Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 7 Agustus 2020 18:36
Jajakan Rokok Ilegal Sebanyak 76.780 Batang, ZD di Ringkus DJBC Riau

Jum’at, 7 Agustus 2020 16:25
Dewan Pekanbaru Minta Rumah Sakit Tidak Mendiiskriminasikan Pasien BPJS

Jum’at, 7 Agustus 2020 15:00
Jutaan Rupiah Disita, Polisi Ringkus Pengedar dan Kurir Sabu di Mandau

Jum’at, 7 Agustus 2020 14:26
Harga TBS Dibeli Mahal, Disbun Riau Anjurkan Petani Swadaya Gabung Petani Mitra

Jum’at, 7 Agustus 2020 14:22
Tengku Azmun dan Marwan Ibrahim Perkuat HT Hadapi Pilkada Pelalawan

Jum’at, 7 Agustus 2020 13:53
Operasi Patuh 2020, Satlantas Bengkalis Tilang 194 Pelanggaran

Jum’at, 7 Agustus 2020 11:23
Provokator Warga Kuansing Tolak Eksekusi Lahan Ditangkap Polisi

Jum’at, 7 Agustus 2020 11:16
Kadis PUPR Sebut Jalan Sekitaran Agus Salim Bakal Dioverlay

Jum’at, 7 Agustus 2020 10:11
Petakan Abrasi, Anggota DPR RI Fraksi PKS Tinjau Abrasi di Inhu dan Kuansing

Jum’at, 7 Agustus 2020 07:59
Poros Baru Pilkada Bengkalis 2020, Normansyah - Ridwan Yazid Maju untuk Menang


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 27 Juni 2020 12:51
Demo, Mahasiswa UIN Suska Tuntut UKT Dipotong 50 Perseng

Puluhan mahasiswa UIN Suska Pekanbaru berdemo. Mereka menuntut pemotongan UKT 50 persen.

Riauterkini-PEKANBARU- Mahasiswa Pejuang UKT UIN SUSKA RIAU aksi menuntut UKT yang di ikuti oleh puluhan Mahasiswa UIN SUSKA RIAU. Aksi di mulai pada pukul 10.00 WIB, jumat (26/6/29) di Gedung Rektorat lantai 4, kegiatannya adalah Pembukaan orasi oleh korlap yaitu Arifuttajjalli dan diakhiri dengan kesepakatan perjanjian oleh WR II dan biro AUPK untuk mempertemukan masa aksi dengan Rektor UIN SUSKA RIAU.

Dalam penyampaian orasinya Mahasiswa Pejuang UKT menyampaikan bahwasanya sebelum melakukan aksi mereka sudah mengupayakan proses komunikasi selama 2 Minggu dengan Kabag, Biro dan Wakil Rektor agar di pertemuan dengan rektor UIN SUSKA RIAU, dan juga telah menyerahkan tuntutan kepada WR III selaku wakil kemasiswaan, WR III merespon baik dan tuntutan telah sampai ke meja rektor, namun rektor tak kunjung merespon dan menemui Mahasiswa. Saat di hubungi via telepon dan WhatsApp oleh jajarannya staf, Biro, dan WR, rektor menolak menjawab telpon dan WhatsApp jajaran nya tersebut.

Mahasiswa menyampaikan kekecewaannya terhadap pimpinan UIN SUSKA RIAU yang tak kunjung menemui mereka. Dan menempuh langkah terakhir yakni melakukan aksi. dalam orasinya Mahasiswa menyampaikan tuntutan, yaitu;

1. Menentapkan pengurangan UKT untuk 5 kriteria yang telah d sebutkan dalam KMA Nomor 515 tahun 2020, untuk di kurangi sebesar 50%, bagi semua yang mengajukan. Mengingat 5 kriteria tersebut sangat terdampak wabah Covid 19.

2. Untuk semua mahasiswa aktif yang tidak termasuk dalam point 1 mendapatkan fasilitas kuota internet sebesar Rp. 50.000,- perbulan. Dan diberikan selama 6 bulan. Mengingat selama mengikuti perkuliahan sistem daring Mahasiswa tidak memakai fasilitas kampus seperti gedung belajar, listrik, Wifi, dll.

Mahasiswa menyampaikan tuntutan, jika rektor tidak bisa mengakomodir 2 tuntutan mahasiswa tersebut, maka lebih baik rektor UIN SUSKA RIAU turun saja dari jabatannya.

Mahasiswa dalam orasinya juga meminta transparansi pengalokasian dana UKT untuk mahasiswa UIN SUSKA Pekanbaru.***(rls)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 


Berita Pendidikan lainnya..........
- Batasi Pertemuan dengan Siswa, SMP Taruna Andalan Pelalawan Belajar Sistem Daring
- Resmikan SMPN 6 Kuantan Mudik, Bupati Kuansing Harap Lahirkan SDM Unggul
- PT CPI Bagikan 2 Ribu Paket untuk Pelajar Suku Sakai
- Tak Diterima Sekola Negeri, Kakak-beradik Yatim ini Terancam Putus Sekolah
- Miris, "Dekengen" Tentukan Nasib Guru Honorer Sekolah Menjadi Honorer Pemda Bengkalis?
- Anak tak Diterima, Puluhan Warga Tegar Geruduk SMAN 4 Mandau
- Video Buang Ratusan Skripsi Tersebar, Kepala Perpus Unilak Dipecat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com