Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 3 Juli 2020 21:08
Ketua Syuro PKB Riau Doakan Hafit Syukri - Erizal Menang di Pilkada Rohul

Jum’at, 3 Juli 2020 19:29
6 Pasien Positif Covid-19 Inhil Sembu

Jum’at, 3 Juli 2020 18:05
Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona

Jum’at, 3 Juli 2020 18:02
Gajah TWA Buluh China Melahirkan

Jum’at, 3 Juli 2020 17:35
Seorang Karyawan di Mal Pekanbaru Positif Covid-19

Jum’at, 3 Juli 2020 17:03
Tracing dari Ibu, Ayah dan Anak di Kuansing Positif Covid-19

Jum’at, 3 Juli 2020 16:59
Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan

Jum’at, 3 Juli 2020 16:54
Desak KPK Periksa Bapak Pembangunan Bengkalis, HMPP Riau Gelar Aksi di Polda Riau

Jum’at, 3 Juli 2020 16:52
CATAR, Aplikasi Transportasi Antar Jemput Makanan Karya Anak Muda Bengkalis

Jum’at, 3 Juli 2020 15:49
Peringatan Bagi Direksi, BUMD Kinerja Rendah Siap-siap Diganti


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Mei 2020 10:25
Hardiknas, PGK Bengkalis Prihatin Angka Anak Putus Sekolah Tinggi

Dalam rangka Hardiknas, PGK bentang spanduk peduli pendidikan. Mereka merasa prihatin karena masih banyaknya anak putus sekolah.

Riauterkini-BENGKALIS- Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (DPD PGK) Bengkalis, Riau menggelar aksi solidaritas upaya mengoreksi kinerja pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dalam bidang pendidikan.

Aksi digelar dengan jumlah masa terbatas bermodal spanduk berdiri di tepian jalan, sejumlah pengurus juga menyampaikan beberapa tanggapannya terkait dengan masih banyaknya anak putus sekolah.

Anggi Hardianto, Sekretaris Umum DPD PGK Kabupaten Bengkalis menyebutkan, bahwa Riau masuk 10 besar anak-anak putus sekolah.

"Dimana berdasarkan data dari KompasĀ  2 September 2019 ada 30% dari 100% anak-anak yang putus sekolah dengan alasan tidak ada biaya. Menurut saya sungguh miris, 20% anggaran pendidikan yang telah dialokasikan kemana perginya? Dibalik semua itu dimana kepedulian pemerintah yang menjadi tulang punggung untuk memberikan kelayakan pendidikan," kata Anggi, Selasa (5/5/20) kemarin.

Dia menambahkan, tentang pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang disebabkan oleh krisi ekonomi.

"Biaya pendidikan yang melambung tinggi membuat anak-anak yang keadaan perekonomiannya kurang baik, memiliki nasib yang kurang beruntung dikarenakan mereka harus putus sekolah untuk membantu pekerjaan orang tua, hal ini merupakan masalah besar yang dihadapi Indonesia khususnya di daerah Kabupaten Bengkalis," imbuhnya.

Sementara itu, Hudri, Koordinator Aksi menyebutkan, untuk membentuk pendidikan yang lebih optimal, alangkah baiknya memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik karena tanda terima kasih terhadap perjuangannya.

"PGK mempunyai harapan dan mengajak bahwa bersama-sama kita pedulikan pendidikan khususnya di Kabupaten Bengkalis," katanya.***(dik/rls)

Foto : Aksi PGK bentang sepanduk dalam rangka Hardiknas 2020.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa
- Demo, Mahasiswa UIN Suska Tuntut UKT Dipotong 50 Perseng
- Aplikasi Digitalku Hadir di Riau, Solusi Belajar Siswa di Masa Pandemi
- STIE Bangkinang dan STAI Ar Ridha Bagansiapiapi MoU Peningkatan Kualitas SDM
- Mahasiswa Kunkerta UR Bantu Penyaluran BLT di Bandar Petalangan
- Pastikan PPDB Online Lancar, Kadisdik Bengkalis Tinjau Sejumlah Sekolah di Duri
- Cermati PPDB, Lurah Duri Timur Gelar Rapat Tertutup Bareng Perangkatnya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com