Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 10 Agustus 2020 21:13
Membludak, 435 Calon Peserta Daftar Ikut Webinar AMSI Riau

Senin, 10 Agustus 2020 20:53
Diduga Dipersulit Pengurusan Surat Tanah, Taman Pengajian di Rumbai Terkendala

Senin, 10 Agustus 2020 20:17
DPRD Kota Pekanbaru Usulkan Ranperda Inisiatif Pendidikan Diniyah Non-Formal

Senin, 10 Agustus 2020 20:01
Bertambah 40, Dua Warga Luar Provinsi Riau Terkonfirmasi Covid-19 di Riau

Senin, 10 Agustus 2020 16:58
BPKAD Bengkalis Segera Lelang 56 Unit Mobnas

Senin, 10 Agustus 2020 15:36
Plt Bupati Bengkalis Masuk Bui, Tokoh Masyarakat Mandau Prihatin

Senin, 10 Agustus 2020 15:11
BNNP Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi

Senin, 10 Agustus 2020 15:08
Gubri Bahas Perkebunan dan Penyelesaian Konflik Lahan Bersama DPRD Riau

Senin, 10 Agustus 2020 14:37
Gondol 430 Meter, Komplotan Maling Pipa Minyak CPI Diringkus Polres Bengkalis

Senin, 10 Agustus 2020 14:02
Waspada COVID-19, Pemko Pekanbaru Gelar Razia Masker


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 23 Nopember 2019 12:46
Sosialisasi di Rohul, Achmad: Empat Pilar MPR Dapat Menjamin Keutuhan Bangsa dan Negara

Anggota DPR RI/ MPR RI, Achmad, mengajak seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Rohul memahami empat pilar MPR, karena dapat menjamin keutuhan bangsa dan negara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Anggota DPR RI/ MPR RI Drs H Achmad M.Si, mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada generasi muda di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu pagi (‎23/11/2019).

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI dengan moderator Dosen Universitas Pasir Pengaraian Lufita Nur Alfiah‎, dilaksanakan di Hall Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian ini dihadiri ratusan mahasiswa Rohul‎.

Achmad juga mantan Bupati Rohul dua periode yang mewakili MPR RI empat pilar perlu dipahami oleh masyarakat Rohul, terutama para generasi muda,‎ sehingga NKRI semakin kuat dan kokoh.

Sosialisasi empat pilar MPR RI ini, diakui Achmad, merupakan amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 yang mengamanatkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Menurutnya, empat pilar perlu dipahami warga negara Indonesia dalam menangkal pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Achmad menilai dari Sosialisasi Empat Pilar yang diakhiri diskusi‎ tersebut, mahasiswa‎ memahami betul betapa pentingnya empat pilar, dan untuk disosialisasikan ke seluruh komponen masyarakat.

"Sehingg dengan sosialisasi empat pilar ini kita harapkan di dalam pengamalan sehari-hari akan dapat terlaksana. Empat pilar inilah yang dapat menjamin keutuhan bangsa dan negara kita ke depan," jelas Achmad usai acara sosialisasi, Sabtu.

Achmad mengungkapkan empat pilar lebih pada nilai-nilai yang ada di kehidupan masyarakat, dan sebagai jati diri Bangsa Indonesia, sehingga harus terus disemangatkan kembali agar generasi muda menjadi warga negara yang militan atau tangguh, warga yang baik, punya toleransi, dan punya rasa tanggung jawab.

"Baik sebagai generasi milenial ke depan, maupun sebagai warga negara milenial kebangsaan," ujar Achmad, dan mengajak generasi muda tetap cinta terhadap produk dan budaya Indonesia‎, dan tidak mudah terpengaruh budaya asing.

Membahas paham radikal‎isme, Achmad mengaku paham ini belum dikenal di lingkungan masyarakat karena masyarakat telah menerapkan nilai-nilai toleransi, nilai hak azasi manusia, dan nilai memperhatikan lingkungan, serta tidak ego, seperti kata pepatah "Anak Dipangku, Kemenakan Dibimbing, Orang Negeri Dipertenggangkan,".

"Nah, inilah‎ yang harus kita munculkan kembali (empat pilar MPR) dan harus kita sosialisasikan kembali. Pada hakekatnya setiap Warga Negara Indonesia ini dan setiap suku bangsa ini, masyarakat kita sudah cukup toleransi dan tidak ego, juga termasuk semangat demokrasinya," ungkap Achmad.

Diakuinya, semangat demokrasi yang sudah diterapkan oleh masyarakat Indonesia bukan diimpor dari barat, seperti pepatah "Raja Alim Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah".

"Maknanya, kalau pemimpin itu baik, kalau pemimpin itu adil, kalau pemimpin itu memajukan masyarakatnya, pastilah masyarakat mendukung dia, pastilah masyarakat manut kepada dia," ujarnya.

‎"Jadi tidak ada nilai-nilai yang kita impor, inilah perlunya generasi muda kita ini memahami empat pilar, sehingga dengan pemahaman itu mereka semakin cinta Indonesia, jati diri kita," tambahnya.

Terkait dihapusnya Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah, diakui Achmad, hal ini sedang proses di DPR RI. Menurutnya, Pendidikan Pancasila sangat perlu diterapkan kembali, karena sebagai jati diri bangsa, sebagai filosofi, identitas, dan nilai-nilai Bangsa Indonesia.

"‎Jadi ini sebuah keharusan, baik di lingkungan keluarga, di pendidikan formal, dan di lingkungan masyarakat, ini harus seiring sejalan," pungkas Achmad, dan mengharapkan masyarakat Rohul ikut memahami empat pilar kebangsaan.***(zal)



Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Dapat Dana BOSDA Riau, Gubri Minta Sekolah Swasta tak Pungut Uang SPP.
- Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring
- Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul
- PT CPI Bagikan 2 Ribu Paket untuk Pelajar Suku Sakai
- Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah
- Miris, "Dekengen" Tentukan Nasib Guru Honorer Sekolah Menjadi Honorer Pemda Bengkalis?
- Anak tak Diterima, Puluhan Warga Tegar Geruduk SMAN 4 Mandau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com