stakeholder khususnya bagi para mahasiswa dalam menempuh proses pendidikan di PCR. Nilai IPK yang diraih oleh para lulusan ini tentu saja tidak semata-mata menggambarkan kemampuan kognitifnya, tetapi representasi dari nilai sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Komposisi skill ini juga dilengkapi dengan kemampuan nilai-nilai softskill yang merupakan bagian tak terpisahkan pada setiap proses pembelajaran di PCR meliputi nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, kecintaan terhadap lingkungan, kejujuran, kehormatan, keunggulan, dan kecerdasan. Dengan berbekal kemampuan tersebut, PCR berkeyakinan bahwa lulusan yang dihasilkan memiliki kapasitas yang memadai untuk bersaing dan terjun ke dunia nyata,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Dadang juga mengatakan bahwa menjatuhkan pilihan untuk belajar di politeknik, sebagai bagian dari pendidikan tinggi vokasi sudah sangat tepat, walaupun bagi sebagian orang kurang populer. Pendidikan vokasi saat ini merupakan salah satu dari rencana program startegis pembangunan jangka menengah dan jangka panjang pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hal ini bertujuan untuk pengembangan sumber daya manusia ke depan.

“PCR akan terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. Menjelang acara wisuda kali ini, beberapa perusahaan telah datang melakukan rekrutmen di kampus kita. Sebagian dari yang lulusan tahun ini juga sudah mendapatkan pekerjaan sebelum acara wisuda sekarang ini. Perusahaan-perusahaan yang melakukan campus hiring tersebut merupakan perusahaan multinasional. Hingga saat ini lulusan PCR tidak hanya bekerja di Indonesia namun juga bekerja di Luar Negeri,” ungkapnya.

Wisudawan terbaik tahun ini dianugerahkan kepada Siddiq Maulana dari Program Studi D4 Teknik Elektronika Telekomunikasi dengan IPK sebesar 3.99. Predikat terbaik lainnya untuk setiap program studi diraih oleh Melsa Intan Sari dengan IPK 3.93 dari Program Studi D3 Akuntansi, Yuandri Septiawan dengan IPK 3,91 dari Program Studi D3 Teknik Komputer, Ria Suryani dengan IPK 3,85 dari Program Studi D3 Teknik Telekomunikasi, Andreas Lokananta dengan IPK 3,71 dari Program Studi D3 Teknik Mekatronika, Panji Akbar Anaky dengan IPK 3,69 dari Program Studi D3 Teknik Elektronika, Yuni dengan IPK 3,97 dari Program Studi D4 Sistem Informasi, Yasmine dengan IPK 3,91 dari Program Studi D4 Teknik Informatika.

Sementara itu, Ketua Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR) Drs. Azhar, M.M berpesan kepada para wisudawan untuk dapat mempertahankan kompetensi yang diperoleh selama kuliah di PCR.

“Persaingan di dunia kerja saat ini cukup tinggi baik tingkat regional maupun nasional. Lulusan PCR selalu diminati dan diperhitungkan oleh perusahaan-perusahaan nasional maupun multinasional. Tidak cukup dengan kompetensi yang sudah dimiliki selama berkuliah, agar mampu bersaing secara global anak-anakku harus selalu meningkatkan kompetensi-kompetensi pada bidang yang difokuskan. Kami minta kepada wisudawan/wisudawati untuk menjadi duta PCR yang baik, berani P.A.S.T.I. (Profesional, Aplikatif, Siap kerja, Tepat waktu, Inovatif) dan senantiasa menjaganama baik almamater,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pengurus YPCR dengan kepercayaan dan dukungan penuh dari Dewan Pembina secara berkesinambungan akan membenahi dan melengkapi sarana pendidikan serta sumber daya lainnya yang dbutuhkan oleh PCR.

“Tahun ini kita akan menyelesaikan pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Kemudian kita lanjutkan untuk pembangunan Workshop Mekanikal dan Elektrikal insya Allah akan dimulai pada November 2019 ini. Terkait sumber daya manusia (SDM) bahwa saat ini PCR sudah memiliki sebanyak 8 orang dosen dengan kualifikasi S3, sebanyak 7 orang sedang melanjutkan studi s3 di dalam negeri dan luar negeri. Dalam kurun waktu dekat ini sebanyak 7 orang akan melanjutkan studi," katanya.

