Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 28 Maret 2020 16:37
Antisipasi Ledakan Pasien Corona, RSJ Tampan dan RS Madani Pekanbaru Disiapkan Pasien Virus Corona

Sabtu, 28 Maret 2020 16:12
Gubri Minta Bupati/Wali Kota Data Semua Warga Baru Pulang Dari Berbagai Daerah

Sabtu, 28 Maret 2020 15:57
Tekan Dampak Covid-19, MPI Riau Ajak Gerakkan Sedekah Massal

Sabtu, 28 Maret 2020 13:51
Terpelset di Jamban, Lansia di Kuansing Hilang Terbawa Arus

Sabtu, 28 Maret 2020 12:49
Pasien Meninggal di RSUD Pangkalankerinci tak Terkait Corona

Jum’at, 27 Maret 2020 20:44
Supir Ngantuk, Truk Tangki CPO di Duri Adu Kuat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:40
Kapolresta Pekanbaru Turun Padamkan Kebakaran Lahan di Rumbai

Jum’at, 27 Maret 2020 18:36
BBKSDA Riau Evakuasi Anakan Beruang Madu Terjerat

Jum’at, 27 Maret 2020 18:18
Sempat Dikarantina, 451 Warga Bengkalis dari Malaysia Dipulangkan ke Rumah Masing-masing

Jum’at, 27 Maret 2020 17:52
Melawan Corona, DPD IPK Riau Semprot Disinfektan di Sejumlah Rumah Ibadah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Pebruari 2020 17:29
Mahasiswa FH Unilak Gelar Diskusi Publik

Bersama Bawaslu, KPU dan Ketua DPRD Pelalawan, mahasiswa fakultas hukum Unilak menggelar Diskusi Publik.

Roauterkini-PEKANBARU-Mahasiswa fakultas hukum universitas Lancang Kuning menggelar diskusi publik dengan tema peranan dan gerakan mahasiswa Riau menyongsong Pilkada serentak 2020, Rabu (19/2/20) Diskusi Publik di gelar digedung fakultas hukum Unilak.

Hadir sebagai narasumber, Neil Antariksa, S.H.,M.H (Bawaslu), Adi Sukemi, ST.,MT (Ketua DPRD Pelalawan), Abdul Rahman, (KPU Riau ) dan presiden mahasiswa Unilak Amir Aripin Harahap.

Diskusi publik dibuka dekan fakultas hukum Unilak Dr.Fahmi.SH.MH. Lebih dari 100an Mahasiswa hukum mengikuti jalannya diskusi publik.

Dalam diskusi yang berlangsung selama tiga jam, seluruh narasumber memaparkan tentang pilkada serentak di Riau, mulai dari tahapan Pilkada, penyampaian visi misi, dan juga membahas pentingnya generasi milenial untuk ikut turut serta dalam pilkada serentak.

Presma unilak Amir Aripin Harahap, mengatakan bahwa mahasiswa mendukung KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu/pilkada untuk dapat mewujudkan pilkada yg sehat, bersih dan bermartabat.

"Partisipasi masyarakat harus meningkat dan kita harus mampu menyadarkan masyarakat bahwa politik uang adalah awal mula terjadinya korupsi,” ujarnya.

Sementara untuk kriteria calon kepala daerah Amir Harahap menegaskan bahwa rakyat mendambakan kepala daerah yang berintegritas berkomitmen untuk melawan korupsi. Kedua, calon kepala daerah harus memiliki komitmen tegas untuk menjaga lingkungan dan hutan di Riau sehingga karhutla tidak lagi terjadi.

"Kami berharap KPU mampu mensosialisasikan pilkada serentak, terutama bagi pemilih pemula. Karena sukses nya pilkada dapat didihat dari jumlah partisipasi pemilih," ujar Amir yang juga koordinator pusat BEM se Riau.

Ketua DPRD Pelalawan, Adi Sukemi, ST.,MT, saat diskusi mengatakan, ada beberapa hal bagaimana demokrasi di era Millenial memiliki nilai yang sangat penting. Pertama, masyarakat/pemilih harus memahami dan mengetahui proses, pilkada adalah cara terbaik untuk menemukan pemimpin. Kedua adalah mengajak agar pemilih tidak golput karena kerugian yang sangat besar bagi masyarakat akibat tindakan golput terhadap proses demokrasi. "Mahasiswa harus cermat mengetahui visi misi pemimpin yang dipilih," terangnya.

Terakhir, imbuhnya, mahasiswa atau masyarakat tidak menyebarkan hoax atau berita bohong.

Komisioner KPU Riau, Abdur Rahman menyampaikan tupoksi KPU dan ditahapan mana pemuda dan mahasiswa bisa mengambil peran seperti di rekrutmen badan adhock. Mahasiswa bisa menjadi peserta seleksi atau memberikan masukan terkait figur yang terpilih menjadi anggota PPK dan PPS. Kemudian juga di tahapan pemutakhiran pemilih nanti ada agenda uji publik, tahapan pendaftaran calon perseorangan ada verifikasi faktual dukungan yang harus diawasi oleh masyarakat, dan tahapan selanjutnya.

"KPU adalah lembaga yang inklusif, terbuka dengan pihak manapun apalagi terkait isu pemilu dan demokrasi" Ujar Rahman.

Dalam acara diskusi publik ini juga dilakukan penandatanganan MOU antara fakultas hukum dengan Bawaslu dan KPU.

Dekan fakultas hukum Unilak Dr.Fahmi saat ditemui usai MOU mengatakan, kerjasama ini dalam rangka sinergi antara penyelenggara pemilu dengan dunia kampus diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ke dua belah untuk mencapai tujuan pilkada yg bersih dan jurdil serta berkualitas.

"Kita ketahui pada bulan September 2020 ada 9 kabupaten dan kota di Riau yang melaksanakan Pilkada serentak," katanya.

Sementara itu Anggota KPU Riau, Abdul Rahman, menyebutkan MoU ini sifatnya kerjasama dalam penelitian, pengembangan antara Unilak dan KPU Riau. Kerjasama lebih pada advokasi pemilih dan layanan hukum untuk anggota KPU.

"Inisiatif ini sangat bagus dan kami menyambut baik kerjasama ini," katanya.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Dampak Virus Corona, Libur Sekolah di Pelalawan Diperpanjang Hingga 13 April
- Cegah Corona, Libur Sekolah di Bengkalis Diperpanjang Hingga 14 April
- Dukung Belajar Dirumah, IM3 Ooredo Beri Kuota Gratis 30 GB
- Antisipasi Corona, Pemkab Pelalawan Liburkan Siswa Selama Dua Pekan
- Corona, 152 SMP Sederajat di Bengkalis Mulai Hari Ini Diliburkan
- Sekolah Belum Diliburkan, Pemkab Inhu Baru Berencana Gelar Rapat Khusus
- Bahaya Corona, Bupati Intruksikan Semua Sekolah di Kuansing Diliburkan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com