Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2020 11:32
Bupati Kuansing Intruksikan Tracing Bagi Warga Pernah Kontak dengan SA

Kamis, 2 Juli 2020 11:10
Pandemi Covid-19, Program DMPA Arara Abadi Pertahankan Produksi Panen Petani Cabai di Talang Muandau, Bengkalis

Kamis, 2 Juli 2020 11:09
Istri Dikaitkan dengan Kasusnya, Kuasa Hukum Amril Mukminin Sebut Sangat Politis

Rabu, 1 Juli 2020 21:18
Sejumlah Titik Anjungan Rusak, Nasabah BNI di Duri Mengular Narik Rupiah

Rabu, 1 Juli 2020 21:14
Tuntut Transparansi Anggaran UKT, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Rektorat UIN Suska Riau

Rabu, 1 Juli 2020 20:37
OJK: Waspada Info Hoak Tarik Dana di Perbankan

Rabu, 1 Juli 2020 20:20
Klaim Temukan Kecurangan, Balon Perseorangan Datangi Bawaslu Inhu

Rabu, 1 Juli 2020 18:58
Responsif Olahraga, Engah Eet Serahkan Peralatan Set Voly ke Warga Duri Timur

Rabu, 1 Juli 2020 18:52
Bahas Karhutla, Besok Gubri Ikuti Rakor Bersama Menkopolhukam

Rabu, 1 Juli 2020 18:02
Untuk Keempat Kalinya, Pemkab Inhil Sukses Raih Opini WTP


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Mei 2020 10:25
Hardiknas, PGK Bengkalis Prihatin Angka Anak Putus Sekolah Tinggi

Dalam rangka Hardiknas, PGK bentang spanduk peduli pendidikan. Mereka merasa prihatin karena masih banyaknya anak putus sekolah.

Riauterkini-BENGKALIS- Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (DPD PGK) Bengkalis, Riau menggelar aksi solidaritas upaya mengoreksi kinerja pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dalam bidang pendidikan.

Aksi digelar dengan jumlah masa terbatas bermodal spanduk berdiri di tepian jalan, sejumlah pengurus juga menyampaikan beberapa tanggapannya terkait dengan masih banyaknya anak putus sekolah.

Anggi Hardianto, Sekretaris Umum DPD PGK Kabupaten Bengkalis menyebutkan, bahwa Riau masuk 10 besar anak-anak putus sekolah.

"Dimana berdasarkan data dari KompasĀ  2 September 2019 ada 30% dari 100% anak-anak yang putus sekolah dengan alasan tidak ada biaya. Menurut saya sungguh miris, 20% anggaran pendidikan yang telah dialokasikan kemana perginya? Dibalik semua itu dimana kepedulian pemerintah yang menjadi tulang punggung untuk memberikan kelayakan pendidikan," kata Anggi, Selasa (5/5/20) kemarin.

Dia menambahkan, tentang pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang disebabkan oleh krisi ekonomi.

"Biaya pendidikan yang melambung tinggi membuat anak-anak yang keadaan perekonomiannya kurang baik, memiliki nasib yang kurang beruntung dikarenakan mereka harus putus sekolah untuk membantu pekerjaan orang tua, hal ini merupakan masalah besar yang dihadapi Indonesia khususnya di daerah Kabupaten Bengkalis," imbuhnya.

Sementara itu, Hudri, Koordinator Aksi menyebutkan, untuk membentuk pendidikan yang lebih optimal, alangkah baiknya memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik karena tanda terima kasih terhadap perjuangannya.

"PGK mempunyai harapan dan mengajak bahwa bersama-sama kita pedulikan pendidikan khususnya di Kabupaten Bengkalis," katanya.***(dik/rls)

Foto : Aksi PGK bentang sepanduk dalam rangka Hardiknas 2020.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Demo, Mahasiswa UIN Suska Tuntut UKT Dipotong 50 Perseng
- Aplikasi Digitalku Hadir di Riau, Solusi Belajar Siswa di Masa Pandemi
- STIE Bangkinang dan STAI Ar Ridha Bagansiapiapi MoU Peningkatan Kualitas SDM
- Mahasiswa Kunkerta UR Bantu Penyaluran BLT di Bandar Petalangan
- Pastikan PPDB Online Lancar, Kadisdik Bengkalis Tinjau Sejumlah Sekolah di Duri
- Cermati PPDB, Lurah Duri Timur Gelar Rapat Tertutup Bareng Perangkatnya
- UPP Rohul Terima Tiga Penghargaan dari LLDIKTI Wilayah X, Penyerahan Secara Online


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com