Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 31 Mei 2020 19:32
Kisruh Pemotongan Gaji Honorer di Bengkalis, Dewan Minta Segera Dicarikan Solusi

Ahad, 31 Mei 2020 17:10
Pengerjaan Pemeliharan Ruas Jalan Kuala Keritang Segera Dilaksanakan

Ahad, 31 Mei 2020 16:21
Hari Ini Riau Nihil Kasus Positif Covid-19

Ahad, 31 Mei 2020 08:41
16.596 KK di 136 Desa di Bengkalis Terima BLTDD Tahap Pertama

Sabtu, 30 Mei 2020 21:17
Seminar Virtual, Mendesak Pengakuan Terhadap Wilayah Adat di Riau

Sabtu, 30 Mei 2020 20:52
SD dan SMP di Bengkalis Ditambah Dua Pekan Diliburkan

Sabtu, 30 Mei 2020 18:54
Forkopimda Riau Cek Perbatasan Riau – Sumut di Rohil

Sabtu, 30 Mei 2020 15:14
Terapkan Tatanan Baru, PKB Meminta Pemkab Bengkalis Perhatikan Ponpes

Sabtu, 30 Mei 2020 11:31
Hasil Swab Negatif, 4 PDP Dipulangkan dari RSUD Telukkuantan

Sabtu, 30 Mei 2020 07:35
Dandim 0314/Inhil Pimpin Rakor dan Sosialisasi Persiapan Sambut Era New Normal


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Mei 2020 10:25
Hardiknas, PGK Bengkalis Prihatin Angka Anak Putus Sekolah Tinggi

Dalam rangka Hardiknas, PGK bentang spanduk peduli pendidikan. Mereka merasa prihatin karena masih banyaknya anak putus sekolah.

Riauterkini-BENGKALIS- Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (DPD PGK) Bengkalis, Riau menggelar aksi solidaritas upaya mengoreksi kinerja pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dalam bidang pendidikan.

Aksi digelar dengan jumlah masa terbatas bermodal spanduk berdiri di tepian jalan, sejumlah pengurus juga menyampaikan beberapa tanggapannya terkait dengan masih banyaknya anak putus sekolah.

Anggi Hardianto, Sekretaris Umum DPD PGK Kabupaten Bengkalis menyebutkan, bahwa Riau masuk 10 besar anak-anak putus sekolah.

"Dimana berdasarkan data dari Kompas  2 September 2019 ada 30% dari 100% anak-anak yang putus sekolah dengan alasan tidak ada biaya. Menurut saya sungguh miris, 20% anggaran pendidikan yang telah dialokasikan kemana perginya? Dibalik semua itu dimana kepedulian pemerintah yang menjadi tulang punggung untuk memberikan kelayakan pendidikan," kata Anggi, Selasa (5/5/20) kemarin.

Dia menambahkan, tentang pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang disebabkan oleh krisi ekonomi.

"Biaya pendidikan yang melambung tinggi membuat anak-anak yang keadaan perekonomiannya kurang baik, memiliki nasib yang kurang beruntung dikarenakan mereka harus putus sekolah untuk membantu pekerjaan orang tua, hal ini merupakan masalah besar yang dihadapi Indonesia khususnya di daerah Kabupaten Bengkalis," imbuhnya.

Sementara itu, Hudri, Koordinator Aksi menyebutkan, untuk membentuk pendidikan yang lebih optimal, alangkah baiknya memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik karena tanda terima kasih terhadap perjuangannya.

"PGK mempunyai harapan dan mengajak bahwa bersama-sama kita pedulikan pendidikan khususnya di Kabupaten Bengkalis," katanya.***(dik/rls)

Foto : Aksi PGK bentang sepanduk dalam rangka Hardiknas 2020.

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- SD dan SMP di Bengkalis Ditambah Dua Pekan Diliburkan
- Bupati Kuansing Awali Pengecoran Pomdasi Pembangunan Pondok Tahfidz Quran
- Hardiknas, PGK Bengkalis Prihatin Angka Anak Putus Sekolah Tinggi
- Pelaku Minta Maaf, Disdik Rohul Panggil Kepsek Terkait Video Kelulusan tak Senonoh
- Rayakan Kelulusan dengan Cara tak Senonoh, Video Sejumlah Pelajar di Rohul Viral
- PCR-Telkomsel/XL, 1757 Mahasiswa Reguler dan Staf Aktif Dapat Subsidi Kuota
- Pemkab Kuansing Umumkan Penerima Bantuan Sosial Pendidikan Tahun 2020


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com