Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Januari 2020 21:11
Sinmardi Taman, Pejuang Kemerdekaan yang Dijajah

Senin, 27 Januari 2020 18:20
Ketua DPRD Riau Dukung IPK Bentuk Satgas Karhutla

Senin, 27 Januari 2020 18:17
Bupati Kuansing Buka Seminar Kewirausahaan Ikatan Mahasiswa Telukkuantan

Senin, 27 Januari 2020 17:09
Upika Rokan IV Koto dan Pendalian IV Koto Deklarasikan Cegah Karhutla 2020

Senin, 27 Januari 2020 17:01
Jangan Risaukan Mutasi, Sekda Minta OPD Jalankan Kegiatan

Senin, 27 Januari 2020 16:50
Konflik Lahan PSJ-NWR, Kadin: Jangan Seret Isu Diluar Proses Hukum

Senin, 27 Januari 2020 16:47
BBKSDA Riau Kembali Selamatkan Gajah Terjerat

Senin, 27 Januari 2020 15:50
Gadis 9 Tahun di Mandau, Bengkalis Mengaku Korban Cabul Supir Oplet

Senin, 27 Januari 2020 15:30
Polda Riau Pulangkan 3 Korban Selamat Kapal Karam di Rupat ke Aceh

Senin, 27 Januari 2020 15:28
Sekdaprov Riau Sebut Proses Assesment Dimulai Maret, Menyusul Open Bidding


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 29 Nopember 2019 15:29
Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Guru 2019

Digelar peringatan Hari Guru 2019 tingkat Kabupaten Kuansing. Upacaranya dipimpin Bupati Mursini.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini, M.Si pimpin upacara peringatan hari Guru, Jumat (29/11/2019) di Lapangan Limuno Telukkuantan.

Pada peringatan hari Guru ini, Bupati Mursini, menyampaikan amanat Menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, biasanya kata Bupati, tradisi hari Guru dipenuhi kata-kata inspiratif dan periodik.

Namun, kali ini pidato mendikbud berbeda dari pidato Menteri terdulu, dan ingin bucara apa adanya dengan hati yang ikhlas dan tulus ditujukan kepada semua Guru dari Sabang sampai Merauke.

Disampaikan Bupati, tugas Guru adalah pekerjaan yang mulia dan tersulit, sebab ditugaskan untuk membentuk generasi masa depan bangsa. Tapi lebih sering diberi aturan dibanding pertolongan.

"Satu sisi Guru diberi tugas membantu murid di kelas, akan tetapi waktu habis menyelesaikan tugas administratif tanpa manafaat yang jelas," ungkap Bupati.

Para Guru tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka, karena didesak berbagai kepentingan.

Kadang kalah para Guru ingin mengajak murid ke luar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

"Sehingga anda frustasi, karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghapal," sebut Bupati menyempaikan amanat Menteri.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Mubeslub Sempat Kisruh, Fajrul Akhirnya Terpilih Sebagai Ketua Ipmarohu Sumut 2020-2021
- Siapkan Prodi Akuntansi Syariah, STAI Ar-Ridho Bagansiapi Mou dengan STIE Syariah Bengkalis
- Dihadiri Waka MPR, Hima Prodi PPKn FKIP UNRI siap Gelar Olimpiade PPKn-9 Nasional
- Berbasis Online, UMRI Launching Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2020-2021
- Sambangi Sejumlah Sekolah, IMP USU Kembali Sapa Siswa Pekanbaru
- Winter School, 9 Pelajar Riau ke Jepang
- Tingkatkan Skor, Lexie Training Adakan TOEFL Workshop Selama 2 Hari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com