Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 26 September 2020 17:38
Usai Dilantik Jadi Pj Bupati Bengkalis, Ini Sederet Tugas Dihadapi Syahrial Abdi

Sabtu, 26 September 2020 17:16
Maazat, Ayah Syahrul Aidi Maazat Wafat Hari ini

Sabtu, 26 September 2020 17:14
Diguyur Hujan Deras, Duri Timur, Bengkalis Banjir

Sabtu, 26 September 2020 16:04
Dilantik Bupati, DPD Apkasindo Bengkalis Diharapkan Bersinergi Bersama Petani Sawit

Sabtu, 26 September 2020 13:57
Gubri Resmi Lantik Pj dan Pjs Empat Daerah Penyelenggara Pilkada

Sabtu, 26 September 2020 12:39
Dekat Masjid Raya Ar Rafah Duri, Judi Gelper di Rumah Kotrakan Bebas Beroperasi

Sabtu, 26 September 2020 12:25
Buka Perdana, Gubri Pesan Lewat Tol Jangan Ngebut, Maksimal 80 Km

Sabtu, 26 September 2020 09:40
Cegah Virus Corona, PKS PT. PCR Sebar Masker Gratis ke Sejumlah Tempat Ibadah di Mandau

Sabtu, 26 September 2020 09:00
Gubri Minta Pj dan Pjs Dilantik Siang Ini Jaga Neteralitas

Sabtu, 26 September 2020 08:18
Siang Ini Gubri Lantik Satu Pj dan Empat Pjs


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 23 Nopember 2019 12:46
Sosialisasi di Rohul, Achmad: Empat Pilar MPR Dapat Menjamin Keutuhan Bangsa dan Negara

Anggota DPR RI/ MPR RI, Achmad, mengajak seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Rohul memahami empat pilar MPR, karena dapat menjamin keutuhan bangsa dan negara.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Anggota DPR RI/ MPR RI Drs H Achmad M.Si, mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada generasi muda di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu pagi (‎23/11/2019).

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI dengan moderator Dosen Universitas Pasir Pengaraian Lufita Nur Alfiah‎, dilaksanakan di Hall Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian ini dihadiri ratusan mahasiswa Rohul‎.

Achmad juga mantan Bupati Rohul dua periode yang mewakili MPR RI empat pilar perlu dipahami oleh masyarakat Rohul, terutama para generasi muda,‎ sehingga NKRI semakin kuat dan kokoh.

Sosialisasi empat pilar MPR RI ini, diakui Achmad, merupakan amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 yang mengamanatkan kepada anggota MPR untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Menurutnya, empat pilar perlu dipahami warga negara Indonesia dalam menangkal pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Achmad menilai dari Sosialisasi Empat Pilar yang diakhiri diskusi‎ tersebut, mahasiswa‎ memahami betul betapa pentingnya empat pilar, dan untuk disosialisasikan ke seluruh komponen masyarakat.

"Sehingg dengan sosialisasi empat pilar ini kita harapkan di dalam pengamalan sehari-hari akan dapat terlaksana. Empat pilar inilah yang dapat menjamin keutuhan bangsa dan negara kita ke depan," jelas Achmad usai acara sosialisasi, Sabtu.

Achmad mengungkapkan empat pilar lebih pada nilai-nilai yang ada di kehidupan masyarakat, dan sebagai jati diri Bangsa Indonesia, sehingga harus terus disemangatkan kembali agar generasi muda menjadi warga negara yang militan atau tangguh, warga yang baik, punya toleransi, dan punya rasa tanggung jawab.

"Baik sebagai generasi milenial ke depan, maupun sebagai warga negara milenial kebangsaan," ujar Achmad, dan mengajak generasi muda tetap cinta terhadap produk dan budaya Indonesia‎, dan tidak mudah terpengaruh budaya asing.

Membahas paham radikal‎isme, Achmad mengaku paham ini belum dikenal di lingkungan masyarakat karena masyarakat telah menerapkan nilai-nilai toleransi, nilai hak azasi manusia, dan nilai memperhatikan lingkungan, serta tidak ego, seperti kata pepatah "Anak Dipangku, Kemenakan Dibimbing, Orang Negeri Dipertenggangkan,".

"Nah, inilah‎ yang harus kita munculkan kembali (empat pilar MPR) dan harus kita sosialisasikan kembali. Pada hakekatnya setiap Warga Negara Indonesia ini dan setiap suku bangsa ini, masyarakat kita sudah cukup toleransi dan tidak ego, juga termasuk semangat demokrasinya," ungkap Achmad.

Diakuinya, semangat demokrasi yang sudah diterapkan oleh masyarakat Indonesia bukan diimpor dari barat, seperti pepatah "Raja Alim Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah".

"Maknanya, kalau pemimpin itu baik, kalau pemimpin itu adil, kalau pemimpin itu memajukan masyarakatnya, pastilah masyarakat mendukung dia, pastilah masyarakat manut kepada dia," ujarnya.

‎"Jadi tidak ada nilai-nilai yang kita impor, inilah perlunya generasi muda kita ini memahami empat pilar, sehingga dengan pemahaman itu mereka semakin cinta Indonesia, jati diri kita," tambahnya.

Terkait dihapusnya Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di sekolah, diakui Achmad, hal ini sedang proses di DPR RI. Menurutnya, Pendidikan Pancasila sangat perlu diterapkan kembali, karena sebagai jati diri bangsa, sebagai filosofi, identitas, dan nilai-nilai Bangsa Indonesia.

"‎Jadi ini sebuah keharusan, baik di lingkungan keluarga, di pendidikan formal, dan di lingkungan masyarakat, ini harus seiring sejalan," pungkas Achmad, dan mengharapkan masyarakat Rohul ikut memahami empat pilar kebangsaan.***(zal)



Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Bupati Inhil Resmikan Kampong Inggris AHRA ke-10
- Keluarga Besar UIN Suska Riau Tuntut Rektor Mundur
- Bukunya Dibedah, UAS Dipastikan Hadir
- Tinggalkan Kegiatan Berkesan, Perpisahan KBM Fakultas Hukum Unilak Bikin Warga Terharu
- UPP Rohul Resmikan Fakultas Kesehatan dan Kecantikan, Jadi Satu-satunya di Riau
- Gandeng Unilak dan UR, PT CPI Dukung Peningkatan Kualitas SDM
- Siswa SMP Global Andalan Belajar Bedakan Berita, Opini dan Hoaks


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com