Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Januari 2020 21:11
Sinmardi Taman, Pejuang Kemerdekaan yang Dijajah

Senin, 27 Januari 2020 18:20
Ketua DPRD Riau Dukung IPK Bentuk Satgas Karhutla

Senin, 27 Januari 2020 18:17
Bupati Kuansing Buka Seminar Kewirausahaan Ikatan Mahasiswa Telukkuantan

Senin, 27 Januari 2020 17:09
Upika Rokan IV Koto dan Pendalian IV Koto Deklarasikan Cegah Karhutla 2020

Senin, 27 Januari 2020 17:01
Jangan Risaukan Mutasi, Sekda Minta OPD Jalankan Kegiatan

Senin, 27 Januari 2020 16:50
Konflik Lahan PSJ-NWR, Kadin: Jangan Seret Isu Diluar Proses Hukum

Senin, 27 Januari 2020 16:47
BBKSDA Riau Kembali Selamatkan Gajah Terjerat

Senin, 27 Januari 2020 15:50
Gadis 9 Tahun di Mandau, Bengkalis Mengaku Korban Cabul Supir Oplet

Senin, 27 Januari 2020 15:30
Polda Riau Pulangkan 3 Korban Selamat Kapal Karam di Rupat ke Aceh

Senin, 27 Januari 2020 15:28
Sekdaprov Riau Sebut Proses Assesment Dimulai Maret, Menyusul Open Bidding


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 23 Nopember 2019 12:46
Sosialisasi di Rohul, Achmad: Empat Pilar MPR Dapat Menjamin Keutuhan Bangsa dan Negara

Anggota DPR RI/ MPR RI, Achmad, mengajak seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Rohul memahami empat pilar MPR, karena dapat menjamin keutuhan bangsa dan negara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Anggota DPR RI/ MPR RI Drs H Achmad M.Si, mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada generasi muda di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu pagi (‎23/11/2019).

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI dengan moderator Dosen Universitas Pasir Pengaraian Lufita Nur Alfiah‎, dilaksanakan di Hall Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian ini dihadiri ratusan mahasiswa Rohul‎.

Achmad juga mantan Bupati Rohul dua periode yang mewakili MPR RI empat pilar perlu dipahami oleh masyarakat Rohul, terutama para generasi muda,‎ sehingga NKRI semakin kuat dan kokoh.

Sosialisasi empat pilar MPR RI ini, diakui Achmad, merupakan amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 yang mengamanatkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Menurutnya, empat pilar perlu dipahami warga negara Indonesia dalam menangkal pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Achmad menilai dari Sosialisasi Empat Pilar yang diakhiri diskusi‎ tersebut, mahasiswa‎ memahami betul betapa pentingnya empat pilar, dan untuk disosialisasikan ke seluruh komponen masyarakat.

"Sehingg dengan sosialisasi empat pilar ini kita harapkan di dalam pengamalan sehari-hari akan dapat terlaksana. Empat pilar inilah yang dapat menjamin keutuhan bangsa dan negara kita ke depan," jelas Achmad usai acara sosialisasi, Sabtu.

Achmad mengungkapkan empat pilar lebih pada nilai-nilai yang ada di kehidupan masyarakat, dan sebagai jati diri Bangsa Indonesia, sehingga harus terus disemangatkan kembali agar generasi muda menjadi warga negara yang militan atau tangguh, warga yang baik, punya toleransi, dan punya rasa tanggung jawab.

"Baik sebagai generasi milenial ke depan, maupun sebagai warga negara milenial kebangsaan," ujar Achmad, dan mengajak generasi muda tetap cinta terhadap produk dan budaya Indonesia‎, dan tidak mudah terpengaruh budaya asing.

Membahas paham radikal‎isme, Achmad mengaku paham ini belum dikenal di lingkungan masyarakat karena masyarakat telah menerapkan nilai-nilai toleransi, nilai hak azasi manusia, dan nilai memperhatikan lingkungan, serta tidak ego, seperti kata pepatah "Anak Dipangku, Kemenakan Dibimbing, Orang Negeri Dipertenggangkan,".

"Nah, inilah‎ yang harus kita munculkan kembali (empat pilar MPR) dan harus kita sosialisasikan kembali. Pada hakekatnya setiap Warga Negara Indonesia ini dan setiap suku bangsa ini, masyarakat kita sudah cukup toleransi dan tidak ego, juga termasuk semangat demokrasinya," ungkap Achmad.

Diakuinya, semangat demokrasi yang sudah diterapkan oleh masyarakat Indonesia bukan diimpor dari barat, seperti pepatah "Raja Alim Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah".

"Maknanya, kalau pemimpin itu baik, kalau pemimpin itu adil, kalau pemimpin itu memajukan masyarakatnya, pastilah masyarakat mendukung dia, pastilah masyarakat manut kepada dia," ujarnya.

‎"Jadi tidak ada nilai-nilai yang kita impor, inilah perlunya generasi muda kita ini memahami empat pilar, sehingga dengan pemahaman itu mereka semakin cinta Indonesia, jati diri kita," tambahnya.

Terkait dihapusnya Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah, diakui Achmad, hal ini sedang proses di DPR RI. Menurutnya, Pendidikan Pancasila sangat perlu diterapkan kembali, karena sebagai jati diri bangsa, sebagai filosofi, identitas, dan nilai-nilai Bangsa Indonesia.

"‎Jadi ini sebuah keharusan, baik di lingkungan keluarga, di pendidikan formal, dan di lingkungan masyarakat, ini harus seiring sejalan," pungkas Achmad, dan mengharapkan masyarakat Rohul ikut memahami empat pilar kebangsaan.***(zal)



Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Mubeslub Sempat Kisruh, Fajrul Akhirnya Terpilih Sebagai Ketua Ipmarohu Sumut 2020-2021
- Siapkan Prodi Akuntansi Syariah, STAI Ar-Ridho Bagansiapi Mou dengan STIE Syariah Bengkalis
- Dihadiri Waka MPR, Hima Prodi PPKn FKIP UNRI siap Gelar Olimpiade PPKn-9 Nasional
- Berbasis Online, UMRI Launching Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2020-2021
- Sambangi Sejumlah Sekolah, IMP USU Kembali Sapa Siswa Pekanbaru
- Winter School, 9 Pelajar Riau ke Jepang
- Tingkatkan Skor, Lexie Training Adakan TOEFL Workshop Selama 2 Hari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com