Peningkatan kualifikasi dosen, menurutnya akan membawa dampak pada peningkatan kualitas pendidikan di PCR serta peningkatan jumlah dan kualitas penelitian.

"Kami juga ingin menyampaikan bahwa untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan, laporan keuangan tahunan YPCR diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Audit dilakukan setiap tahun. Alhamdulillah, Penilaian KAP terhadap laporan keuangan YPCR tahun 2010 sampai tahun 2018 adalah Wajar Tanpa Pengecualian,” tambahnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada wisuda tahun ini Politeknik Caltex Riau memberikan anugerah kepada dua orang alumni yang berhasil memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan keluarga besar sivitas akademika PCR. Anugerah alumni award ini diberikan kepada Riko Bastianno pada bidang pembinaan dan pengembangan karir alumni dan Ali Sadikin pada bidang inovasi, industri kreatif dan startup.

Ketua Dewan Pembina YPCR Ir. Albert BM Simanjuntak, MBA turut menegaskan bahwa Politeknik Caltex Riau akan terus berkibar dan menjadi Politeknik yang di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Selama hampir dua dekade kehadiran PCR di Riau, perguruan tinggi prestasi yang memberikan kebanggaan tidak saja bagi kita, tapi juga merupakan politeknik pertama di Bumi Melayu ini, ini telah mencetak sejumlah masyarakat Riau. PCR, yang mampu meraih berbagai p maupun nasional. Di antaranya restasi di tingkat regional predikat sebagai politeknik swasta terbaik di Indonesia pada tahun 2015, 2016 , 2017 dan 2019, seperti yang dirilis oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan meraih terbaik 3 Anugerah Pendidikan Tinggi Widyapadhi Politeknik pada sub kategori Manajemen Inovasi pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 2019 belum lama ini dan menjadi satu, satunya dari sumatera yang meraih anugerah ini,” ujarnya.

Keunggulan lain dari PCR adalah penerapan nilainil ai yang menjadi pedoman dan panduan kita layaknya di sebuah perusahaan berkelas dunia.

“PCR dikelola dengan mengadopsi nilai-nilai dan profesionalisme Chevron, di antaranya integritas dan kepercayaan (integrity and trust), kinerja tinggi (high performance) keberagaman dan inklusi (diversity and inclusion), melindungi manusia dan lingkungan (protect people and the environment). Nilai-nilai budaya organisasi inilah yang menjadi keunggulan komparatif lulusan PCR yang saat ini sudah mencapai 3.790 orang,” ungkap Presiden Direktur PT Chevron Pacific Indonesia, Albert.

Pada kesempatan ini, Albert juga memberikan penjelasan terkait bagaimana kampus Politeknik Caltex Riau ini kedepannya. PCR merupakan salah satu contoh keberhasilan sebuah program investasi sosial yang diprakarsai oleh PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI). Pada 2007, atau hanya enam tahun setelah beroperasi, PCR sudah mampu menjadi lembaga pendidikan yang mandiri. Tidak lagi bergantung pada pembiayaan dari PT CPI.

Di bawa h pengelolaan Yayasan Politeknik Chevron Riau yang dikelola secara profesional, PCR mampu mengoptimalkan potensioperasional kampus. potensi yang dimiliki untuk menjalankan sendiri pengelolaan dan pembiayaannya.

“Karena itu, meski kontrak PT CPI di wilayah kerja di Riau akan berakhir pada 2021, saya percaya PCR dapat terus tumbuh dan semakin berprestasi. PCR merupakan milik dan kebanggaan masyarakat Riau. Kampus ini akan terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mencetak talenta talenta terba ik Riau, seperti yang dicitacitakan para pendiri PCR, 18 tahun silam,” pungkasnya.*( H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Begini Cara Disdikpora Rohul Meriahkan Sumpah Pemuda 2019
- AKN Bengkalis akan Ditutup,
Syahrial : Harus Segera Cari Solusi

- Ketua PGRI Pelalawan Sayangkan Salah Input Pembayaran Gaji Guru
- BEM UPP Rohul Agendakan Kemah Bhakti di Obyek Wisata Religi‎ Desa RBS
- BRI Pangkalan Kerinci Ditunjuk Penyalur Beasiswa dari PT RAPP
- Petakan dan Ratakan Guru Kontrak, Disdik Bengkalis Gelar Sosialisasi Si Cekgu di Duri
- Gedung Baru Disdik Pekanbaru di Air Hitam Dilengkapi Taman Bermain Anak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com